"Demokrasi Tanpa Kaum Demokrat"
Buku teks politik—filsafat, Penulis: M. Fadjroel Rachman, Tebal : 300 
halaman, Ukuran 150 x 230 mm, ISBN : 979-99545-4-1, Rp 50.000,-
Penerbit Koekoesan, Maret 2007.



Seolah-olah kaum demokrat dengan lembaga demokrasi dan kaum anti 
demokrat dengan lembaga anti demokrasi itu sama saja. Tidak ada 
bedanya Soeharto, pengikut, dan lembaga politik yang menopang 
kediktatoran fasis Orde baru dengan kaum demokrat yang 
menggulingkannya. Seolah-olah tidak ada pertarungan politik 
(political struggle) bahkan perang demokrasi berkepanjangan 
(protracted democratic war) yang harus dimenangkan, yang melibatkan 
gagasan (ideas), kekuatan (forces), dan relasi kekuasaan. Seolah-olah 
gagasan demokrasi terlepas dari upaya membangun, memperjuangkan 
kekuatan dan relasi kekuasaan demokrasi. Seolah-olah tahap otoriter-
totaliter, tahap transisi demokrasi dan tahap sistem demokrasi yang 
diperluas dan diperdalam itu, ilusi demokrat radikal saja. Sudut 
pandang buku ini, tegas membedakan bahwa kaum demokrat dan lembaga 
demokrasi itu berbeda secara distingtif dengan lawannya. Sebab, 
setelah reformasi total bergulir, signifikansi antara pro demokrasi 
dan anti demokrasi makin penting dan menemukan makna baru. Adalah 
ilusi jika kita mengira dapat membangun dan mempertahankan demokrasi 
tanpa kaum demokrat…

***

"Dalam keliaran dan kejenakaan berpikir serta berbahasa, Fadjroel 
berusaha membantah bahwa tidak ada lagi problem transisi demokrasi 
setelah Soeharto—yang pernah memenjarakan Fadjroel—mengundurkan diri. 
Hampir semua bagian buku ini "dikunci" dengan konsep-konsep kuat 
berupa demokrasi partisipatif, sosialisme partisipatif, ekonomi 
partisipatif serta dua jenis emansipasi pokok; emansipasi individual 
dan emansipasi sosial. Kemenangan politik-simbolik Golongan Putih 
(Baru) digunakannya sebagai simbol-simbol kemenangan sementara dari 
gerakan perlawanan ini. Ya, melawan, karena transisi demokrasi kita 
ternyata lebih banyak berjalan di sisi yang menimbulkan badai 
kekecewaan di masyarakat setelah hampir sembilan tahun gerakan 
reformasi total dilambungkan ke angkasa oleh para demonstran dan 
aktivis 1998, yang karena terpaksa kemudian diamini oleh para politik 
waktu itu…" (Effendi Gazali, Koordinator Program Master Komunikasi 
Politik Universitas Indonesia, alumnus Cornell & Radboud University)

***

M. Fadjroel Rachman 
Aktif mengembangkan Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara 
Kesejahteraan (Pedoman Indonesia) atau Research Institute of 
Democracy and Welfare State, dan kerjasama internasional di jaringan 
Southeast Asian Forum for Democracy, dan Asia Pacific Youth Forum 
(Tokyo). Pernah aktif di Forum Demokrasi, mantan koordinator 
Konfederasi Pemuda dan Mahasiswa Sosialis Indonesia (KPMSI), dan 
Masyarakat Sosialis Indonesia (MSI/Ketua Badan Pekerja). Kandidat (42 
besar) Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). Sejumlah penelitian 
dan artikelnya dibukukan bersama seperti  Social Democracy Movement 
in Indonesia (FES, 2001), May Revolution and Mass Media (Gramedia, 
2001), dan Soetan Sjahrir: Guru Bangsa (PDP Guntur 49, 1999). 
Antologi puisinya Sejarah Lari Tergesa (GPU, 2004) menjadi nominator 
Khatulistiwa Literary Award 2005. Karya-karya lainnya, Catatan Bawah 
Tanah (YOI, 1993), Pesta Sastra Indonesia (Kelompok Sepuluh, Bandung, 
1985), Dunia Tanpa Peta (Novel, proses penerbitan) dan Republik Tanpa 
Publik (Pledoi, proses penerbitan). Aktif menulis di Kompas, Horison, 
Tempo, Koran Tempo, Gatra, Forum Keadilan, Pikiran Rakyat, Media 
Indonesia, Jawa Pos, Suara Pembaruan, Banjarmasin Post, Ganesha, Mata 
Baca, Warta Ekonomi, dan penerbitan lainnya. Afrizal Malna mencatat 
namanya dalam Leksikon Para Penyair ("Sesuatu Indonesia", Bentang 
Budaya, 2000), Dewan Kesenian Jakarta dalam Leksikon Sastra Jakarta : 
Sastrawan Jakarta dan Sekitarnya (Bentang Budaya, 2003), dan Korrie 
Layun Rampan dalam Leksikon Susastra Indonesia (Balai Pustaka, 
Jakarta, 2000).Menjadi presenter (anchor)  talkshow di televisi dan 
radio: TVRI Pusat Jakarta (Debat Mahasiswa, Dialog Industri Kecil dan 
Menengah), Televisi Indosiar (Jurdil 1999, Dinamika), RRI Pro 3 
Jakarta (Pustaka-Pustaka Book Review kerjasama Matabaca dan Bank 
Naskah Gramedia). Anggota Lingkar Muda Indonesia (kelompok diskusi 
Kompas) Narasumber analisa politik-ekonomi di SCTV (Topik Minggu Ini 
dan Liputan 6), Metro TV, Trans TV, ANTV, Indosiar (Republik 
BBM/Pengadilan BBM?co-panelist), radio 68H dan Elshinta.Pernah kuliah 
di Institut Teknologi Bandung (Jurusan Kimia), dan Program 
Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (Manajemen 
Keuangan). Terlibat Gerakan Lima Agustus ITB (1989) yang menuntut 
turunnya Jenderal Besar (Purn) Soeharto, dan pembubaran Kediktatoran 
Fasis Orde Baru, menjadi tahanan politik berpindah-pindah 6 penjara 
termasuk Sukamiskin dan Nusakambangan. Sebelumnya "tahanan politik 
singkat" Peristiwa Kaca Piring (1989), Peristiwa Long March Bandung-
Badega/Garut (1989), dan Bakorstanasda Jabar pada Peristiwa Tahun 
Baru ITB (1987)Enam tahun kemudian, di Universitas Indonesia, pada 
Mei 1998 aktif sebagai Presidium Forum Mahasiswa Pascasarjana (Forum 
Wacana) Universitas Indonesia, bersama seluruh komponen mahasiswa UI, 
mahasiswa serta masyarakat, aktif menumbangkan "musuh lama" Jenderal 
Besar (Purn) Soeharto dan Kediktatoran Fasis Orde Baru, termasuk 
menduduki Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta. Di ITB, aktif dalam 
kegiatan sastra, pers, kebudayaan, dan kelompok studi, antara lain: 
Presiden Grup Apresiasi Sastra (GAS), Perkumpulan Studi Ilmu 
Kemasyakatan (PSIK), Kodim Sabtu (Kelompok Diskusi Mahasiswa Sabtu), 
Badan Koordinasi Unit Aktifitas (BKUA) ITB, Komite Pembelaan 
Mahasiswa (KPM) ITB, Majalah Ganesha ITB (Pendiri dan Ketua Dewan 
Redaksi), serta Kelompok Sepuluh Bandung.

***

"Demokrasi Tanpa Kaum Demokrat"

Buku Baru sudah di Toko
Dapatkan di Toko Buku terdekat.

Pemesanan:
Direct Marketing Penerbit Koekoesan 
Jl. K.H. Ahmad Dahlan V No.10
Kukusan, Depok 16425 Indonesia
Ph: (62-21) 78893410
Fax: (62-21) 78893410
Email: [EMAIL PROTECTED]
 

Informasi hubungi : 0816-856253 (Sjaiful Masri)
Informasi selengkapnya: www.penerbitkoekoesan. com




Kirim email ke