Betul sekali Bung Fadli Kaban, rebut kembali saja secepatnya, dan bila perlu 
seluruh Umat Islam di Indonesia diberi ilmu pengetahuan tentang Injil, agar 
semuanya bisa lebih mengerti tentang orang orang diseberang Al Quran, seperti 
halnya orang orang Kristen itu banyak yang tau soal Al Quran lho, oleh karena 
itulah orang orang Kristen itu bisa duduk diam dengan tenang tenang saja dan 
tidak gampang diprovokasi begituan. 
   
  Itu namanya provokasi murahan, dan amat mencoreng nama baik UMAT ISLAM 
INDONESIA, bahkan sekarang ini banyak TKI yang mendapat kesulitan kerja di luar 
negeri, akibat dari provokasi dan perncorengan nama baik UMAT ISLAM DI 
INDONESIA itu sendiri.
   
  Bubarkan saja yang suka nyoreng nyoreng nama baik UMAT ISLAM INDONESIA itu, 
karena UMAT ISLAM yang soleh itu tidak seperti itu sifatnya. Allohhu akbar!!!
   
  Assalamualaikum Wr.Wb

Fadli Kaban <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Setuju.......
     Saya sudah capek agama saya mendapat cap buruk karena tindakan PREMAN2 
yang memakai jubah Islami. Islam itu artinya damai Bung. Islam membawa Rahmat 
bagi seluruh umat. Kalau ingin menjadikan Nabi Muhammad SAW menjadi panutan, 
lihat bagaimana perlakuan beliau terhadap penganut agama lain di Madinah dan 
pada saat penaklukan Mekkah. Tidak ada kekerasan. Tidak ada diskriminasi. 
Allahu Akbar....


  ----- Original Message ----
From: Al-Mahmud Abbas <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, March 17, 2007 12:42:23 PM
Subject: Re: [mediacare] Dukung gerakan "Mari Rebut Islam Kembali" - Re: FPI

    Memang seharusnyalah begitu, meskipun sering kali mereka yang mengaku 
militan memberikan cap 'KRISLAM' untuk Gus Dur. Jangan hanya gembar-gembor 
bahwa Islam itu ramatanlil'alamin, tetapi harus diikuti dengan kesejukan hati 
dan pikiran serta kelapangan nurani yang dilandasi kedalaman spiritualitas 
dalam menghadapi semua masalah seserius apapun. 
Yang sedikit-sedikit mengaku membela Islam tetapi justru melakukan kekerasan 
dan kebrutalan menurut saya memahami agama terlalu dangkal hanya sebatas 
stempel dan warna baju saja. Isu kristenisasi pun juga sebetulnya sering kali 
hanya diperruncing dan  dipertajam untuk melegitimasi tindakan kekerasan dan 
membakar solidaritas atas dasar pemikiran yang sempit. 
Saya punya beberapa tetangga kristen dari beberapa 'aliran' (mereka 
mengistilahkan 'denominasi', ada HKBP, GPIB, Katholik, dll. biasanya 
dicantumkan pada papan nama Gereja) dan cukup akrab termasuk dalam hal 
membicarakan hal-hal lintas agama. Yang pasti saya ketahui dari hasil dialog 
dengan mereka secara serius bahwa untuk menjadi kristen tidak serta merta 
begitu saja bisa dibaptiskan, melainkan seseorang harus mengikuti pelajaran 
lebih dahulu dan untuk dibaptispun tidak serta merta atas kehendak Pastur atau 
Pendeta tetapi atas permintaan pribadi yang diucapkan sendiri tanpa paksaan. 
Itupun untuk selanjutnya seseorang itu bisa menjaga/mengimani terus menerus 
atau tidak juga tergantung pribadinya. Apabila pada suatu saat tertentu merasa 
tidak bisa mengikuti maka tidak ada yang bisa mencegah seseorang tersebut untuk 
meninggalkan kekristenannya. Hal yang sama bisa dan boleh terjadi juga 
sebaliknya, yang penting adalah bahwa seseorang itu pindah agama bukan karena 
alasan
 mencari keuntungan diri sendiri tetapi untuk mencari kebaikan dan memperbaiki 
diri sendiri. Sejauh seseorang ingin menjadi lebih baik (bukan menjadi lebih 
'garang') mau pindah agama apapun seharusnya tidak soal, apalagi Indonesia 
adalah negara yang menjamin setiap penduduknya untuk menganut agama yang 
diyakininya, sekali lagi yang DIYAKININYA. Persoalannya adalah salahkan bila 
seseorang berubah keyakinannya ?? Selama masih banyak yang menganggap salah 
pada orang yang pindah keyakinan maka sia-sia harapan untuk meluruskan 
pemahaman agama. 

Oleh sebab itu Gus Dur pernah mengatakan orang yang sedikit-sedikit gusar itu 
biasanya orang/kelompok orang yang minder.

Selamat merebut Islam kembali.

Wassalam.



  On 3/17/07, idakhouw <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:             Hallo Pak/Bu 
Buntaran, 

Saya sangat mendukung kalau ada gerakan "Mari Rebut Islam Kembali",
ajakan yang pernah saya baca di sebuah milis. 

Saya paham terlukanya Muslim yang 'lurus' (kelompok2 anarkis itu sih
Islamnya 'bengkok' :) menyaksikan Islam dicatut demikian rupa, umat
terus2an dibikin addicted to conspiracy theories, dibikin paranoid
melalui berbagai slogan seperti "Islam Under Attack", dll. 

Namun tanpa upaya aktif mencounternya, pembusukan dari dalam ini akan
terus melenggang. 

Sejauh ini yang saya tahu baru kelompok Gus Dur yang tegas terang2an
melakukan perlawanan. Saya yakin -suka atau tak suka pada Gus Dur-
beliau melakukannya didorong kecintaannya yang dalam pada Islam.
Sayang sekali kekuatan yang mendemonisasi kelompok Gus Dur lewat
berbagai macam teori konspirasi, pelabelan seperti yg disingkat
Sipilis itu demikian kuatnya.

Saya pribadi tak begitu setuju anarkisme dijawab dengan anarkisme,
mungkin harus dipikirkan jalan lain, pokoknya gerakan2 itu jangan
diberi tempat sedikitpun. Selain karena mereka adalah piaraan orang2
kuat, saya pikir kelompok2 preman ini bisa hidup terus karena sedikit
banyak masyarakat sekitar tempat kejadian 'memberi tempat' atau paling
tidak melakukan pembiaran pada tindakan mereka (mungkin karena takut
pada label Islam di dalamnya, mungkin juga karena ketidakpedulian
karena yang jadi korban adalah umat agama lain atau tempat2 hiburan,
atau mungkin malah ada yg diam2 mendukungnya walaupun tak ikut serta). 

Teman kita Aquino pernah menuliskan butir2 gagasannya di sini:
kelompok Muslim 'lurus' turun ke tingkat akar rumput, merebut kembali
warga yang sudah diracuni paham anarkis.

Saya sendiri terpikir satu hal, misalnya warga sekitar TKP tampil
menentang dengan mobilisasi tanda tangan (atau bentuk dukungan lain)
anti gerakan anarkis tiap kali ada kejadian kekerasan yang dilakukan
kelompok2 itu. 
Melalui tindakan2 itu kan, Insya Allah, akan nampak bahwa mereka bukan
bagian dari Islam yang 'lurus'. 

Sementara menyangkut kristenisasi, Herry Permana (He-Man), anggota
milis ini pernah berbagi cerita bagaimana melakukan counter dengan
cara2 yang lebih beradab dan bisa. 

Salam,
Ida Khouw

--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "pbuntaran" <[EMAIL PROTECTED] .> wrote:
>
> Saya sangat mendukung pembubaran organisasi PREMAN mengatas namakan
> AGAMA!!!
> 
> Mungkin bisa di tela'ah lebih dalam siapa orang yang menyetir dan
> mendanai Organisasi PREMAN yang menamakan diri FPI, kalo tdk salah
> salah satu preman profesional di kalangan pemerintahan ORDE Baru
> (belum bisa dibuktikan sih,mungkin msh takut). Itu adalah salah satu
> ide cemerlang bagi PREMAN PROFESIONAL dengan membentuk organisasi2
> preman kelas teri tersebut dengan mengatas namakan agama yaitu "FPI"
> dan mengatas namakan rakyat yaitu "FBR", untuk kepentingan badan
> usaha yang mereka geluti, karena urusan sweaping tempat2 hiburan dan
> majalah porno adalah kedok saja, karena sekarang banyak badan2 usaha
> pemerintah dan swasta dimintai jatah kerja oleh preman2 berorganisasi
> tsb. Seperti jatah pembuangan limbah bahkan smp penempatan lahan.
> 
> Saya seorang muslim bukan krn terlahir dr keluarga muslim, tp saya
> memilih Agama saya berdasarkan hati nurani dan pembelajaran sekian
> lama. Jadi kalau sewaktu2 saya di wajibkan bertempur melawan FPI dan
> ortganisasi lain2nya yang merusak tatanan negara Indonesia, saya siap
> & rela mati demi Negara saya.
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "idakhouw" <idakhouw@> wrote:
> >
> > Tepat sekali Mbak Ani, kelompok2 spt FPI memang sudah benar2 mencoreng
> > wajah Islam. 
> > Karenanya saya pikir umat Islam jangan terkecoh dengan label "Islam"
> > dalam organisasi spt. FPI, tak perlu berbagi sentimen dengan mereka:
> > artinya ketika banyak orang angkat suara menentang kelompok anarkis
> > ini, janganlah merasa Islam yang sedang diserang. Sementara saya juga
> > berharap kalangan yang menentang FPI tidak terjebak menjadi menyerang
> > Islam. 
> > 
> > Organisasi2 preman seperti FPI harus juga dicounter oleh kalangan
> > Muslim yang 'lurus'. Terus terang, terlalu berat bila non-Muslim yang
> > melakukannya, sebab kelompok2 jahat itu akan mudah memobilisasi
> > sentimen semacam ini: "non-Muslim menyerang Islam" dan strategi itu
> > selalu berhasil, perhatikan saja yang terjadi di milis2: bahkan
> > kalangan yang seharusnya bisa berpikir lebih kritispun mudah terkecoh
> > dengan strategi sentimen agama semacam ini. 
> > 
> > Salam,
> > Ida Khouw 










  



  
---------------------------------
  Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.  


          MARI KITA BERSATU PADU
  UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA
  KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
  
      


 
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.

Kirim email ke