Rabu , 28/03/2007 10:31 WIB
Soal Sex, Indonesia Peringkat Tujuh 
Lathiefa Nur Ilma - detikInet
 
Jakarta, Untuk 'sex', Indonesia ternyata masuk sepuluh besar dunia. 
Negara ini ada di peringkat ke tujuh di bawah jawara seperti 
Pakistan, India, atau Mesir. 

Prestasi itu adalah untuk pencarian konten syuur di Internet dengan 
kata kunci 'sex'. Menurut statistik di TopTenReviews yang dikutip 
detikINET, Rabu (28/3/2007), Indonesia menempati posisi tujuh untuk 
negara dengan pencarian kata kunci 'sex' terbanyak di dunia. 

Berturut-turut posisi sepuluh besar itu adalah: Pakistan, India, 
Mesir, Turki, Algeria, Maroko, Indonesia, Vietnam, Iran, dan Kroasia. 

Menurut data tersebut, setiap detiknya sebanyak 28.258 pengguna 
Internet mengakses konten pornografi dan 372 pengguna Internet 
mengetikkan kata kunci pencarian konten dewasa dalam mesin pencari. 
Selain itu, setiap detiknya pula, sebanyak kurang lebih US$ 3000 atau 
sekitar Rp 27,4 juta dibelanjakan demi mengakses konten pornografi.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 10 ribu sumber termasuk situs 
dan statistik, beberapa laporan dari media internasional serta 
organisasi pro dan kontra pornografi ini juga mendata 20 kata kunci 
favorit yang biasa dipakai untuk mencari dan mengakses pornografi. 
Kata kunci favorit ditempati oleh kata 'sex', kemudian berturut-turut 
diikuti oleh 'porn', 'free porn', 'cyber sex', 'playboy' dan 'nude'.

Namun, kata kunci pencarian pun masih berbau gender. Pria biasanya 
mencari konten porno dengan kata kunci 'porn', 'free porn', 'cyber 
sex', 'playboy' dan 'nude'. Sementara wanita lebih menyukai pencarian 
dengan kata kunci 'adult dating' dan 'adult sex'.

Bisnis Miliaran Dollar

Negara adidaya Amerika Serikat tetap menjadi jawara sebagai produsen 
situs pornografi dengan memproduksi lebih dari 244 juta situs porno. 
Urutan kedua dalam bisnis 'panas' ini ditempati oleh Jerman dengan 
menghasilkan 10 juta situs porno, sedangkan urutan ketiga diraih oleh 
Inggris dengan 8,5 juta situs.

Tak hanya itu, produsen video porno terbesar dunia juga masih 
dikuasai oleh Amerika Serikat, diikuti Brazil, Netherlands, Spanyol 
dan Jepang. 

Industri pornografi di seluruh dunia pada tahun 2006 ternyata mampu 
menghasilkan US$97 miliar atau sekitar Rp 886 triliun (US$ 1=Rp 9142 
sumber:detik.com). Pendapatan pornografi terbesar ada di tangan Cina 
dengan US$ 27,4 miliar atau sekitar Rp 250 triliun. 

Tempat kedua diduduki oleh Korea Selatan dengan pendapatan sebesar 
US$ 25,7 miliar atau sekitar Rp 234 triliun, di urutan ketiga 
bertengger Jepang dengan US$20 miliar atau sekitar Rp 182 triliun. 
Sementara negeri Paman Sam, Amerika Serikat berada di urutan ke-empat 
dengan pendapatan sebesar US$ 13,3 atau sekitar Rp 121 triliun.

Untuk diketahui, seperti dikutip detikINET dari ContactoMagazine, 
Rabu (28/3/2007), angka fantastis pendapatan konten pornografi se-
dunia tersebut sama seperti gabungan pendapatan perusahaan besar 
seperti Microsoft, Google, Amazon, eBay, Yahoo!, Apple, Netflix dan 
EarthLink.(lni/wsh) 


Kirim email ke