ini seperti suicidal note, memang jujur, namun mau dibahas juga udah 
gak ada orangnya :)

salam,
GG

--- In [email protected], "Kartono Mohamad" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> 
> 
> -------Original Message-------
> 
> From: Danny Lim
> Date: 04-04-2007 15:00:31
> To: Pater Blasius Slamet Lasmunadi Pr.;  Ranesi - Aboeprijadi 
\"Tossi\"
> Santoso;  Robertus Priyo Husodo;  Mercurius Restyanto;  Satrio 
Arismunandar;
>  Radityo Djadjoeri;  R. Husna Mulya;  Omie Lubis;  Mardiana Ika;  
Kartono
> Mohamad;  Isnan Wijarno;  Irma Dana;  Imas Nurhayati;  Ibrahim Isa 
Bramijn;
> Hoesein Rushdy;  Elok Dyah Messwati;  Deddy Mansyur;  Bulan 
Mendota;
> Budhiana Kartawijaya;  Benedictus Dwiagus Stepantoro;  Akhmad 
Murtajib
> (Najib);  [EMAIL PROTECTED];  Njoo Hwat Ling Tionghoa Indonesia
> Subject: Lebih baik memikirkan RI
> 
> Rekans,
> 
> Ini email japri tapi ditujukan untuk milis Media Care. Bila anda 
mau
> mempostingnya ke Media Care, terima kasih, mudah-mudahan 
diloloskan oleh
> moderator. Saya kirim ke anda sebab saya tahu anda juga menjadi 
anggota
> Media Care.
> 
> Begini: minggu lalu saya keluar dari Media Care secara baik-baik, 
artinya
> memberi penjelasan kepada moderator lewat japri, dalam hal ini mas 
Radityo
> Djadjoeri. Setelah itu saya menerima beberapa email dari beberapa 
rekans
> yang menggambarkan percakapan di Media Care tentang keluarnya saya 
dari sana
>  Menurut saya, ini PEMBOROSAN ENERGI!!! Please stop pro-kontra 
keluarnya DL
> dari MC, pusatkan perhatian pada RI saja. Beberapa perihal RI yang 
perlu
> mendapat perhatian (merupakan pengulangan dari apa yang saya tulis 
selama
> ini di Media Care):
> 
> --> Dibuang/tidaknya pasal 29 UUD/sila I Pancasila "Ketuhanan yang 
maha esa"
> ke tong sampah? Bila dibuang, maka perda agama yang sudah ada harus
> dibatalkan. Bila tidak dibuang, maka perda agama (Islam, Kristen, 
Hindu,
> Budha dll.) harus dimarakkan di seluruh Indonesia.
> 
> --> FPI harus dicekal. Adakah "orang kuat" di belakang FPI? Kalau 
ada, cekal
> juga secepatnya. Bila tidak ada, please berhenti mengisap jempol 
seakan ada
> orang kuat" yang mem-backing-i FPI.
> 
> --> Pilih gubernur Jakarta yang piawai menjinakkan banjir dan 
kemacetan LL,
> bukan yang didukung parpol-parpol berkwalitas "posko banjir".
> 
> --> Minta ketegasan Muhammadiyah dan NU yang mempunyai 70 juta 
umat muslim
> di Indonesia, dan yang di tahun 2003 membuat perjanjian bersama 
untuk
> memberantas korupsi di Indonesia. Seriuskah mereka berdua 
mengganyang
> korupsi? Atau perilakunya masih sama seperti dulu, yaitu "siapa 
menyumbang
> pesantren dapat suara di Pemilu"?
> 
> --> Ungkapan rasistis "WNI keturunan China/Arab/India" harus 
dihapus. Bila
> UU Kewarganegaraan RI yang baru belum 100% Ius Solie, bikin 
menjadi 100% Ius
> Solie. Pendek kata, setiap WNI yang lahir di Indonesia harus 
otomatis
> menjadi WNI asli dan berhak menjadi presiden RI sekali pun. WNI 
yang lahir
> di LN boleh disebut "WNI kelahiran China/Arab/India dll."
> 
> Penutup, satu setengah tahun saya menjadi member Media Care, 
sebuah periode
> amat berkesan. Pro kontra adalah pilar demokrasi, beberapa email 
saya diblok
> oleh moderator juga normal, namun kalimat-kalimat barbar 
seperti "He monyong
>  atau "Punya otak kagak lu?" dsb. berasal dari Sato Sakaki, Ida 
Khouw,
> Manneke Budiman dll. yang konstan diloloskan oleh moderator Media 
Care,
> membuat saya memutuskan keluar dari Media Care. Saya senang 
fatsoen, dus
> menolak barbarian.
> 
> Salam hangat, Danny Lim, Nederland
> www.ikenindonesie.nl
>


Kirim email ke