Bung Mustapha, saya yakin pimpinan NU dan Muhammadiyah itu bijak berakal tinggi 
dan akhlaknya dalam. Iran itu negara cukup besar, bukan adidaya, ttp sudah 
pengalaman diserang Irak dengan Saddam Hussein yang digaji dan dipersenjatai 
oleh AS, waktu itu yg berunding Rumnsfeld yg lalu ikut siapkan agresi terhadap 
Irak. Iran waktu itu mengorban ratusan ribu putra yg terbaik sampai anak 
dibawah umur krn Saddam canggih senjatanya dari AS. Iran tidak kalah dan 
berhasil mempertahankan wilayahnya.
   
  Jadi Iran yg banyak SDMnya yg teruji dalam perang saya yakin tidak perlu 
bantuan pasukan! Yg dibutuhkan sebetulnya bantuan diplomasi dan solidaritas 
tapi pemerintah RI sudah khianatinya, nasi sudah jadi bubur.
   
  Lalu secara logistik kirim 190 000 ribu pemuda tanpa latihan militer itu 
kesana juga sangat
  tidak gampang. Naik kapal siapa? Salah-salah bisa ada yg jadi ekstrem lalu 
pulang main kekerasan, bom,kan, seperti zaman Afganistan dulu.
   
  Yang paling penting saya pernah baca di internet ada yg punya pikiran kan di 
Indonesia itu
  banyak sekali target punya AS yang dapat direbut dan dikembalikan untuk 
kesejahteraan bangsa kita? Yaitu semua kontrak dengan ExxonMobile, Freeport dan 
semua perusahaan
  global yg dikuasai atau ikut dimiliki sahamnya oleh AS harus diganti. Ini 
target-target yg sangat dekat, tidak usah latihan militer, atau mati konyol 
dijalan atau siapa tahu Israel masuk perang dengan nuklir. Selain melawan AS 
karena solider sama Iran, keberhasilan seperti Evo Morales di Bolivia dan 
Chavez di Venezuela kan yg akan menikmati bangsa dan umat semua agama di 
Indonesia. Jadi sekaligus dua target kena dalam satu gebrakan.
   
  TCh
   
  

Mustapha Hulman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
          Saya dengar NU dan Muhammadiyah sudah ambil ancang-ancang bila 
sewaktu-waktu Iran diserang AS. Menurut informasi, NU telah menyiagakan 100.000 
dan Muhammadiyah 90.000 juga menyiagakan ,pasukan berani mati untuk bergabung 
dengan tentara Iran. Jumlah ini masih ditambah dari negara-negara Islam 
lainnya. Meskipun demikian, Iran disarankan agar terus memperkuat persenjataan 
dengan waktu yang semakin tipis ini. Sebagai saudara tua tentu, Indonesia akan 
membela saudara mudanya.

Holy Uncle <[EMAIL PROTECTED]> wrote:       >From: T Chandra <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [nasional-list] Re: Mega Kecewa, RI Dukung Resolusi untuk Iran
>Date: Fri, 30 Mar 2007 13:44:54 -0700 (PDT)

>Kesaksian Burks bukti bahwa Mega menghormati kedaulatan RI dan rakyatnya. 
>Beda banget sama SBY dan JK dkk.

***Saya hormati semua mantan presiden RI, karena semuanya menghormati 
kedaulatan RI dan rakyatnya. Anda tidak senangi SBY-JK, lebih2 setelah RI 
Dukung Resolusi untuk Iran. Ini tidak ada hubungan sama kedaulatan RI, jadi 
saya rasa yang anda ingin kemukaan adalah isu 'menghormati rakyatnya'. Boleh 
saya tahu, 'rakyat' itu siapa saja ? NU dan ormas2 Islam ?

>Holy Uncle lebih baik usahakan pendekatan RI dengan RRC, tapi pimpinan 
>sekarang terus lebih seneng sama AS karena didikannya memang begitu sih.

***Pendekatan RI dan Tiongkok, menguntung kedua negara, sama sekali tidak 
karena saya suku Tionghoa.

***Tiongkok saja tetap seneng sama AS, kenapa RI seneng sama AS, anda 
melihatnya satu hal mustahil ?

>Mega mau bebas aktif di politik luarnegri sesuai semangat Bandung (kabarnya 
>Dasa Sila itu juga ikut diformulasi oleh Perdana Menteri RRC, lupa 
>namanya).

***Saya lihat pemerintahan SBY lebih berhasil menjalankan politik luarnegeri 
bebas aktif. Saya selalu ingatkan presiden SBY, minta Ibu Mega mewakili RI 
ke Pyongyang, mematangkan konsep poros Jakarta-Beijing-Pyongyang. Saya 
hormati Ibu Mega, tapi sesalkan Ibu Mega kecewa RI Dukung Resolusi untuk 
Iran.

***PM Tiongkok itu namanya Zhou Enlai.

> Hidup Chavez! Mari kita tiru Chavez yang rapat kerjasama dengan RRC 
>untuk keuntungan dua pihak, bukan biarkan dikeruk SDA kita ludes oleh 
>Amriks!

***Apa bedanya semboyan Hidup Chavez dan Hidup Bung Karno ? Apa Indonesia 
lebih baik dan maju di zaman Bung Karno ?

***Setelah simpanan minyak Venezuela habis, menurut anda, Tiongkok masih 
tetap rapat kerjasama dengan Venezuela ?

***Australia tanpa menjual SDA-nya, masih negara miskin. Menjual SDA lebih 
bagus dari dipendam terus. Konsentrasikan perhatian pada syarat2 kerjasama 
dan cara pembayaran, bukannya demi anti AS, merugikan RI tidak apa2.

***Mau Hidup Chavez ? Minta Chavez jangan jual minyak negerinya ke Tiongkok, 
dipendam saja sampai dunia sudah pakai solar energy, biofuel......

__________________________________________________________
Watch free concerts with Pink, Rod Stewart, Oasis and more. Visit MSN 
Presents today. 
http://music.msn.com/presents?icid=ncmsnpresentstagline&ocid=T002MSN03A07001




    
---------------------------------
  Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels 
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.   

         



 
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
 Try the free Yahoo! Mail Beta.

Kirim email ke