Mas Ade, Yang dimaksud Mas Putut adalah Pilkada DKI. Ini tentunya berkaitan dengan daya jangkau TV nasional. Buat orang Riau, berita Pilkada DKI itu tidak penting, tapi kenapa mereka "dipaksa" menontonnya? Barangkali ini sesuai ide dan gagasan Mas Ade agar tak ada lagi TV nasional. salam, rd
[EMAIL PROTECTED] wrote: Maaf sekali Mas Putut dan Mas radityo Saya sepenuhnya tidak mengerti mengapa stasiun televisi Jakarta 'tiba-tiba' menaruh perhatian pada pilkada Riau. Tapi barangkali yang terpenting adalah memperhatikan seberapa berimbang peliputan stasiun atas kandidat2 yang sedang bertarung. Kalau nampaknya tidak ada keberpihakan, bisa jadi ini adalah tanda bahwa stasiun jakarta memberi perhatian lebih besar pada demokratisasi di daerah non-Jakarta. Bisa jadi kabar baik? ade armando > Mas Putut di Batam, > > Pertanyaan Anda saya teruskan ke milis mediacare. Disini ada Bung Ade > Armando, mantan bos KPI, juga rekan-rekan dari stasiun TV. Kegalauan > Anda juga dirasakannya. Mungkin beliau bisa menjawab dengan lebih taktis > dan bernas. > > salam, > > rd > > putut ariyotejo wrote: > mas radityo, ijin kan saya bertanya. > > saya tinggal di batam. bbrp hari ini televisi macam > rcti dkk getol beritakan suksesi gubernur dki. > > bagi kami yg ada di luar dki berita itu tidak menarik. > tapi mengapa tipi hebat itu memberi porsi yang lumayan > besar? > > padalah pilgub di daerah lain belum tentu dimuat > apalagi yang adem ayem > > adakah mas radit punya analisa tersendiri ttg fenomena > ini? > > terima kasih > > putut --------------------------------- Get your own web address. Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
