kita tidak pernah demo dan atau protes kalo ada TKW/TKI yg tewas, coba kalo itu 
menyangkut kepentingan barat kok kayaknya cepat benar langsung protes?

Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                     
 http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/042007/02/0314.htm
  
  
 Lagi, TKW Indramayu Tewas di  Yordania
Disebutkan, Kematiannya Karena Radang  Otak Parah  INDRAMAYU, (PR).-
Duka kembali menimpa TKW asal Kab. Indramayu, Siti  Juliah (30), TKW warga Blok 
Kejud, Desa Soge, Kec. Kandanghaur, yang dikabarkan  meninggal dunia di 
tempatnya bekerja, di Yordania. 
 Kabar kematian Siti diterima keluarganya belum lama ini, melalui surat dari  
KBRI di Amman, Yordania yang ditujukkan ke Deplu, Depnakertrans, Disosnaker  
Indramayu, dan Polsek Kandanghaur.
 Dalam surat itu dijelaskan Siti meninggal dunia akhir bulan Februari 2007  
lalu. Hanya saja suratnya baru sampai ke tangan keluarganya, Minggu (1/4).
 Berdasarkan penjelasan, Siti yang sudah 21 bulan bekerja sebagai PRT  
(pembantu rumah tangga) pada salah satu keluarga di Amman, Yordania, meninggal  
karena menderita sakit. TKW itu terkena radang otak parah sampai akhirnya  
mengembuskan napas terakhir.
 "Kalau dalam surat, Siti meninggal karena sakit radang otak parah," ujar  
Rastim (38), kakak kandung Siti, mewakili keluarganya, Minggu (1/4) .
 Sejak memperoleh surat duka tersebut, keluarga Siti langsung pergi ke  
Depnakertrans dan Deplu. Mereka ingin meminta kepastian isi surat itu serta  
kejelasan sebab-sebab kematiannya.
 Hanya saja, pihak keluarga mengalami kesulitan. Sebab, mereka tidak tahu  
PJTKI mana yang memberangkatkan Siti ke Yordania. "Kami kesulitan karena tidak  
jelas PJTKI yang memberangkatkan Siti," ujar Rastim.
 Mayat akan dikirim
 Dalam surat itu juga dijelaskan mengenai pihak Yordania mengantarkan mayat  
Siti yang direncanakan dipulangkan ke Indonesia awal bulan April 2007 ini.  
"Katanya mayat Siti mau dipulangkan awal bulan April ini," ujar Rastim.
 Keluarga Siti yang merupakan buruh tani miskin, mengaku pasrah dengan  
munculnya kabar kematian itu. Hanya saja, mereka belum mengambil kesimpulan apa 
 pun, sebab mayat Siti belum pulang. "Kita tunggu saja kepulangan jenazahnya,"  
ujar Rastim.
 Dijelaskan, Siti sudah bekerja di Yordania selama 21 bulan. Selama itu, dia  
pernah beberapa kali mengirim sebagian gajinya.
 Belakangan, sudah enam bulan tidak pernah mengirim gaji. Lantas, secara  
tiba-tiba Siti dikabarkan meninggal dunia. "Sudah enam bulan tak terima gaji  
maupun kontak. Tahu-tahu adik saya dikabarkan meninggal dunia," ujar Rastim 
yang  mengaku sangat sedih dengan berita kematian adiknya itu.  (A-93)*


 
     
                       

 
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go 
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.

Kirim email ke