Yth Bung Danny., numpang tanya siapa itu Dirk Vlasblom dan tulisan ini diterbitkan dimana? Di Indonesia telah beredar "Islam Jawa" terjemahan Islam in Jawa oleh Cliford Geertz, yang sangat menarik. Terimakasih utk penjelasan, Salam, Bismo DG
----- Original Message ----- From: Danny Lim To: PMKRI Petojo ; Media Care Sent: Monday, March 26, 2007 8:26 PM Subject: [mediacare] Islam di Indonesia ISLAM DI INDONESIA (Buku "Indonesiƫ" oleh Dirk Vlasblom) Meski pun budaya korupsi bertentangan dengan ajaran Islam, dan Islam dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia, namun korupsi marak di Indonesia. Ini diakibatkan muslim di Indonesia lebih mementingkan formalitas Islam seperti berdoa lima kali sehari, mengunjungi mesjid, ketimbang memahami/melaksanakan ajaran Islam. Hampir semua muslim di Indonesia dari aliran Sunni, namun terbagi dua kelompok: kelompok tradisional dan kelompok modern. Kelompok muslim tradisional menempati pulau Jawa dan agak mistik, percaya takhyul dan sering berkomunikasi dengan arwah. Mereka sering menyelenggarakan selamatan untuk mengusir arwah jahat, sering mengunjungi makam keluarga atau makam tokoh penting. Bila mendapat kesulitan, tak jarang mereka pergi ke dukun minta pertolongan. Kyai adalah kepala pesantren dan biasanya pernah bertahun-tahun tinggal di Mekah. Kelompok muslim modern rata-rata pernah mengenyam pendidikan kolonial Belanda. Kelompok ini di tahun 1912 mendirikan gerakan pembaharu Islam bernama Muhammadiyah. Kelompok ini berpegang teguh kepada Quran dan Hadith. Karena pintar, rata-rata muslim Muhammadiyah mampu menginterpretasi sendiri Quran, tanpa bantuan Kyai. Muhammadiyah menentang pemujaan makam, menentang komunikasi dengan arwah dan menentang praktek pedukunan. Melihat munculnya Muhammadiyah sebagai unsur pembaharu Islam di Indonesia, kelompok kyai tradisional di atas bereaksi dengan mendirikan Nahdlatul Ulama (NU). Gerakan NU kini merupakan gerakan muslim terbesar di dunia. NU menampilkan kelompok yang fleksibel berkaitan dengan perkembangan masyarakat. Di tahun 30-an NU telah bereksperimen dengan pendidikan campur, murid laki-laki dan murid perempuan, NU juga menerima profesi hakim wanita, padahal menurut ajaran Islam konvensional, hakim wanita tak diijinkan. Maka kyai-kyai NU yang dulunya tradisional, kini malah menjadi lebih modern dari kyai-kyai Muhammadiyah yang sudah modern. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama bersama memiliki sekitar 70 juta pengikut di Indonesia. Tanggal 15 Oktober 2003, dua kelompok Islam ini menanda-tangani perjanjian memerangi korupsi di Indonesia. Mereka mulai berkampanye nasional mengganyang korupsi dan menciptakan management intern yang transparan, berintegritas, adil dan partisipatif. Namun lain teori lain praktek, pada pemilihan umum yang lalu banyak kyai NU bertindak sebagai makelar saja. Mereka memberikan suara kepada pihak yang bisa menyumbang duit untuk pesantrennya. Namun tokh situasi paska perjanjian Muhamadiyah-NU sudah lebih mendingan dibanding dulu. Baik Muhammadiyah mau pun NU menentang pemaksaan agama di Indonesia, agama harus bebas. Selain Muhammadiyah dan NU, kemudian muncul gerakan Islam radikal bernama Darul Islam. Darul Islam menentang kolonial Belanda. Imam utama Darul Islam bernama S.M. Kartosuwiryo, yang memproklamirkan NII (Negara Islam Indonesia) di tahun 1949 di Jawa Barat. Gerakan Darul Islam berhasil digulung oleh TNI, dan Kartosuwiryo dieksekusi di tahun 1962. Kematian Kartosuwiryo tidak mematikan aspirasi Darul Islam. Beberapa imam melanjutkan cita-cita Darul Islam, seperti Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir. Berdua mereka mendirikan sekolah agama Al-Mukmin di Solo. Sekolah itu masih berdiri sampai sekarang dan memiliki sekitar 2000 murid dan memperjuangkan Shariah. Soeharto yang muslim memaksa Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir menganut Pancasila. Ketika mereka menolak permintaan Soeharto, dua pentolan Al-Mukmin itu pun dicekal oleh Soeharto. Sekeluarnya Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir dari penjara di tahun 1985, mereka mengungsi ke Malaysia dan mendirikan Jemaah Islamiyah di sana. Jemaah Islamiyah yang beranggotakan muslim militan muda Indonesia, beroperasi sampai ke Filipina dan Afghanistan. Bom Bali adalah kinerja Jemaah Islamiyah. Selain itu muncul pula sempalan-sempalan Islam yang berorientasi ke Timur Tengah, yang paling besar adalah Tarbiyah yang merupakan cabang dari Persaudaraan Islam yang didirikan oleh Hasan Al-Banna, seorang Mesir. Cita-cita Tarbiyah adalah mendirikan negara Islam. Namun tokh Tarbiyah berkata, bahwa demokrasi tidak bertentangan dengan ajaran Islam, malah pencapaian cita-cita negara Islam bisa ditempuh lewat jalur demokrasi. Di tahun 1999 berdirilah di Indonesia partai politik beraliran Tarbiyah bernama PK (Partai Keadilan). Pada pemilihan umum ketika itu, PK meraih 7 kursi dari 500 kursi DPR. Di tahun 2004 PK berganti nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera), yang berhasil meraih 7% dari kursi parlemen berkat kampanyenya di kampung-kampung dan desa-desa. Aliran Islam termuda di Indonesia adalah gerakan Salafi yang berasal dari Arab Saudi, dibawa ke Indonesia di tahun 1990 oleh alumni-alumni Timur Tengah. Imam Salafi adalah Jaf'ar Umar Thalib yang pernah bertempur di Afghanistan. Di tahun 1994 Thalib mendirikan sekolah agama di Yogyakarta untuk remaja miskin. Lain dengan aliran Tarbiyah-nya PKS, aliran Salafi anti demokrasi. Di tahun 2000 Jaf'ar Umar Thalib menyatakan jihad terhadap umat Kristen di Maluku. Beberapa ribu Laskar Jihad berangkat ke Ambon dan sekitarnya. Namun Jaf'ar Umar Thalib anti Osama bin Laden dengan Al Qaeda-nya, sebab Osama bin Laden melawan Arab Saudi. Siapa melawan negaranya sendiri (dalam hal Osama bin Laden, melawan Arab Saudi) berarti penyimpangan, begitu keyakinan Jaf'ar Umar Thalib. (DL - cerita ini sama sekali tidak mengungkit asal usul serta peran FPI).
