Saya bukan pelaku homoseksual atau lesbian. Tetapi saya menghormati pilihan orientasi seksual para homo dan lesbi. Soal pertobatan di La Tivi itu, ya aneh aja. Orang kalo mau tobatkan urusannya sama Tuhannya, bukan sama stasiun TV, kru kamera, presenter dan ditayangkan ke seluruh negeri. Saya pas nontonnya tuh jadi membayangkan, sutradaranya duduk di mana ya? Lighting mennya ada di mana? Jadi ga mikirin soal tobat tau apanya, jadi gunanya apa dong buat pemirsanya?...ccckkkkkk........
salam mariatul kiptiah --- elok dyah messwati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Lho? lesbian or gay (homosexual) itu apakah suatu > kesalahan kok mesti > dipertobatkan? itu kan hanya preferensi sexual dan > banyak yang karena > kelainan kromosom. yang laki-laki berkromosom xxy > (terjadi saat bunda > mengandung), bukan berkromosom xy, makanya dia > berkecenderungan menjadi > laki-laki dengan preferensi sexual pada > laki-laki..namun ada juga yang salah > asuhan dan perjalanan hidupnya. lagi pula komnas ham > juga menjamin hak asasi > kaum homoseksual ini. > > regards, > elok yang bukan homosexual > > ----- Original Message ----- > From: "Agustinus Kutel" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Wednesday, April 04, 2007 5:13 PM > Subject: [mediacare] Muak sama Lativi - Re: > Identitas seksualku: Lesbian... > > > > Saya sangat keberatan, terganggu, tersiksa, dan > > menjelang muak dengan acara 'Tujuh Hari Menuju > Taubat > > (THMT)' yang ditayangkan di Lativi. > > > > Saya tak ingat harinya, tapi sekitar minggu lalu. > > Salah satu episode acara itu menayangkan tentang > tim > > THMT yang mencoba mempertobatkan seorang perempuan > > yang disebut mereka, lesbian. > > > > Cheche Kirani mendatangi rumah perempuan itu. > Membujuk > > supaya dibawa ke suatu tempat. > > > > Di sebuah ladang yang gelap, perempuan itu > dimasukkan > > ke dalam kerangkeng yang digantungkan di pohon. Di > > bawah kerangkeng terdapat kobaran api. Tiga orang > > berkedok membawa obor. berkata-kata, "Apakah anda > mau > > bertobat karena telah menyalahi kodrat??" > > > > Perempuan itu menangis. berteriak-teriak. > Memanggil > > nama ibu (bukan Allah). Dan kerangkeng itu > > dinaikturunkan talinya. Saya menangis melihat > adegan > > itu. > > > > Tak cukup sampai di situ. Perempuan itu pun > dimasukkan > > ke dalam kurung batang (keranda). Didandani > seperti > > mayat dan dibalut kain kafan. Di sekeliling > keranda > > ada kobaran api. Perempuan itu menangis menyebut > nama > > ibu. > > > > Saya tak kuat melihat adegan 'pertobatan' itu. > > Alangkah sedihnya saya melihat ada manusia > > diperlakukan seperti itu, siapapun dia, lesbi atau > > bukan. Lelaki atau perempuan. > > > > Agustinus > > > > > > > > > > > > --- BeachBoy BaliAsli <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > > > sebagai laki2 yang masih berstatus laki2 normal > > > (sampe kapanpun), saya pernah berkawan dengan > > > wanita2 lesbian dan agak menghindari perkawanan > > > dengan kaum homo dan gay. Lebih baik menghindari > > > daripada coba2 menjadi murah hati dalam > berkawan. > > > entah kenapa lebih banyak memiliki kawan wanita > > > ketimbang pria, mungkinkah karena saya adalah > > > pengagum wanita dan bukan pengagum pria? > > > > > > bila saya punya anak perempuan, saya ingin dia > hidup > > > sebagai wanita biasa dengan memilih pasangan > > > hidupnya seorang laki2 dan bukan dengan seorang > > > wanita alias menjadi lesbian. > > > > > > demikian pula bila anak saya laki2, saya minta > dia > > > mencari istri bukan mencari suami nantinya. > > > > > > walaupun terbiasa melihat dengan adegan layak > sensor > > > langsung duo lesbiano atau duo homo beraksi, > sebagai > > > anak pantai saya masih tetap kukuh menyukai > wanita > > > dan menjadi prihatin dengan kondisi2 seksual > yang > > > "menyimpang" spt lesbian maupun homo. > > > dasar acuan "menyimpang" yang saya pake adalah > buku2 > > > agama, buku2 medis dan buku2 psikologi serta > > > pengalaman hidup sebagai seorang laki2 > > > the real man.... > > > > > > bila ingin di-treat biasa2 saja, hendaknyalah > kita > > > juga bersikap biasa2 saja > > > bagi anda para kaum lesbian maupun homo ngapain > > > harus berterus terang tentang identitas seksual > > > kita? > > > dan ngapain juga harus menutup2i? > > > just the way it is, enjoy your life, dont screw > up > > > other people life! > > > > > > beachboy > > > > > > > > > ----- Original Message ---- > > > From: ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> > > > To: [email protected]; > > > [EMAIL PROTECTED] > > > Sent: Wednesday, April 4, 2007 10:49:58 AM > > > Subject: Re: [mediacare] Identitas Seksual Ku: > > > Lesbian > > > > > > Utk sebagian homosexual, lesbians atau > transgenders > > > lain nya memang amat sulit utk mengakui sexual > > > indentitasnya, biasanya inilah penyebab kronis > > > depression, anxiety, dan mental illness mereka > yg > > > disebut Alpha sebagai penyakit jiwa. > > > Lesbians biasanya juga lebih banyak yg menderita > > > mental illness ketimbang wanita straight karena > > > tekanan2 hidup dalam "UNACCEPTING WORLD" .. > > > Psychologist telah mencoba utk menolak analisa > bahwa > > > homosexual atau lesbians disebut sebagai > penyakit > > > jiwa, hingga thn 1970 keburukan citra > > > homosexual/lesbian mulai diterima sebagai hal yg > > > natural ( walau masih sulit hal ini diterima > oleh > > > society). > > > > > > Saya bukan lesbian, tapi saya mendukung > kebebasan > > > mereka, mereka bebas meng expresikan desire > sexual > > > nya, bebas melakukan apa saja diatas tubuh dan > > > perasaan nya, so congratulation bagi mereka yg > sudah > > > berhasil menjadi dirinya sendiri, saya punya > > > segudang teman lesbian dan homosexual disini, > hanya > > > satu lesbian yg saya gak suka banget yaitu rosie > o' > > > donnell, I cant stand the b...tch ! she is > abnoxious > > > as hell . > > > mungkin alasan yg pas to dislike her is karena > > > pertengkaran nya dengan Donald Trump, she should > be > > > just give up (quite nasty actually), Donald > > > obviously more successful and a hell of a lot > > > smarter too, you just dont fight with Donald and > > > win..what a dingbat ! > > > > > > salam > > > omie > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Alpha Bagus Sunggono <[EMAIL PROTECTED] com> > wrote: > > > Homoseksual dan Lesbian, > > > Keduanya cuman segelintir manusia, > > > yang sakit jiwa. > > > > > > Dulu ada juga seorang anak yang minumannya > Bensin, > > > ada juga suku yang Makan Manusia. > > > > > > So, What ? > > > Bangga dengan sakit jiwanya ? > > > > > > Pada tanggal 03/04/07, Titiana Adinda menulis: > === message truncated === ____________________________________________________________________________________ It's here! Your new message! Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
