Baru masuk kerja jadi calon producer saja sudah disuruh nonton acara 4 Mata gurunya Tukul Arwana, terserah mau model monyet, model anjing yang penting mendatangkan RATING.
mau pakai cara merampok, masuk bui, terserah. salam, GG --- In [email protected], guritno pamulang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > GODAM PUAS NYELENEH, > > hehehe,bang juri..tanyak dong, > 1. apah ituh gagasan wartawan perang kawan Munandar? > 2. atawa ditanyakkan,kok bisak lolos sensor? > apah kerana sama sama idenyaH? buat membobol? > 3. mangkanyah kubilang Mas Munand ituhpun kudu > mencari ide ide..bukannyah dari padang pasir sonoh, > melaenken dari pilem The casualties of war.. > agar tayangan trans tipi punyak mutuhnyah. > bukan ngajarin, membobol...memperkosah sakcara aman? > > rahmad budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wah untung jam segitu saya belum bangun tuh. > Jadi kagak nonton acara yang inspiratif kayak gitu > Kalo pagi-pagi paling saya nonton kartun saja di Global TV > Spongebob dan kawan-kawan. > > Tivi..tivi.. kapan dikau berubah? > > > > On 4/3/07, radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > "Cerita Pagi" Trans TV > Posted by: "coki 888" [EMAIL PROTECTED] coki_888 > Mon Apr 2, 2007 6:40 pm (PST) > > > Pagi ini saya menonton acara "Cerita Pagi" di Trans TV. Acara yang dipandu oleh Happy Salma sebagai presenter ini, sejujurnya baru kali ini saya tonton. Namun betapa kaget dan mirisnya saya melihat acara tersebut. > > Dua segment pertama, "Cerita Pagi" dibuka tentang perjalanan Happy Salma di Surabaya. Pada segment I ada cerita tentang "JOHNI", seorang laki2 yang berprofesi sebagai perampok. Dengan enteng si Johni bercerita tentang bagaimana nikmatnya merampok. > > Dalam menjalankan aksinya, Johni mempunyai 3 cara merampok, yaitu merampok rumah kosong, merampok nasabah bank dan menebar paku. Cara-cara Johni melakukan aksinya diungkap disana. Bagaimana Johni membobol rumah dapat duit 30 juta rupiah, lalu pernah menebar paku dapat 70 juta perak dan bagaimana merampok nasabah bank dapat ratusan juta rupiah. Selama menjalankan aksinya, Johni belum pernah tertangkap polisi walaupun sudah masuk menjadi target operasi (TO). > > Narator dengan bahasa yang halus,menurut saya, kesannya koq seperti ingin menginspirasi pemirsa supaya mengikuti jejak Johni. Tidak diungkapkan disana bagaimana akhirnya risiko orang seperti Johni ini jika tertangkap polisi, akan ditembak kakinya atau malah tewas diterjang peluru petugas. > > Pada segment II, "Cerita Pagi" mengangkat cerita tentang 4 ibu rumah tangga yang merampok toko emas. Memang disini aksi 4 ibu tsb akhirnya tertangkap dan masuk bui. Tapi sayang nya si narator menyebut ke 4 ibu perampok tersebut dengan kata2 "KE-4 IBU YANG MALANG INI ...." > > WUAHHHHH... Najis mendengarnya! !! Perampok adalah perampok. Mereka bukan orang yang sedang mengalami kemalangan karena ketangkap!! Dan ke-4 nya bukan asli orang kota Malang. > > Sungguh edan apa yang diungkap oleh Trans TV pada acara tersebut. INGAT.. Media TV ampuh sekali untuk menginspirasi orang untuk melakukan banyak hal. Kalau ada senam pagi, pasti akan banyak orang yang 'demam' ikut senam. Kalau ada yang mengungkap tentang orang miskin sakit keras, pasti akan ada donatur yang menyumbang.Lha kalau ada yang mengungkap bagaimana nikmatnya menjadi perampok??? > Diakhir cerita Johni diungkap pula kalau Johni tidak mau merampok mobil karena risikonya berat, dia lebih aman dengan 3 caranya tersebut. Apa maksud cerita itu?? Mau menyuruh perampok mobil putar haluan supaya ikut pola si Johni?? > > Walahuallam. ....... > > > Hallo KPI......... . > > > > > > --------------------------------- > Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels > in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit. > > > > > > > > > > -- > > > Rahmad Budi H > Republika > Jl Warung Buncit Raya 37 Jaksel > 0856 711 2387 > > > > > --------------------------------- > Sucker-punch spam with award-winning protection. > Try the free Yahoo! Mail Beta. >
