http://www.serambinews.com/index.php?aksi=bacaberita&beritaid=26502&rubrik=1&kategori=2&topik=13
17-03-2007 Siswa Tolak Buku Bergambar Gereja dan Palang Salib MEUREUDU - Buku Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia yang dibagikan guru untuk anak-anak kelas I, II, dan III MTsN Ulee Gle, Kecamatan Bandardua, Pidie ditemukan gambar gereja dan palang salib. Ternyata anak-anak lebih jeli, sehingga menolak menerima buku tersebut. Kasus serupa juga ditemukan pada sejumlah sekolah lain di Pidie. Menurut informasi yang diterima <i>Serambi</i>, gambar gereja dan palang salib ditemui pada Buku Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia untuk kelas I, II, dan III. Buku Bahasa Inggris diterbitkan dan dicetak oleh Media Tama, sementara Bahasa Indonesia penerbitnya Anak Cerdas Nusantara. Kepala MTsN Bandardua, Drs Zainuddin, kepada <i>Serambi</i>, Jumat (16/3) mengatakan, pengadaan kedua buku menggunakan dana BOS 2006 yang ditawarkan langsung oleh distributor ke sekolah. Pimpinan sekolah dan dewan guru mengaku tidak mengetahui sama sekali jika dalam kedua buku terdapat lambang gereja dan palang salib. "Kami baru tahu setelah siswa melaporkan dan menolak menerima buku-buku itu,"; kata Zainuddin. Setelah diamati dengan seksama, tambah Zainuddin, ternyata laporan siswa benar. Pihak sekolah langsung menarik kembali buku bacaan yang telanjur dibagikan kepada siswa. "Buku sebanyak 1.628 buah itu sudah kami amankan dan sampelnya sudah dikirim kepada Kandepag Pidie sebagai bahan bukti,"; ungkap Zainuddin. Buku Bahasa Inggris yang dibagikan itu karangan Agus Widyantoro, Nanik Supriani dkk, sedangkan buku Bahasa Indonesia karangan Sri Murtono, Agus Sumali Isudjino, Joko Triyono, dan Mawardi. Buku bermasalah yang dibeli dari distributor tersebut, menurut Zainuddin berharga Rp 20.000/buah dan dinilai murah. Kasus serupa Kasus serupa juga ditemukan di SMPN 1 Ulee Gle. Kepala SMPN 1 Ulee Gle, Drs Muhammad bersama sejumlah guru sempat terkejut ketika wartawan Serambi melakukan pengecekan ke sekolah itu. Ternyata setelah dipastikan, juga ditemukan kasus serupa pada buku terbitan Media Tama dan Anak Cerdas Nusantra. Kadis P dan K Pidie, Drs H Syamsuddin MM yang ditanyai Serambi, Jumat (16/3) mengaku belum mendapat laporan tentang hal itu. Pihak dinas, tambah Syamsuddin, hanya sebatas menganjurkan kepala sekolah agar buku yang dibeli dengan dana BOS harus memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran sesuai peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 26 Tahun 2005. Menindaklanjuti laporan temuan gambar gereja dan palang salib pada buku Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di MTsN Ulee Gle, pihak Dinas P dan K segera akan menurunkan tim ke sejumlah sekolah di Pidie untuk menyelidikinya. ";Insya Allah, hari Selasa nanti akan kita turunkan tim,"; sebut Syamsuddin. Kakandepag Pidie melalui Kasi Mapenda, Drs Yusmadi, kepada Serambi mengatakan, pihaknya mengharapkan kepada kepala sekolah jika menemukan kasus seperti itu, selain bukunya segera ditarik juga harus menghubungi distributor untuk dikembalikan
