Mas/mbak yang baca bukumiring, kalau mau lucu - lucuan ini yang menurut saya lucu, sang menteri aja bilang gampang n mudah lah ko' bisa-bisanya neng anies eh mas Anies bilang susah dan dipersulit, tujuannya apa ya?? mau cari simpatik dan berperan tertindas?? Ko' hal spt ini tidak dikatakan upaya pembusukan ya oleh Hidayat Nurwahid seperti yang beliau sampaiakan menanggapi usulan presiden S1, ehemm emang pak Hidayat punya bukt??pak ustadz, katanya ga' boleh su'zhon, tapi ini ko' ...
Mas Anis, proyek Wiranto 4 RI-1 emang masih berlanjut?? pantes kasus pelanggaran HAM Trisakti ditolak. ========== IndoPos Rabu, 21 Mar 2007, Bantah PKS, Anton-Adhyaksa Mengaku Mudah Temui Presiden JAKARTA - Pernyataan Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta bahwa menteri-menteri asal PKS kesulitan menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono patut dipertanyakan validitasnya. Dua menteri asal PKS, Menteri Pertanian Anton Apriantono dan Menpora Adhyaksa Dault, membantah mengalami kesulitan seperti yang dikatakan Anis. Anton dan Adhyaksa mengaku tidak habis pikir atas pernyataan Anis itu. "Dari mana sumbernya. Saya kira itu pernyataan ngawur," ujar Anton usai rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden kemarin. Dalam pernyataannya yang dimuat di Jawa Pos/Indo Pos pada 20 Maret, Anis mengatakan bahwa ketiga menteri dari PKS, Anton, Adhyaksa, dan Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari, sering mengeluh sulit menemui presiden di luar rapat kabinet. Akibatnya, jalur koordinasi tidak efektif. Keluhan itu, menurut Anis, disampaikan para menteri saat pertemuan Majelis Syura PKS 17-18 Maret lalu. Menurut Anton, yang dikatakan Anis sama sekali tidak benar. Sebagai menteri, dirinya tidak pernah kesulitan untuk berkoordinasi dengan presiden. "Saya tidak merasa pernah mengeluh seperti itu," katanya. Adhyaksa saat dihubungi melalui telepon juga kaget dengan pernyataan Anis. "Saya tidak pernah mengatakan apa pun kepada Anis karena saya juga jarang bertemu," ujarnya. Untuk bertemu SBY, lanjut Adhyaksa, dirinya tidak pernah mengalami kesulitan. Bahkan, cukup mudah karena dia sudah kenal baik dengan SBY sejak ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu menjadi Kasdam. "Saya, kalau mau bertemu presiden, cukup telepon ajudan. Atau, saya langsung datang ke istana. Begitu longgar, saya langsung masuk ke ruangan. Bisa juga salat Jumat bersama di masjid istana. Tidak sulit," jelasnya. Baik Adhyaksa maupun Anton mengaku tidak tahu motivasi Anis menyebar informasi yang tidak akurat. "Saya tidak habis pikir apa maksudnya," tutur Adhyaksa. Dihubungi terpisah, Anis Matta tetap mempertahankan argumennya. Keluhan yang diklaimnya sebagai pernyataan menteri-menteri PKS juga menjadi masalah menteri lain. "PKS kan selalu mengevaluasi kinerja kabinet. Keluhan mereka bukan dari menteri PKS saja," jelasnya. Evaluasi kabinet oleh PKS, lanjut Anis, tidak hanya dilakukan terhadap menteri-menteri wakilnya, tetapi secara keseluruhan. Hasil evaluasi tersebut adalah adanya kelambanan koordinasi dan manajemen di dalam kabinet. "Kalau koordinasinya lancar, tidak mungkin ada banyak masalah yang terlambat penanganannya. Contoh sederhana adalah kasus Lapindo," tandasnya. Ditanya tentang bantahan Anton, Anis mengatakan, ada kemungkinan perbaikan sudah dilakukan. Namun, laporan yang selama ini masuk ke DPP PKS adalah adanya kelambanan koordinasi di internal kabinet. "Mungkin karena akhir-akhir ini banyak program pertanian yang diresmikan SBY, jadi Pak Anton mengatakan koordinasinya lancar," tukasnya. (tom/cak)
