APA MATA MENTERI DAN PEJABAT TAK MENGLIAT? Sabtu,17 mrt 2007, Di Singkep, ratusan lubang bekas tambang timah dulu masih menganga. Kini, lubang-lubang baru tersebut bermunculan. Yakni, bekas kerukan penambangan pasir untuk ekspor. Banyaknya lubang tak terurus yang oleh warga disebut kolong itu menjadi saksi bahwa timah dan pasir dikeruk secara serampangan. >>>>>>>>>>>>>>>> KOMENTARANKU, Apakah para menteri ituh, bola matanyah
Terbuat dari peler peler kambing dan monyet? Mangkanyah tak mampuh mengliat KENYATAAN??? >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Hmm,membacak laporan Sunny ambon, Tentang gerowongnyah, tanah2 di Nusantara. Daku cuman maok mengingetken, pemuda2 Banten, Yang punyak gayah menyataken diri sanget berkepentingan Dengen ALAM LINGKUNGAN. Tengoklah daerah Lebak, dengen traktor2 penyedotnyah, YANG TAMPA RISIH DAN TAMPA MALU2 SEDANG MENGKERUKIN PASIR PUTIH DI PINGGIR JALAN! Mosok camat dan para jawarah laennyah, BERMATA BUTA? KERANA BOLA MATANYAH TERDIRI DARI PELER PELER KAMBING? Satu hal yang memang MENGHERANKEN, APAH SIH MATA PARA MENTERI DAN PARA PEJABAT INDON ITUH, BOLA MATANYAH TERDIRI DARI PELER PELER MONYET ATAWA KAMBING? Padahal jingkalao kalian mengliat dengen KECINTAAN PADA TANAH AER. Mangka menggelegaklah dada kalian, KERANA GERAM DAN SANGKIT ATI!! Demingkian bejadkah moral bangsa Indon inih?? Mangka di depok, danao2nyah meludes diurug untuk Dijadiken PERUMAHAN, Sedangkan di deket Kedaung, Paku HajihÂ… BERLOMBANG LOBANG, KERANA DISEDOTIN OLEH PARA LONTEH KEBENERAN. Hehehe..bagaekan LEWINSKY MENYEDOT KEMALUANNYAH BILL CLINTON HAJAH!!! >>>>>>>>>>>>>>>>>>>> CENDRAWASIH POS Sabtu, 17 Maret 2007 Kepulauan Riau, Negeri Seribu Pulau yang Terkoyak Order Pasir Disedot Kapal Berbelalai, Pantai Berubah Jadi Kolong-Kolong Tanah air tinggal airnya, Singapura timbul,, Singkep tenggelam -------------------------SOCRATES-IQBAL, Batam----------------------- ------ ITULAH kalimat sedih warga Pulau Singkep sekarang. Sejak bertahun- tahun lalu, pasir di pulau ujung paling selatan Kepulauan Riau (Kepri) itu dikeruk dan dijual ke Singapura. Akibatnya, kerusakan lingkungan tak terelakkan. Bukan hanya Singkep, sebagian daratan Pulau Batam, Karimun, dan Bintan juga tercabik-cabik. Yang menjadi sasaran bukan hanya pasir darat. Pasir laut di pulau-pulau yang dilihat dari atas bak untaian mutu manikam itu pun disedot kapal-kapal berbelalai. Akibatnya, Pulau Sebaik dan Pulau Baruk kini nyaris hilang dari peta. Di Singkep, ratusan lubang bekas tambang timah dulu masih menganga. Kini, lubang-lubang baru tersebut bermunculan. Yakni, bekas kerukan penambangan pasir untuk ekspor. Banyaknya lubang tak terurus yang oleh warga disebut kolong itu menjadi saksi bahwa timah dan pasir dikeruk secara serampangan.
