apa teman-teman sudah baca dan lihat karikatur KOMPAS tentang maling dan praja IPDN. Bagus sekali, saya sampai terpingkal-pingkal membacanya. Cerita adalah, seorang maling ketahuan mencuri. Lalu oleh warga yang menggebuki si pencuri (istilahnya: main hakim sendiri) . Kemudian ada seorang warga yang melarang perbuatan itu dan berkata," kita serahkan saja pada ahlinya. " Warga kemudian peanasaran dan bertanya apakah polisi yang dimaksud si warga tadi. Kemudian dibantah dan menunjukkan seorang mahasiswa IPDN. Warga tadi berkata: NIh ahlinya, tukang pukul berijzaha: Praja IPDN.
----- Original Message ---- From: wahyudi yudi <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, April 8, 2007 12:55:30 AM Subject: [mediacare] ITPDN sekolah otot tanpa otak Sekolah yang didirikan oleh Rudin jaman orba, dengan gaya/disiplin militer dan mahasiswanya masuk dari SMA/MA dan sederajat tidak pernah diajarkan disiplin seperti militer kecuali pramuka. Setelah masuk IPDN menjadi balas dendam seniornya seperti preman digebuk, ditendang, ditelanjangi dan dibunuh. Setelah terjadi ada korban hanya pelaku yang dihukum. Mahasiswa IPDN hanya melakukan sistem/aturan yang dibuat oleh lembaga IPDN bukan oleh mahasiswanya itu sendiri. Lalu ada apa dengan IPDN tetap dipertahankan? Anak-anak cerdas harus dididik dengan nurani, budi pekerti bukan kekerasan. salam yudi http://groups. yahoo.com/ group/awasi_ dpr_dprd/ join Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com ____________________________________________________________________________________ Sucker-punch spam with award-winning protection. Try the free Yahoo! Mail Beta. http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html
