Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam
Rabu, 21 Maret 2007 14:19
Sidoarjo, NU Online
Warga korban semburan lumpur panas Lapindo, utamanya yang rumah dan tanahnya
ditenggelamkan lumpur pascaledakan pipa gas milik Pertamina, Rabu, di kawasan
sekitar pusat semburan lumpur di Porong, menggelar berbagai aksi, mulai cap
jempol darah dan mengenakan pita hitam sambil membagikan selebaran kepada
pengguna jalan.
Aksi korban lumpur Lapindo tersebut, sebagai simbolisasi "kematian hati
nurani" pemerintah dan Lapindo yang dianggap sudah tidak memperdulikan lagi
korban semburan lumpur yang kini menderita tinggal di pengungsian Pasar Baru
Porong (PBP) maupun tersebar di rumah kontrakan berbagai daerah.
Para korban lumpur yang sudah menderita atas tragedi semburan lumpur yang
sudah berlangsung selama sembilan bulan ini, melakukan berbagai aksi "nekad"
tersebut, sebagai upaya memperjuangkan ganti rugi tunai "cash and carry".
Pasalnya, pemerintah dan Lapindo masih bersikukuh warga korban lumpur
pascaledakan pipa gas milik Pertamina direlokasi plus, yaitu dibangunkan
rumah di sekitar Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, dibebaskan cicilan pembayaran
rumah dan tambahan uang Rp15 juta per-KK.
Rencananya, cap jempol darah terkumpul, berikutnya akan di kirim ke
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. "Kita akan berjuang menuntut
ganti rugi cash and carry sampai titik darah penghabisan. cash and carry
merupakan harga mati," tegas Agustinus Sixon, koordinator aksi cap jempol
darah dari warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I.
Sementara aksi warga Renokenongo yang juga korban lumpur panas Lapindo
pascaledakan pipa gas Pertamina yang mengenakan pita hitam dan membagi
selebaran, berisi butuh kepastian dan bukan janji-janji. Mengetuk nurani
pemerintah dan Lapindo, terutama Wapres Jusuf Kalla yang takkala berkunjung ke
korban lumpur berjanji pemerintah dan Lapindo bertanggunjawab.
"Saat Wapres ke sini, beliau mengatakan bahwa keluarga Bakrie (pemilik
Lapindo Brantas Inc) adalah keluarga baik-baik dan Lapindo pasti
bertanggungjawab. Kami butuh kepastian dan bukan janji-janji. Wapres buktikan
janjimu," ucap Sumarto, peserta aksi yang warga Renokenongo. (ant/mad)
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com