Wah berita dari detik yang diambil pas yang sepotong-sepotong Aba berita dari detik yang cerita soal kronologis barangkali lebih membantu
Pesawat Cathay Pacific Tamsil jurusan Jakarta-Hongkong-Toronto ndak lewat wilayah Amrik Tamsil udah dapat visa dari kedutaan Kanada sepekan sebelum keberangkatan Ketika di konter Cathay usai pemeriksaan fisik bagasi, tiba-tiba pihak petugas Cathay meminta paspor Tamsil untuk diperiksa. Pihak konter Catahy mengatakan mereka baru saja menerima telpon dari Kedutaan AS untuk membatalkan keberangkatan Tamsil. Cathay lalu menghubungi kedutaan Kanada, dan pihak Kanada mengatakan akan berkoordinasi dulu dengan kedutaan AS. Lalu, kedutaan Kanada pun mengatakan dengan berat hati Pak Tamsil nggak bisa berangkat. Cindy dari Kedutaan Kanada setelah memberi tiga alasan soal terorsime dan Kompak kenapa Tamsil tiba2 ditunda keberangkatannya mengatakan : ''Kami sebenarnya tidak takut Pak Tamsil datang ke Kanda. Kami hanya tidak ingin terjadi apa-apa dengan Pak Tamsil di sana,'' On 3/24/07, Sato Sakaki <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bagi yang pelupa dan "pura-pura" lupa, ini sedikit latar belakang orang bernama Tamsil Linrung ini, pimpinan KOMPAK yang dicurigai punya kaitan erat dengan kerusuhan berdarah di Poso. Dia juga dikenal sebagai temannya Agus Dwikarna komandan Laskar Jundullah dan teroris termasyhur Fathur Rohman al-Ghozi yang ditembak mati aparat keamanan Filipina di Cotabato bulan Oktober 2003, tiga bulan sesudah lolos dari penjara. Barangkali dia kira perang melawan terorisme sudah berakhir. Tapi saya kira yang bernasib seperti dia bukan hanya dia sendiri. Entah berapa banyak pejabat/pakar/dosen/mahasiswa atau wartawan yang sudah siap tuntas mau dinas/tugas-belajar/seminar/kuliah/mengikuti undangan tamasya gratis tiga bulan ke luar negeri, ehh tiba-tiba tak bisa naik pesawat karena tak dapat visa sampai detik-detik terakhir. Entah apa sebabnya. Mungkin dikenali pernah memimpin demo melempari kedubes Amrik dengan batu hehehehe .. http://www.jihadwatch.org/archives/001509.php Indonesia: Terror suspect heads for parliament em1tamsil21.jpeg Tamsil Linrung (SM/dok) In Indonesia, jihad goes to Parliament. Will Linrung bring an exploding briefcase? From The Australian, with thanks to Nicolei: A POLITICIAN soon to be elected in Indonesia has been linked to extremist Islamic organisations, including Bali bombing group Jemaah Islamiah. As the vote count continued in Indonesia's huge elections, Megawati Sukarnoputri's Indonesian Democratic Party of Struggle held a slight edge over its main rival Golkar party yesterday, with 20.77 per cent of the vote to Golkar's 19.96 per cent. With more than a third of the ballot counted, Tamsil Linrung looks certain to take a place in Indonesia's national parliament as the member for south Sulawesi of the Prosperous Justice Party (PKS). Mr Linrung, a Makassar businessman, was arrested at Manila airport two years ago when explosives were found in his suitcase. He was released on the orders of Philippines President Gloria Arroyo, following some high-level diplomacy between Jakarta and Manila. As a PKS parliamentarian, Mr Linrung is likely to have some clout in the national assembly. The Islamic-oriented PKS is the success story of the Indonesian elections, and is predicted to win more than 7 per cent of the vote. A leading businessman in south Sulawesi's capital of Makassar, Mr Linrung was listed at number one on the party's south Sulawesi candidate list. Mr Linrung was the national leader of the Islamic charity Kompak, which has been linked to the violence between Muslims and Christians in central Sulawesi. The bloody conflict, centred in Poso, has left hundreds dead. A report released in February by the International Crisis Group, titled Jihad in Central Sulawesi, refers directly to Kompak. "From the beginning, Kompak had one foot in radical violence and one foot in the Muslim establishment," the think tank's report says. It focuses on the Mujaheddin Kompak, a Muslim militia set up by a branch of the charity, and how it both competed and co-operated with JI in Poso. Mujaheddin Kompak was joined by former JI members impatient for action and was "leaner, meaner and quicker" than JI, the report says. Mr Linrung had earlier connections with JI, according to a 2002 ICG report. It notes he was present at a meeting called in Malaysia in late 1999 by the radical Islamic cleric Abu Bakar Bashir, said to be JI's spiritual leader. Besides Mr Linrung, the report says, the notorious JI leader Hambali was present, as well as a representative from the Moro Islamic Liberation Front, a Philippines terror group, and two people from the Islamic Malaysian party PAS. The PKS was known for its hardline stance on religion, but moderated its demands for sharia law before the election. The chief of the party's south Sulawesi council, Surya Darma, said Mr Linrung was regarded as a hero locally. He said the Manila arrest was a frame-up and Kompak was a humanitarian Islamic organisation. Posted by Robert at April 10, 2004 08:41 AM --- loekyh <[EMAIL PROTECTED] <loekyh%40hotmail.com>> wrote: > IMO, sangat mungkin jalur penerbangan Tamsil cs > mengharuskan transit > di salah satu bandara AS, atau paling tidak melalui > wilayah udara > AS. Dalam hal ini, AS berhak menolak pesawat yang > ditumpangi Tamsil > Linrung, walaupun Tamsil tak ada masalah dengan visa > masuk dari Kanada. Jangan diplesetkan menjadi > > "Tamsil Linrung di larang pergi ke LN (keluar > Indonesia) oleh pemerintah AS". > > Larangan bepergian ke LN (BEDAKAN dg penolakan > memasuki wilayah AS) > ini mustahil dikeluarkan oleh pemerintah AS sehingga > aneh sekali reaksi Tamsil Linrung (dan juga Agung > Laksono) yang MERASA dilarang > ke LN oleh pemerintah AS yang saya yakin berhak > menolak Tamsil memasuki wilayahnya. > > Juga reaksi Tamsil Linrung, AM Fatwa, dsb, terkesan > MERASA SELALU DI PIHAK YANG BENAR, tidak merasa malu2 > 'berdemo' karena gagal jalan- > jalan ke LN. Reaksi Tamsil juga terkesan sekali > memanas-manasi masyarakat luas dan para politikus > lain dengan mengklaim kasus ini > sbg 'penghinaan kepada DPR dan negara'. IMO, kalau > mau protes, > paling tepat ke pemerintah Filipina dong (yang > membuat 'citra'-nya buruk di mata pemerintah AS). > > Berita lain (koran lokal daerah Tamsil, Fajar) > menyebutkan, negara Kanada lah yang menolak Tamsil > Linrung sehingga dubes Kanada > dipanggil. Memang simpang siur omongan pejabat, > anggota2 DPR dan berita koran di Indonesia. > > Btw, masih ada kutipan berita dari Detik.com sekali > yang bagi saya terkesan tak profesional. Misalnya > berita tsb dibumbui dengan kata- > kata dan sebutan subyektif (sinis?) seperti "POLISI > DUNIA Amerika menunjukkan TARINGnya ... ". Sorry nih > Detik.com seandainya komentar > saya ini salah. Kan saya bukan wartawan? :-) > > Salam __________________________________________________________ Sucker-punch spam with award-winning protection. Try the free Yahoo! Mail Beta. http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html
-- Rahmad Budi H Republika Jl Warung Buncit Raya 37 Jaksel 0856 711 2387
