HARIAN KOMENTAR
03 April 2007
Pastor Asal Indonesia Tewas Ditembak di Filipina
Pater Fransiskus Madhu SVD (31), pastor asal Kabupaten Ngada, Pulau Flores,
Nusa Teng-gara Timur, tewas ditembak oleh orang tak dikenal, Minggu (01/04)
waktu setempat, di salah satu stasi Paroki St Petrus dan Paulus Lubuagan,
Filipina Utara.
Pelaku juga merupakan buronan polisi setempat yang terlibat perdagangan gelap
senjata. "Kami sangat kehi-langan, sebab Pater Madhu masih muda, semangat kerja
sangat tinggi, yang tentunya masih terbentang harapan baginya untuk berkembang
dalam pelayanan," kata Bru-der Rufinus Rehing SVD dari Sekretariat Propinsi
Societas Verbi Divini (SVD) Ende, Flores, Senin (02/04).
Pater Madhu yang baru ber-tugas di Filipina tahun 2005 itu ditembak saat berada
di sakristi, bagian ruang gereja untuk mempersiapkan misa kudus. Pater Madhu
saat ke-jadian sedang bersiap untuk merayakan ekaristi bersama umat di salah
satu stasi di parokinya.
Menurut Bruder Rehing, jenazah Pater Madhu akan dimakamkan di Filipina yaitu di
kawasan Propinsi SVD San Fernando, Filipina Utara. Namun, kapan waktu pemakaman
masih menunggu kepastian pihak keluarga yang akan ke Filipina. Kasus penembakan
semacam itu merupakan yang pertama kali menimpa imam dari Indonesia di Filipina.