Kalau kita mau jujur, apapun yg terjadi disetiap pertemuan2 Bush dan 
associatesnya di kamp david tanpa wartawan tentunya hanya tembok2 kamp dan 
Tuhan yg tahu, tidak bisa dibayangkan kekuatan negara spt America dlm mendikte 
negara2 ekonomi kecil jajahan nya termasuk RI kita, kekuatan ekonomi dan 
militer America telah dimamfaatkan sepenuhnya oleh Bush administration, bila 
ada negara2 kecil yg bisa dimainkan dalam permainan wayang Bush itu karena 
pilihan2 mereka, Malaysia dengan mentah telah menolak bantuan maupun kebijakan2 
politik AS, seorang Venezuelan Chavez dengan penuh nyali berkata " Bush is the 
devil and he smell like sulfur " dan another statementnya yg paling berani  " 
UN is a wortless ". inilah contoh2 manusia yg tidak mau dijadikan boneka2 
kekuatan politik adikuasa.
  Boneka2 besar didalam peti politik Bush tentu saja hrs rela berperan utk 
menjadi seorang "penjahat perang" atau " pendusta berkaliber" seperti Rice, 
Collin, Cheney utk bisa tetap duduk dalam singgasana kerajaan nya, kalaupun 
mereka menolak tentunya singgasana dan mahkota yg disandanganya akan di 
hancurkan dengan berbagai aligations, kita semua tau kekuatan politik yg mampu 
merekayasa apapun dengan perhitungan2 nya yg matang.
   
  Boneka2 berwujud cepot dan dewala maupun gareng berkeliaran dalam pewayangan 
panggung golek Indonesia, mereka terlihat sangat bodoh seperti badut, hanya 
sayangnya mereka tidak pandai melucu dan membuat penonon tertawa, mereka 
menyeret penonton setianya kebawah kehancuran, mengganti tawa dengan air mata, 
penonton seperti kita dan rakyat lain nya hanya bisa duduk menunggu dibawah 
menanti seorang mahabrata menyelamatkan nasib kita.
  Dimanakah tokoh mahabrata yg memiliki kesaktian moral dan jiwa sebagai 
pemimpin impian rakyat ? mereka belum lahir dari rahim srikandi, mereka hrs 
lahir dari rahim wanita yg gagah perkasa, tidak takut akan kebenaran, dan 
berani berkorban demi kepentingan bengsa dan negaranya .
  Boneka adalah wakil sebuah kharakter manusia, cerminan moral yg diwujudkan 
dalam tubuh plastik dan kayu, boneka2 seperti apakah indonesia ? boneka yg 
terbuat dari kardus ? tentunya akan mudah terbakar oleh percikan api sekecil 
apapun....
   
   
  salam 
  omie
   
   
   
  

BDG KUSUMO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Mas-mas yth., dari kejauhan di daerah pegunungan Eropa Tengah
saya hanya bisa mendoakan supaya bangsa kita cepat dapat me-
milah2 pemimpin mana yang boneka mana yang manusia punya 
karakter. Mungkin berkaitan dengan nation and character building?

Salam, Bismo DG, Czech Rep

----- Original Message ----- 
From: HINU E. SAYONO 
To: Nasional ; sastra-pembebasan ; Rumah Kita Bersama ; Budiarto Shambazy 
Sent: Tuesday, April 03, 2007 2:00 AM
Subject: [nasional-list] (unknown)



Nasib dan perilaku boneka sangat tergantung pada selera ki atau nyi dalang. 
Sama sekali tidak mandiri.

Demikian juga nasib RBTI (Republik Boneka Tiba-tiba Indonesia).
Meski sudah memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Tragis.
Namanya juga boneka.

Gitu, kan, ya mas Bud.
Kok lama tidak nongol. Kemana aja, mas?




Aneka Boneka

Budiarto Shambazy 
KCM - POLITIKA 
Selasa, 03 April 2007


Mantan Panglima Amerika Serikat Jenderal (Purn) Colin Powell hanya bisa membeli 
sedan Volvo S-122 buatan tahun 1966. Ia paham mesin karena terlatih membetulkan 
sendiri mobilnya untuk menghemat biaya. 

Ia marah saat sebagai menlu berbohong di hadapan Dewan Keamanan Perserikatan 
Bangsa-Bangsa (DK PBB) soal senjata pemusnah massal Irak. Citra satelit 
memperlihatkan dua truk yang berfungsi sebagai "laboratorium yang memproduksi 
senjata" pemusnah massal-sebuah kemustahilan. 

Empat hari sebelum pidato 5 Februari 2003, Powell latihan dulu di kantor CIA. 
Orang yang sempat dielu-elukan jadi presiden itu marah dan melemparkan kertas 
pidatonya sambil berucap, "Saya tak mau baca ini. Ini bullshit!" 

Pidato Powell mirip gombal penjual obat kurap di pinggir jalan. Selain dua truk 
itu, ada juga bukti berupa obrolan telepon antar-tentara Irak dan hubungan 
antara rezim Saddam Hussein dan Al Qaeda. 

Setelah pidato itu, mayoritas rakyat mendukung invasi ke Irak. Kontras dengan 
mayoritas negara PBB yang tak mendukung karena Irak tak pernah membeli uranium 
dari Niger, Hans Blix (Unmovic) dan Mohamed ElBaradei (IAEA) sudah melaporkan 
tak ada senjata pemusnah massal, dan banyak data intelijen yang dipalsukan CIA 
serta MI6. 

Bulan Maret 2003, Presiden AS George W Bush mengumumkan "diplomasi telah gagal" 
sekaligus membentuk "coalition of the willing" untuk menghancurkan senjata 
pemusnah massal Irak. Padahal, DK menyetujui 16 resolusi tentang Irak-salah 
satunya Resolusi 1441 yang disetujui 15 anggota DK yang sudah menghukum berat 
Irak. 

Serbuan ke Irak yang tanpa resolusi baru merupakan pelanggaran atas Piagam PBB 
dan hukum internasional. Itu dikemukakan resmi 16 September 2004 oleh Sekjen 
PBB Kofi Annan-yang gemar memelesetkan jabatannya sebagai "SG" (Secretary 
General) dengan "Scape Goat" (kambing hitam). 

Dua anggota tetap DK, AS dan Inggris, memaksakan "aksi militer" terhadap Irak. 
Tiga negara (China, Rusia, dan Perancis) hanya mengatakan berikan waktu untuk 
Unmovic dan IAEA menjalankan tugasnya serta belum ada bukti kuat untuk menyerbu 
Irak. 

Delapan dari sepuluh anggota tidak tetap (Jerman, Angola, Kamerun, Cile, 
Guinea, Meksiko, Pakistan, dan Suriah) mendukung dilanjutkannya inspeksi IAEA 
atau Unmovic. Tak jarang mereka mengeluh ditekan para diplomat AS yang kalau 
berbicara "nadanya selalu bermusuhan". 

Lembaga penelitian Institute for Policy Studies di Washington DC menerbitkan 
laporan yang mengungkapkan "ofensi pelintir tangan" AS untuk memperoleh 
dukungan di PBB. Cara itu pula yang dilakukan tatkala Presiden George W Bush 
mengumumkan "coalition of the coerced" (koalisi pemaksaan). 

"Negara yang mendukung Bush diancam, digertak, dan disogok" kata laporan itu. 
Mereka dijanjikan kredit lunak, bantuan militer, diancam akan diveto kalau mau 
jadi anggota NATO, atau diancam akan memaksa Bank Dunia dan IMF menghentikan 
bantuan. 

NSA (National Security Agency) melancarkan operasi penyadapan komunikasi 
telepon dan surat elektronik diplomat negara-negara DK PBB. Operasi atas surat 
perintah Penasihat Keamanan Nasional Condoleezza Rice itu ditujukan kepada 
diplomat Angola, Kamerun, Cile, Meksiko, Guinea, dan Pakistan. 

Lima anggota tetap DK PBB mempunyai senjata nuklir yang dilarang NPT (Nuclear 
Non-Proliferation Treaty). Status pemilik nuklir bukan syarat meskipun kadang 
kala dijadikan sebagai pembenaran dan ia makin kabur karena India, Pakistan, 
Korea Utara, dan Israel memiliki senjata nuklir walau bukan peserta NPT. 

Anggota tetap mempunyai hak veto yang langsung membatalkan resolusi. "Perang 
veto" sangat sengit karena sejak tahun 1984 AS menggunakan veto 43 kali (lebih 
dari 30 di antaranya resolusi yang kritis terhadap Israel) dibandingkan dengan 
Inggris (10 kali), Rusia (4), Perancis (3), dan China (2). 

G-4 (Brasil, Jerman, India, dan Jepang) berminat menjadi anggota tetap. Jerman 
dan Jepang penyumbang terbesar untuk PBB, Brasil negara terbesar di Amerika 
Selatan, dan India negara berpopulasi terbesar kedua di dunia. 

Usulan lain penambahan lima anggota yang tiga diambil dari G-4, satu dari 
Afrika (Mesir, Nigeria, atau Afrika Selatan), dan satu lagi dari Liga Arab. 
Indonesia tak masuk hitungan meskipun berstatus negara berpenduduk Islam 
terbesar di dunia atau berpenduduk terbesar keempat di dunia setelah China, 
India, dan AS. 

Wajar AS memaksakan berbagai cara menekan Indonesia menyetujui Resolusi 1747 DK 
PBB tentang Iran. Berlaku pemeo "yang kuat dan salah mengalahkan yang lemah dan 
benar". 

Muncul kekhawatiran yang sedang terjadi di DK awal dari proses panjang yang 
dulu dialami Irak. Invasi yang salah oleh negara adidaya berdasarkan alasan 
yang salah akhirnya menghasilkan perang yang secara moral maupun politis juga 
salah. 

Tiba-tiba mau diciprati lumpur dari Irak yang dilempar Presiden Bush. Tiba-tiba 
didikte kontrak Microsoft, padahal keburu mengembangkan IGOS. 

Tiba-tiba absen dari East Asia Summit 2007 di Filipina. Boneka tiba-tiba. 

Bung Karno, Pak Harto, dan Gus Dur tak suka boneka karena cinta wayang kulit 
dari kecil sampai tua. Pak Habibie kolektor engel pupen, boneka Jerman yang 
mahal harganya. 

Bu Mega saat remaja senang lagu Dakocan, si boneka sehitam Afrika yang bermata 
besar bak gadis India, bergincu merah bagai perawan China, dan yang berasal 
dari Negeri Sakura. Indonesia pentas aneka boneka. 

Kirim email ke