Awas ada POLISI LAGI TIDUR, kayaknya slogan ini bener banget, tugas polisi pun
sudah digeser oleh digdaya FPI. trus sekarang harus minta perlindungan kepada
siapa lagi di Bumi Indonesia ini???????????
Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Katanya kalau demo menentang FPI bisa celaka duabelas. Sebab mereka
adalah serdadu Allah di bumi dan di dunia seberang. Mereka mempunyai
wewenang, dan
mencegat ditengah jalan waktu menuju ke dunia seberang. Begitu hebat posisi
mereka
membuat negara dan Presiden,Wakil presiden, petinggi tentara dan polisi tidak
berani
berkutik untuk melarang aktivitas penghajar pihak-pihak yang dianggap kurang
manis.
----- Original Message -----
From: debbie sumual
To: [email protected] ; forum pembaca ; milis PKS ; milis sahabat
Sent: Friday, March 30, 2007 3:28 PM
Subject: Re: [mediacare] Tindakan FPI, PII dkk sangat memalukan!
Ayo dong, kalian2 ini mendemo FPI dkk. Jgn diam saja.
Banyak yg mau tapi gak mungkin krn mereka non-muslim. Nanti urusannya
jadi melebar gak puguh.
Yang harus beregrak adalah saudara-saudara muslim sendiri.
firdaus cahyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear all,
Sebagai seorang muslim saya malu, kecewa dan marah terhadap prilaku
yang ditunjukkan oleh kawan2 FPI, FBR, PII,Front pembela merah putih dan
ormas2 lainnya..
Saya jadi bertanya-tanya apa bedanya tindakan mereka (FPI, FBR,
PII,Front pembela merah putih dan ormas2 lainnya tsb) dengan Fir'aun yang
mengganggap dirinya Tuhan dan menghukum orang2 yang tidak sepaham
dengannya...sungguh-sungguh memprihatinkan kelakuan ormas2 yang
militeristik dan fasis tersebut.
Jika diakitkan dengan Pilkada Jakarta, tindakan premanisme yang
dilakukan oleh FPI, FBR dan PII di jakarta kemaren itu sebagai black
campaign terhadap PKS. Sulit untuk tidak menduga kalo Cagub DKI yang
diusung PKS menag dalam Pilkada DKI mendatang menang maka akan semakin
menyuburkan tumbuhnya dan arogansi kelompok yang mengatasnamakan islam
tapi prilakunya sangat arogan tsb.
=================================================================
PERNYATAAN SIKAP
PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA (PRP)
Tangkap pelaku penyerangan terhadap massa Papernas !!!
Hentikan tindakan diskriminatif politik terhadap kelompok tertentu !!!
Salam rakyat pekerja,
Hari ini kembali terjadi pembungkaman terhadap nilai-nilai demokrasi
yang seharusnya dilindungi oleh negara. Hak individu dan kelompok tertentu
untuk dapat mengungkapkan pendapatnya, ternyata masih saja menjadi barang
yang langka di Indonesia ini. Ini terbukti dengan penyerangan yang
dilakukan oleh kelompok Laskar Pembela Islam � laskar di bawah bendera
Front Pembela Islam terhadap massa Partai Persatuan Pembebasan Nasional
(Papernas).
Sejak pagi rencana Papernas untuk menggelar deklarasi partainya di
Tugu Proklamasi memang telah mendapat ancaman dari berbagai organisasi
massa (ormas) yang menentang ajaran komunis gaya baru. Ormas-ormas seperti
Front Pembela Islam (FPI), Front Betawi Rempug (FBR), Pelajar Islam
Indonesia (PII), Front Pembela Merah Putih dan beberapa ormas lainnya
telah menduduki Tugu Proklamasi, tempat yang menjadi rencana digelarnya
deklarasi Papernas. Mereka berusaha membatalkan acara deklarasi Papernas
di Tugu Proklamasi dengan alasan karena Papernas mengusung ajaran komunis.
Sudah beberapa kali acara Papernas dibubarkan oleh ormas-ormas Islam
karena diduga mengusung ajaran komunis. Namun sebenarnya hal itu menjadi
tidak masuk akal ketika kita berpikir bahwa ajaran komunis telah dilarang
di Indonesia. Jelas bahwa TAP MPRS No XXV tahun 1966 yang menyatakan
pelarangan ajaran Marxisme, Leninisme, dan Komunisme dilarang di
Indonesia. Bahkan tidak ditemukan dalam anggaran dasar Papernas yang
menyebutkan bahwa Papernas mengusung ajaran komunis.
Artinya pembubaran tersebut tentunya dilatarbelakangi oleh
kepentingan lain selain masalah ideologi. Isu yang rencananya akan diusung
oleh Papernas dalam aksinya kali ini di Jakarta , yaitu tentang masalah
pendidikan dan kesehatan untuk rakyat serta masalah kemiskinan. Dan
sebenarnya itu juga merupakan hak mereka (anggota Papernas) untuk
melakukan aksi dan deklarasi, karena jelas hak tersebut dilindungi oleh
negara.
Penyerangan terhadap massa Papernas pun dilakukan oleh massa FPI di
JL Dukuh Atas. Massa Papernas yang sebagian besar wanita dan ibu-ibu lari
ketakutan ketika massa FPI tersebut melakukan penyerangan. Beberapa orang
dari massa Papernas kemudian terluka karena dihujani lemparan batu oleh
massa FPI. Ini jelas merupakan perlakuan yang sangat tidak manusiawi dan
tidak menghormati nilai-nilai Hak Asasi Manusia seseorang.
Dengan adanya penyerangan dari FPI dan penolakan beberapa ormas yang
berusaha membatalkan deklarasi Papernas, jelas itu merupakan pelanggaran
HAM. Itu merupakan pembungkaman terhadap hak-hak seseorang atau kelompok
dalam mengungkapkan pendapatnya. Bahkan tindakan penyerangan oleh FPI yang
merupakan bagian dari tindakan kekerasan merupakan tindakan yang melanggar
hukum di Indonesia. Diketahui akibat penyerangan tersebut, beberapa
anggota Papernas mengalami luka-luka dan takut untuk pulang. Akibat
penyerangan tersebut juga telah merugikan supir-supir bus yang mengangkut
massa Papernas, karena bus-bus yang ditumpangi oleh massa Papernas
dihancurkan oleh massa FPI.
Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) menyatakan sikap:
Tangkap dan adili para pelaku penyerangan terhadap massa Papernas.
Karena jelas tindakan tersebut merupakan tindakan yang melanggar hukum
dan HAM, dan harus ditindak tegas oleh aparat kepolisian.
Bubarkan ormas-ormas yang melanggar hukum dan HAM serta menyebarkan
rasa ketakutan bagi rakyat. Ormas-ormas tersebut seharusnya tidak
dibiarkan melakukan main hakim sendiri dan menyebarkan rasa ketakutan
bagi masyarakat. Maka tidak lebih sebenarnya ormas-ormas tersebut
seperti gerombolan preman yang seharusnya dibubarkan oleh pemerintah.
Hentikan segala tindakan kekerasan, intimidasi dan diskriminatif
terhadap kelompok tertentu. Karena mengeluarkan pendapat merupakan hak
seseorang dan kelompok yang tidak bisa diambil alih oleh kelompok
tertentu, bahkan negara. Maka seharusnya negara melindungi hak-hak
tersebut.
Kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) juga menghimbau kepada
elemen-elemen pro demokrasi untuk bersatu dan melakukan perlawanan
terhadap kekerasan dan diskriminasi politik yang dilakukan oleh kelompok
tertentu.
Jakarta, 29 Maret 2007
Komite Pusat Perhimpunan Rakyat Pekerja
Sekretaris Jenderal
Irwansyah
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to fin your fit.
---------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.22/739 - Release Date: 3/29/2007
1:36 PM
---------------------------------
TV dinner still cooling?
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.