kalau saya melihat hal itu justru sudah sangat proporsional. Menurut saya, hal itu justru dilakukan untuk menekan pemerintahnagar menghentikan kekerasan yang dilakukan pwemerintah sendiri, baik melalui regulasi pendidikan yang menyebabkan ada pembolehan atas tindakan liar dan menjijikkan seperti yang terjadi di IPDN, serta juga melalui kurikulum pendidikan yang diterapkan di berbagai tingkatan sekolah yang justru membuat sang anak didik stres gak ketulungan. Kalau Anda mernyebutkan ahl itu sebagai propaganda, maka saya menilai kalaupun itu adalah propaganda yang baik demi mengakhiri keburukan. Sama seperti iklan kesehatan yang menggambarkan makanan/minuman tertentu racun bagi tubuh dan harus diakhiri dengan produk bagus yang dihuat si pengiklan. Propaganda untuk hal baik, tidak akan menjadi masalah kawan.
----- Original Message ---- From: Aswan Zanynu <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, April 8, 2007 10:20:07 AM Subject: [mediacare] Berlebihan: Liputan 6 SCTV Dear rekan-rekan, Belakangan ini saya menyaksikan Liputan 6 SCTV begitu berlebihan dalam menayangkan kasus kekerasan di IPDN. Memang betul, IPDN meminta korban lagi. Namun cara SCTV menyajikan berita terkesan berlebih-lebihan. Sebelum berita di mulai, gambar-gambar pemukulan sudah terlebih dahulu disuguhkan kepada publik. Tidak ada penjelasan atau teks yang memberi informasi kapan cuplikan gambar itu diambil. Publik secara tidak sadar akan mengasumsikan, apa yang mereka lihat di layar kaca itu sebagai peristiwa yang baru saja terjadi. Belakangan ketahuan bahwa cuplikan gambar itu diambil ketika IPDN masih bernama STPDN. Saya dapat memahami SCTV melakukan itu untuk menekankan batapa pentingnya masalah kekerasan di IPDN segera dituntaskan segera. Namun selayaknya itu dilakukan dengan cara yang proporsional. Ketika sebuah peristiwa atau issu telah diangkat sebagai berita, sesungguhnya publik sudah mengetahui bahwa hal tersebut dianggap penting oleh media. Tidak perlu didramatisir hingga berulang berkali-kali dalam beberapa hari. Bahkan dalam sebuah waktu penayangan berita, topik itu di sajikan di awal, kemudian dimunculkan lagi di tengah berita. Dengan gambar yang sama dan tanpa penjelasan waktu pengambilannya. Berita yang tidak proporsional adalah bentuk "kekerasan" lain yang dilakukan media. Ini diparparah dengan gaya narasi berita yang begitu provokatif. Saya kemudian menjadi bingung untuk mengkategorikannya sebagai sebuah berita. Mungkin lebih tepat disebut sebagai sebuah propaganda. Rekan-rekan, mungkin saya salah. Tetapi itulah pendapat saya. Salam, Aswan Zanynu ____________________________________________________________________________________ Food fight? Enjoy some healthy debate in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A. http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367
