Kalau topik yang tak esensial seperti ini saja nggak ketulungan 
akurasi penulisan beritanya di eramuslim.com, apalagi untuk topik2 
lain yang dianggap esensial (akidah, dsb).

Mungkin dewan redaksi eramuslim mengira era nulis jaman sekarang 
masih spt era nulis majalah jaman sebelum ada internet (atau sebelum 
ada koran?): nulis bo'ong apa saja ndak ada orang luar yang tau.

Salam

--- In [email protected], amartien <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Yang menulis artikel ini tidak bertanggung jawab.  Ataukah sengaja 
ingin membodohi masyarakat?  
>    
> Memang banyak di Indonesia yang menelan mentah2 apa yang disajikan 
di majalah, media favorit mereka.  
>    
> Menurut penulis artikel tsb.:
> "Tiras majalah Islam yang baru muncul itu kini sudah mendekati 
tiras majalah remaja AS Seventen, yang semula merajai minat remaja 
puteri di Amerika."
>    
> Seperti yang sdri. Debbie bilang, itu memang tidak masuk akal.  
Dan dibawah ini adalah buktinya.
>    
> Sirkulasi majalah Muslim Girl di AS adalah 50,000.
>    
> http://www.chicagotribune.com/news/local/chicago/chi-
0703230284mar23,1,3704437.story?coll=chi-newslocalchicago-hed
>    
> Sedangkan majalah Seventeen adalah 2,3 juta.
>   
> http://query.nytimes.com/gst/fullpage.html?
res=9805E5DF1031F930A15751C1A960958260
>    
> Mungkin saya tidak bisa menghitung, tetapi menurut saya 50,000 itu 
masih jauh sekali dari 2,3 juta.
>    
> Tidak heran banyak penduduk Indonesia yang tidak tahu duduk 
sebenarnya ber-macam2 masalah, bukan hanya dikarenakan oleh 
terbatasnya bahan bacaan, tetapi juga kwalitas dari pada penerbit 
bahan2 bacaan tsb. 
>    
> amartien
>    
>   
> Debbie Sumual-Patlis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>             SELAMAT! BRAVO! BAGUS!
>    
>   Tapi kalau menyaingi tiras Seventeen ya nggak mungkin lah Mas... 
itu tidak masuk akal, bahkan akal bebek yang tidak bisa menghitung 
berapa jumlah muslim (remaja putri) dan berapa jumlah remaja putri 
non-muslim yg membaca Seventeen sekalipun.
>    
>   Begini, ya... boleh-boleh saja Anda berbangga diri (to be 
honest, yg mustinya bangga adalah Amerika gak seh, karena majalah 
ini boleh terbit?), tapi mbok jangan ngawur.
>    
>   Sekali lagi, CONGRATS! 


Kirim email ke