Refleksi: Sykuralhamdullilah, berkat kasiat obat koyokku yang mutakir bin mujarab membikin mesin mampu berproduksi 24 jam non stop?
http://www.suarapembaruan.com/News/2007/03/17/Utama/ut01.htm SUARA PEMBARUAN DAILY 2050, Penduduk Indonesia 280 Juta [JAKARTA] Pada 2050 penduduk dunia akan mencapai 9,2 miliar dan penduduk Indonesia 280 juta. Itu akan terjadi bila angka total fertility rate (TFR) masih berada di kisaran 2,5 sampai 2,6. Tapi, bila target nasional tercapai, TFR diturunkan menjadi 2,1 - 2,0 pada 2015, maka jumlah penduduk Indonesia pada 2050 dapat turun menjadi 245 juta. Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief mengemukakan kepada Pembaruan di Jakarta, Jumat (16/3), perkiraan angka itu didasarkan pada hasil survei 2003, yang menunjukkan TFR Indonesia berada di kisaran 2,5-2,6. "Kalau survei 2007 menunjukkan TFR kita turun maka saya bisa optimistis pada 2015 TFR kita di kisaran 2,0-2,1," katanya. Dijelaskan, jumlah penduduk Indonesia sudah telanjur besar sehingga untuk menurunkannya cukup sulit. Idealnya, pertumbuhan penduduk Indonesia tanpa pertumbuhan atau jumlah yang meninggal sama dengan yang lahir. "Kalau TFR berhasil kita turunkan sampai 2,0 maka kita masih butuh 30-50 tahun lagi untuk mencapai pertumbuhan penduduk tanpa pertumbuhan. Karena jumlah penduduk kita sudah terlanjur besar maka untuk mencapai pertumbuhan seimbang diperlukan waktu yang panjang," katanya. Dari perkiraan 9,2 miliar penduduk dunia pada 2050, jumlah yang berusia 60-65 tahun akan tiga kali lipat dari jumlah sekarang ini. Menurut Direktur Divisi Kependudukan PBB Hania Zlotnik, awalnya diperkirakan jumlah penduduk mencapai 9,1 miliar. Zlotnik menjelaskan, sebagian besar negara di Asia dan Amerika Latin akan memperoleh keuntungan pada karena mereka mempunyai lebih banyak pekerja dibandingkan jumlah anak-anak dan orang usia lanjut. Keuntungan ini akan tetap berlangsung paling sedikit dua atau beberapa dekade. "Pada 2050 kami memperkirakan apa yang terjadi di Asia dan Amerika Latin sama dengan yang terjadi di Eropa sekarang," katanya. Perhatian Utama Sebelumnya, perkiraan penduduk dunia 2045, khususnya yang berusia lanjut (60 tahun ke atas), akan berjumlah sekitar 2 miliar. Angka ini melampaui jumlah anak, di bawah usia 5 tahun, yang berjumlah di bawah 2 miliar. Bila ini tercapai akan menjadi yang pertama kali dalam sejarah kependudukan dunia. Ini sebenarnya konsekuensi dari pengurangan angka kelahiran jangka panjang dan rendahnya angka mortalitas. Sekarang ini soal usia menjadi perhatian utama di Eropa. Pada 1995 jumlah penduduk usia di atas 60 tahun sudah melampaui jumlah anak-anak. Diprediksi pada 2050 penduduk Eropa yang berusia lanjut (menurut data Departemen Masalah Sosial Ekonomi PBB/DESA, sekitar 225 juta) akan dua kali lipat dari jumlah anak-anak (sekitar 100 juta). Dengan kata lain, di masa depan hanya di kawasan Eropa yang diperkirakan jumlah penduduk usia lanjut yang bertambah, sedangkan jumlah penduduk di bawah 60 tahun berkurang. Berkurangnya jumlah penduduk anak-anak dan usia kerja (15-59 tahun) akan menjadi tantangan sektor ekonomi dan sosial. Di negara-negara berkembang, seperti Asia, jumlah penduduk usia 60 tahun ke atas akan melampaui jumlah penduduk anak-anak pada 2040, yaitu sekitar 1,2 miliar. Pada masa yang sama penduduk usia 15-59 tahun diperkirakan mencapai angka maksimum (sekitar 3 miliar) dan kemudian secara perlahan-lahan menurun. [A-22/sciencedaily.com/BBC.com/E-4] Last modified: 17/3/07
graphicd.gif
Description: GIF image
170307ta.gif
Description: GIF image
