(ini saya ada petikkan berita dari harian Medan bisnis soal manajemen 
penanganan banjir. )
Mungkin bisa jadi bahan masukan bagi kita semua


Paradigma Penanganan Banjir di Kota Besar Harus Diubah
Dana Penanganan Banjir Kota Medan Rp 400 Miliar
 
            Jumat, 16-03-2007             
            
              *hendrik hutabarat

MedanBisnis – Medan

Paradigma Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan pemerintah daerah lainnya
dalam menangani banjir sudah seharusnya diubah. Sebab, tidak semua
banjir disebabkan oleh luapan sungai ataupun banjir kiriman.



“Semua kota di Indonesia saat ini sedang membahas persoalan banjir yang
telah atau kemungkinan terjadi. Harus dipahami, tidak semua banjir yang
timbul disebabkan oleh luapan air sungai ataupun karena banjir kiriman.
Banjir juga sering terjadi karena sistem drainase kota yang buruk
ataupun air hujan yang turun terjebak di tengah kota,” ujar pengamat
dan arsitek perkotaan nasional, Marco Kusumawijaya, dalam seminar
pengendalian banjir Kota Medan yang diadakan LSM Medan Perduli, Pemko
Medan, dan Politeknik Medan, di Garuda Plaza Hotel, Kamis (15/3).

Bagi Marco, kebijakan Bappeda Medan yang memrioritas kebijakan
pengendalian banjir dengan cara penyaluran air banjir itu sendiri perlu
dipertanyakan. Pasalnya, saat ini kecenderungan penanggulangan banjir
di berbagai kota berusaha dikaitkan dengan kelanjutan pembangunan,
termasuk pembangunan lingkungan.

“Di Jakarta saat ini sedang dipikirkan bagaimana menyerapkan air banjir
ke dalam tanah, bukan dengan menyalurkannya,” tambah Marco. Dia
menjelaskan, penyaluran air banjir memiliki konsekuensi dengan
pembangunan kanal atau saluran air. Pembangunan kanal, kata Marco,
berkonsekuensi dengan kebutuhan akan tanah untuk pembuatan dan
pembangunan kanal. 

“Kalau begitu, akan berapa kanal yang dibutuhkan Kota Jakarta di masa
depan? Berapa luas tanah lagi yang akan dibutuhkan untuk pembangunan
kanal,” ujar Marco dengan nada bertanya. Marco menganalogikan
pembangunan kanal dengan cara Pemprop Jakarta dalam mengatasi
kemacetan: semakin banyak kemacetan, semakin banyak pula jalan tol yang
perlu dibangun.

Kebijakan penyerapan air banjir atau air hujan di kota-kota besar, ujar
Marco, di masa depan selayaknya menjadi prioitas Pemko Medan. Pasalnya,
di masa depan hal itu berguna mengantisipasi kemungkinan Kota Medan
kekurangan pasokan air untuk warganya. Pengalihan atau penyaluran air
banjir, kata Marco, sama saja dengan membuang air.

Siklus Banjir

Marco juga mengkritik persepsi pemko dan pemda lainnya yang menilai
bencana banjir adalah sebuah siklus lima tahunan atau atau karena
terkait siklus cuaca. Menurut Marco, hal itu sama sekali tidak ada
hubungannya dengan banjir. Pemanasan global dan peningkatan suhu, kata
Marco, adalah hal utama yang harus menjadi sorotan setiap pemerintahan
daerah. 

“Menurut mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Al-Gore, selama 650.000
tahun suhu di bumi termasuk kategori biasa-biasa saja. Namun dalam lima
puluh tahun terakhir, suhu udara justru mengalami peningkatan yang
cepat akibat efek rumah kaca dan pembangunan kota yang tidak
berkelanjutan. Es di kawasan kutub pun mulai mencair,” paparnya.

Akibatnya, kata Marco, mengutip Al-Gore, musim kering di berbagai
belahan dunia semakin panjang dan musim penghujan justru semakin
pendek. “Hal ini pun mulai terjadi di Indonesia,” tegasnya. 

Sementara itu, Wakil Walikota Medan, Ramli Lubis, kepada para wartawan
menyatakan dana penanggulangan banjir yang dibutuhkan Kota Medan
sebesar Rp 400 miliar. Namun, katanya, APBD Kota Medan tidak mencukupi
dana tersebut. Untuk mengatasi kekurangan dana itu, mereka membutuhkan
bantuan dari pihak Jepang, Pempropsu dan pemerintah pusat.

Wakil Kepala Dinas Pengairan Propsu, Gindo Hasibuan, saat ditemui
seusai diskusi itumenyebutkan, perlu ada koordinasi yang erat antara
Propsu dengan Pemko Medan dalam hal penanganan sungai Deli dan
sungai-sungai lainnya yang bisa berfungsi untuk mencegah banjir.
Penggunaan berbagai bantaran sungai dan sungainya sendiri tidak bisa
hanya dilakukan sepihak tanpa melibatkan stakeholder lainnya.



 
____________________________________________________________________________________
It's here! Your new message!  
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Transfer from your equities account.  
Receive up to $1,000 from GFT. Click here to learn more.
http://us.click.yahoo.com/aZttyC/X_xQAA/cosFAA/IRislB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Web:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Klik: 

http://mediacare.blogspot.com

atau

www.mediacare.biz

====================
Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke