18/03/2007 13:10 WIB

 

Hidayat Khawatir Capres S1 Bentuk Pembusukan pada SBY

Rafiqa Qurrata A - detikcom

 

Jakarta - Ketua MPR Dr. H. M. Hidayat Nurwahid, MA., Lc. mengkhawatirkan
terjadinya pembusukan terhadap SBY terkait syarat capres mesti minimal S1 di
UU paket politik.

 

"Saya khawatir itu bagian pembusukan terhadap Pak SBY," kata Hidayat di
sela-sela Musyawarah Majelis Syuro PKS di Hotel Bidakara, Jl Gatot Soebroto,
Jakarta Selatan, Minggu (18/3/2007).

 

Kekhawatiran Hidayat itu muncul menyusul jumpa pers yang digelar Seskab Sudi
Silalahi pada Jumat 16 Maret lalu. Sudi menyatakan, Presiden tidak pernah
menyuruh memasukkan syarat S1 di UU paket politik.

 

"Kasus ini menjadi mirip dengan polemik PP 37/2006. Ada pihak-pihak yang
membentuk penilaian buruk, pihak-pihak yang entah yang mana," kata Hidayat. 

 

"Jangan sampai ini terulang lagi. Pihak-pihak yang terkait harus koreksi
apakah namanya pembusukan atau koordinasi yang lemah. Jadi pada gilirannya
supaya tidak menyusahkan rakyat," kata pria yang punya titel S3
ini.(nrl/ddn)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/18/tim
e/131057/idnews/755603/idkanal/10

 

 

 

18/03/2007 13:17 WIB

 

UUD 45 Tak Atur Capres Mesti S1

Rafiqa Qurrata A - detikcom

 

Jakarta - Ketua MPR Hidayat Nurwahid punya jawaban jitu terkait polemik
syarat capres mendatang mesti minimal S1. Hidayat menegaskan, UUD 45 tidak
mengatur pendidikan capres mesti minimal sarjana.

 

"Saya lebih cenderung kita persiskan saja dengan UUD 45 yang sudah
memberikan syarat-syarat untuk menjdi capres dan itu memang tidak disebutkan
syarat ijazah itu S1," kata Hidayat di sela-sela Musyawarah Majelis Syuro
PKS di Hotel Bidakara, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Minggu
(18/3/2007).

 

"Jadi kita kembalikan juga kepada UUD 45 yang memberikan kedaulatan pada
rakyat di pasal 1 ayat (2)," tegasnya. Pasal yang dimaksud Hidayat berbunyi
Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang
Dasar.

 

Hidayat menilai, saat ini tidak ada capres yang belum muncul di publik.
Capres 2009 sudah kelihatan siapa yang bakal tampil."Jadi rakyat yang
berdaulat ini sudah mengerti tentang tokoh-tokoh ini," kata pemegang titel
doktor ini. 

 

Rakyat, menurutnya, sudah tahu latar belakang para tokoh tersebut, apa
pendidikannya, apa pengalamannya, sehingga semuanya dikembalikan ke rakyat
saja, suka yang pemimpin yang berlatar bagaimana.(nrl/ddn)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/18/tim
e/131744/idnews/755604/idkanal/10

 

Kirim email ke