Bu Ida, bukankah DL hapus dari Mediacare karena pendapat-pendapatnya  yang 
selalu direspon..? baik itu respon negatif maupun respon positif,  kata lain 
postingan DL yang selalu mendapat respon pro dan kontra,  jelas yang direspon 
adalah pendapat DL dgn para perespon tulisannya dan  menghasilkan perbedaan 
pendapat, yang akhirnya bukan 1 atau 2 x kita  semua yang di millis melihat 
postingan-postingan nada keras dan mulai  menyerang orang yang menulis, baik 
yang DL lakukan, juga para perespon  postingannya. akhirnya bukan membahas lagi 
apa yang jadi subject  bahasan. kata lain yang dibahas si A begini... si B 
begitu.. karena dia  begini... karena dia begitu..... nah ujungnya perdebatan 
dari  postingan, meruncing tapi soal pribadi, seperti anda tulis DL tdk mampu  
/ mau instropeksi diri. ini 'kan pribadi si penulis, bukan apa yang dia  bahas 
dan apa yang harus kita patahkan argumentnya tentang apa yang DL  tulis kalau 
kita merasa itu ngak sesuai dgn tema. maka para anggota 
 jadi juri dari apa yang semua kita tulis dan bebas ikut nimbrung untuk  
mengeroyok apa yg ditulis seseorang tidak tepat, tidak benar, dan  patahkan dgn 
argument fakta kebenaran
  
  tentang tulisan anda yang bilang, sayapun tidak berbuat apa2 demi  
menyadarkannya, saya rasa tidak tepat..! sebab selama postingan DL ada  yang 
menanggapi dgn mampu menunujukan pada DL dia salah atau tdk tepat  memberi 
pendapatnya dalam bentuk yg tertulis di millis, itu masih wajar  sebab kita 
jadi anggota millis bukan karena mau menunjukan siapa yang  lebih hebat, tapi 
kita mengambil wawasan dan membaca pemikiran banyak  orang, dan coba memberi 
dan menerima apa yang orang gelar dalam kiriman  postingannya.
  
  dan 1 hal mungkin, jika saya mau atau berniat memberi trguran yang bu  Ida 
tulis sebagai menyadarkan si DL ini, lebih baik saya lakukan lewat  japri bukan 
lewat millis, karena itu pendapat pribadi, sebab belum  tentu orang menilai 
sama tentang apa yang kita pikir. dan perlu  diketahui saya bukan teman atau 
kenal DL. tapi sekedar memberi dan  menulis pendapat saya pribadi tentang 
hapusnya si DL dari millis kita  bersama. 
  
  salam persatuan,
  LH

idakhouw <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                             
     Siapa sih yg mempersoalkan perbedaan pendapat dalam kasus DL?
  Selama orang2 spt. DL tak mampu/mau introspeksi dan orang2 spt. Bu
  Hendranata tak berbuat apa2 demi menyadarkannya maka artinya Anda
  sendiri tidak berbuat apa2 untuk mewujudnyatakan Sinergi, Pelangi,
  Salam Persatuan.
  
  I.
  
  --- In [email protected], Lianny Hendranata <[EMAIL PROTECTED]>
  wrote:
  >
  > Beda pendapat itu adalah hal yang biasa.! tetapi yang menjadi unik 
  adalah dimana perbedaan pendapat bisa bersinergi menghasilkan sesuatu
   yang berguna untuk kehidupan manusia. !
  >   
  >   Maka dengan adanya orang-orang yang bisa memberi perbedaan
  pendapat,  menjadi warna dalam kehidupan bermasyarakat tentu sangat
  diperlukan,  daripada millis hanya menjadi sekumpulan orang yang hanya
  menjadi  pembaca pasif yang membuka in box sekedar ingin tau apa sich
  yang  ditulis orang.! tetapi tidak berbuat apapun, tidak menyumbangkan
   pikiran, juga tidak merespon apapun yang terjadi, maka Indonesia 
  jadinya hanya diwarnai oleh orang-orang yang bisanya hanya menuding 
  kejelekan orang, tanpa berbuat kalau orang lain jelek, coba tunjukan 
  bagaimana diri ini bisa menjadi orang yang dianggap sebaliknya dari 
  orang tertuduh (berkelakuan jelek)  itu.!
  >   
  >   Sangat disayangkan 1 warna (Danny Liem) akhirnya harus hapus dari
   millis mediacare ini. pelangi menjadi suatu pemandangan yang indah 
  karena terdiri dari pelbagai warna yang bersinergi.! demikian juga 
  Mediacare ini.
  >   
  >   salam persatuan,
  >   LH
  > 
  > 




  
    
                        

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke