hehehehee...mengharapkan jawaban yang tak kunjung datang. saya kira sesama org 
KPI dulunya bakalan mafhum. ini bicara tentang duit dalam jumlah yang besar.
  lu ngomong ngalor ngidur ttg apa benefit bagi org daerah.  sederhana nya, org 
daerah cuma mau acara TV itu bermutu.  simple, gak mesti diskusi 'yg tdk 
membumi dan tdk realistik di indonesia'. 
  saya ngakak ampe mau terjengkang..
  waktu di KPI kemana aja dulunya? rewelnya di milis doank. 
  oh indonesiaku..
   
  hehehehehehehee....

[EMAIL PROTECTED] wrote:
          Uni yang baik.

Ayolah, kita sedang bicara tentang hal yang sangat serius.
Kenapa Anda menjawab hanya dengan gaya melucu seperti itu.
Saya mau tanya, sebenarnya berapa seriuskah stasiun televisi Jakarta
hendak menerapkan sistem jaringan?
Saya sih menduga, kalian tidak punya niat baik ke arah itu.
Saya duga, kalian sudah terlalu merasa nikmat bisa mengeruk keuntungan
dari seluruh Indonesia tanpa memberi sumbangan apa-apa bagi kesejahteraan
daerah.
Saya rasa, kalian ngak peduli bahwa selama ini seluruh penonton di
Indonesia hanya menjadi angka-angka yang kalian tambahkan pada rating
kalian yang berguna untuk menarik pengiklan.
Kalian nggak pedulilah bahwa orang-orang daerah harus menerima saja apa
yang didikte dari Jakarta.
Kalian nggak peduli dengan demokratisasi.
Kalian nggak peduli dengan desentralisasi..
Uni, saya tanya, Anda tentu pernah belajar soal jaringan televisi swasta
di AS. Lalu, apa yang menurut Anda, membuat di Indonesia kita tidak
mungkin mengembangkan sistem jaringan televisi serupa.

salam

ade armando




  .

 
         

 
---------------------------------
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

Kirim email ke