Saya setuju pada mereka yang berpendapat bahwa tayangan kasus2 IPDN di SCTV terlalu berlebihan MENONJOLKAN KEKERASAN. Tetapi tayangan serupa juga saya lihat pada paling sedikit dua stasion TV lain. Juga tadi sore saya lihat wartawan SCTV memulai pemberitaan tsb dg permintaan maaf atas keberadaan adegan kekerasan.
Lebih jauh, begitu gambar2 tayangan muncul (walaupun tanpa komentar dan penjelasan), maka bagi saya saat itulah berita sudah di mulai, tidak dimulai sesaat kemudian, ketika penyiar mulai ngomong. Propaganda? Kalau propaganda anti kekerasan oleh SCTV, saya sih setuju sekali. Terkesan sebagai propaganda anti-IPDN? Tak semua orang akan setuju dengan kesan ini. Bagi saya, penayangan kasus2 lama masih perlu dilakukan karena bagi saya, kasus2 lama tersebut belum tuntas diselesaikan. Pengulangan gambar dan berita adalah praktek lazim untuk topik2 yang masih hangat. Kan setiap media juga boleh berorientasi bisnis (bersama-sama idealisme) dengan memilih berita2 sehangat mungkin? Penyangkalan oleh pihak pengelola IPDN bahwa kekerasan yang menimpa Cliff Muntu bersifat kebetulan dan merupakan akibat prilaku individual, bukan disebabkan oleh kemandulan sistem atau faktor- faktor lain yang lebih luas dari sekedar faktor kebetulan dan prilaku individual, saya yakin akan sia-sia. Apabila pihak IPDN tidak ingin dipojokkan sebagai satu-satunya kambing hitam kekerasan dalam kampus IPDN, maka (satu-satunya cara?) yang bisa dilakukan oleh IPDN untuk meringankan `dosa-dosa'-nya (tanpa harus bersikap `denial') bukanlah dengan cara mengingkari adanya kekerasan di IPDN, tetapi dengan menunjukkan bahwa sesungguhnya budaya kekerasan bukan cuma dimiliki oleh para praja IPDN, tetapi secara hampir merata juga dimiliki oleh unsur-unsur mahasiswa di banyak perguruan-perguruan tinggi lain, bahkan oleh unsur-unsur masyarakat di berbagai sektor dan di berbagai organisasi. Ini bukan sebuah pembelaan thd SCTV (yang jelas ikut bersalah menampilkan kekerasan), tetapi hanya bertujuan menghindari cara pandang sempit dan pola pikir terlalu menyederhanakan permasalahan. Salam --- In [email protected], "Aswan Zanynu" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
