namanya juga meeting sama owner, terserah
ownernya mo ngasi ijin apa gak....kalo gak suka dengan perlakukan owner
mendingan nyari kerjaan baru lagi aja.
Posted by: "Fariman Whk" [EMAIL PROTECTED]
farimanwhk
Sun Mar 25, 2007 5:05 am (PST) Sebelum nulis,
baca dulu dengan cermat apa yang terjadi.
Rapat dimulai jam 8:00 dan sampai jam 14:00 rapat belum juga selesai;
sedangkan untuk perusahaan yang normal/manusiawi antara jam 12 sampai jam 13
itu adalah waktu istirahat.
Kalau anda orang Muslim, anda akan tahu bahwa wajib bagi orang Muslim
melakukan ibadah sholat adalam satu hari 5 waktu: Shubuh, Dzuhur, Ashar,
Maghrib dan Isa; semuanya mempunyai waktu yang tetentu dan akan lebih baik
jika dilakukan tepat waktu.
Waktu Dzuhur adalah sekitar jam 12:00; pada saat karyawan minta waktu
untuk shalat sebenarnya karyawan tersebut sudah mengundurkan waktu shalatnya
sebanyak dua jam dari ketentuan, tapi masih saja tidak diizinkan dan malahan
dimarahi. Shalat paling lama memakan waktu sekirtar 10 menit, jadinya tidak
akan memakan waktus ehinggak seperti apa yang anda katakan, seluruh waktu
dijadikan untuk ibadah.
Ada pertanyaan buat administrator bagaimana ya meng-unsubcribe milis ini ?
fwhk
----- Original Message ----
From: ati gustiati <hatiku_rumahku@ yahoo.com>
To: sastra-pembebasan@ yahoogroups. com; [EMAIL PROTECTED] ps.com;
RumahKitabersama@ yahoogroups. com
Sent: Sunday, March 25, 2007 8:09:32 AM
Subject: [mediacare] Re: Isu SARA, Tasikmalaya Mencekam.
yay yay yay.....kenapa enggak diselesaikan lewat jalur hukum ?, case nya
disini apa sih? dilarang beribadah ? maksudnya gak boleh sembahyang gitu?
kalau sembahyang dlm waktu istirahat karyawan kan bisa dong, kalau memang
jadwal kerja..ya mana bisa, kita kerja diperusahaan ya hrs ikutin regulasi
perusahaan dong, pengaduan2 soal hukum kok ke tokoh masyarakat ? alias tokoh
agama? ....Director Halim mungkin kesel karyawan sembahyang pada jam2 kerja,
bukan berarti melarang beribadah sesuai dengan agama si karyawan, gak masuk
akal masak ada Director ngelarang hal2 begini, saya juga kalau punya
perusahaan jam2 kerja dipake ibadah kesel lah....business is business, ibadah
ya ibadah, jangan dicampur baur, enak aja emang nya revenue perusahaan bisa
dikeruk dari ibadah? sorry bukan nya saya malah memperkeruh suasana "SARA"
ini, kesel aja dgn cara2 org kita mengatasi masalah2 begini apalagi tokoh2
masyrakat yg menteror sampai toko2 pada tutup, I am sick of this shit !
Sumar Sastrowardoyo <[EMAIL PROTECTED] net
------------ --------- --------- --------- --------
TASIKMALAYA - Kota Tasikmalaya mencekam. Sejumlah toko memilih tutup
menjelang pukul 14.00. Gara-garanya, tebersit kabar bahwa tokoh agama
se-Tasikmalaya bakal berunjuk rasa.
Sasarannya adalah diler mobil Dahana Berlian. Penyebabnya, direktur diler
tersebut, Khairul Halim, diberitakan melarang karyawatinya beribadah sesuai
agamanya.
Berita bernuansa SARA tersebut berawal dari kedatangan beberapa karyawati
diler tadi ke rumah Khaeruman Azam, tokoh agama Tasikmalaya. Dewi, salah
seorang karyawati itu, mengadu karena dilarang beribadah oleh Halim di tengah
rapat perusahaan.
Menanggapi pengaduan tersebut, Azam bersikap hati-hati. Dia menyumpah
tujuh karyawati yang mengadu padanya. Tujuannya, agar mereka menceritakan
kejadian apa adanya tanpa ditambahi atau dikurangi.
"Setelah disumpah, mereka menceritakan kejadian pada 3 Maret itu," tambah
Azam. Saat itu, para karyawati tengah mengikuti rapat bersama Halim mulai
pukul 08.00.
Ketika sampai pukul 14.00 rapat tidak juga selesai, mereka minta izin
untuk beribadah sesuai agamanya. Bukannya mendapat izin, mereka malah dimarahi.
Yang membuat mereka tidak terima, Halim melontarkan ungkapan-ungkapan yang
mendiskreditkan agama para karyawati tersebut. "Hampir setengah jam bos itu
marah," kata Azam menirukan pengakuan para karyawati itu.
Untuk menegaskan pengaduan tersebut, Azam minta para karyawati itu membuat
laporan tertulis. Bersama tokoh-tokoh lain, Azam membahas pengaduan tersebut.
Pada saat yang sama, Halim datang untuk memberikan klarifikasi. Berita
yang berkembang, Halim berniat menyuap para tokoh agama tadi agar tidak lagi
mempermasalahkan kasus itu.
Berita tersebut dibantah Tubagus Miftah Fauzi, tokoh lain yang ikut dalam
pertemuan itu. Fauzi menjelaskan bahwa Halim datang dengan mengajak seseorang
yang disebutnya sebagai saksi kejadian di dalam rapat itu.
Namun, belakangan diketahui bahwa orang yang diajak Halim tadi ternyata
tidak hadir dalam rapat yang akhirnya bermasalah tersebut. "Itu menunjukkan
bahwa dia (Halim) memang tidak memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan
masalah tadi," tambah Fauzi. Berdasar fakta-fakta itu, para tokoh akhirnya
sepakat untuk bersikap tegas terhadap kasus tersebut.(rzr/ dir)
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com