HARIAN KOMENTAR
02 April 2007

      Pilot dan Co-Pilot Cekcok Jelang Kecelakaan Garuda GA 200 


     


Detik-detik menjelang Ga-ruda GA200 celaka, ternyata terjadi percekcokan antara 
pilot dan co-pilot. Demikian sebagian bocoran dari kotak hitam. Co-pilot 
mengingatkan agar pesawat tidak langsung mendarat dan sebaiknya berputar-putar 
dulu sebab kecepatannya masih tinggi. 


"Co-pilot ini masih muda, baru memiliki sekitar 2.000 jam terbang. Sedangkan 
pilot cukup berpengalaman de-ngan sekitar 15.000 jam ter-bang," kata Ketua 
Komisi Na-sional Keselamatan Trans-portasi, Tatang Kurniadi ke-pada televisi 
Australia Sun-day, Nine Network edisi hari kemarin yang dilansir de-tik.com, 
Minggu (01/04).


Namun pendapat co-pilot ini tidak digubris. Adu argumen-tasi soal speed dan 
flap itu dimungkinkan membuat mereka tidak konsentrasi. 


Keterangan ini bersesuaian dengan kesaksian para pe-numpang yang selamat, yang 
menyebutkan bahwa kecepat-an pesawat saat menyentuh tanah (touchdown) sangat 
tinggi, tidak seperti biasa.


Menurut Tatang, pilot dan co-pilot ini merupakan pasa-ngan baru dalam satu 
pener-bangan. Pihaknya akan men-dalami apa di balik percek-cokan itu dan apakah 
kedua orang itu bisa bekerjasama atau tidak. 


Seperti diketahui, kecela-kaan pesawat Garuda GA200 rute Jakarta-Yogyakarta di 
Bandara Adi Sucipto, Yogya-karta, itu merenggut 21 nyawa penumpang (07/03). Di 
an-tara mereka terdapat mantan Rektor UGM Prof Koesnadi Hardjasoemantri dan 
beberapa staf pengajar berstrata S3. 


Ketua PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin termasuk yang lolos dari maut dalam 
kecelakaan itu.(dtc) 

 

Kirim email ke