Duh Mas Hardi sereem banget deh ceritanya.. Tapi bagus ini renungan bagi saya. Terus terang saya tuh sangat sayang binatang, Saking sayangnya saya ngga mau memelihara binatang. Karena prinsip saya, binatang harus hidup dialam bebas. Pelajaran dalam hidup saya, pernah sekali saya dikasih hadiah pendengar saya burung beo yg cantik dan bisa bicara dan bernyanyi. Tapi kemudian jadi penyesalan dan kesedihan saya, ketika ada kucing kampung yg menerkam hingga mati burung beo saya. Setelah itu saya ngga ingin memelihara binatang lagi dan merasa bersalah.
Pernah saya beli burung2 kecil yg diwarnain kuning2 atau merah dan hijau, yg dijual dipinggir jalan atau dijajakan dilampu merah, sehabis saya beli sebanyak2nya, langsung saya lepas dan saya terbangkan. Ini bentuk perasaan bersalah saya. Tapi maaf kalau saya salah, kalau saya perhatikan perawatan di Taman Safari binatang2 nya cukup baik ya, kelihatan ngga ada yg sakit. Saya lihat ada rumah sakitnya dan kandangnya cukup bersih dan tidak dipasung,kecuali burung ya... Yah mudah2 an kita bisa ambil pelajaran yg positif dari pengorbanan para binatang yg kita penjarakan, dengan merawat sebaik2nya, memberi hak kebebasan kpd mereka suatu saat dan bisa kita ceritakan pada anak cucu kita bahwa binatang juga punya banyak kesamaan dg manusia yg perlu kita hargai. Mengenai penyakit, saya fikir kita jangan terlalu negatif dg orang utan yang sudah dipelihara sedemikian lama oleh para pawang taman safari. Ngga usah nakutin gitu donk Mas...kalau penyakitan pasti yg kena pawangnya dulu, saya fikir berfoto bersama adalah wujud rasa cinta kita kepada binatang, bahwa binatang jangan ditakuti atau malah dijauhi. Binatang tersebut sudah jinak pasti karena sudah diajarkan yg baik tentang manusia yg baik, begitu juga kita akan mengajarkan pada anak kita hal2 baik dari seekor binatang. Yang penting mungkin kita bisa memberi masukan kepada para pawang, bahwa pasti ada unsur psikhogis nya, binatang pasti ada capek dan bosannya ya harus melayani banyak permintaan foto, apalagi kalau libur, jangan cuma dijadikan bisnis keuntungan saja. Mudah2 an mereka sadar akan hal tersebut. Semoga kita semua bisa menjadi bijak memperlakukan binatang dengan memperhatikan pri kebinatangan dan kita tahu bagaimana kita menyayangi binatang. Jangan cuma bisa mencela tapi sebenarnya kita ngga melakukan apa2 mulai dari hal kecil. Terimakasih banyak masukan nya Mas Hardi, sangat bermanfaat buat saya. Salam, Ida Arimurti -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Sunday, April 08, 2007 10:33 PM To: [email protected] Subject: Re: [mediacare] Liburan bersama keluarga ke Taman Safari Puncak ZOO= ANIMAL PRISON. Berapa lama kita mampu bersenang - senang dalam kebun binatang atau taman safari? 2 jam ? 4 jam? 8 jam? Lalu kita pulang.....dan binatang itu masih harus terjebak di sana sampai akhir hidupnya. Kebun binatang hadir seperti sebuah kutukan yang telanjur ada. Pada dasarnya ia adalah PENJARA BINATANG. Ini dimulai ketika para penguasa yang sakit pada jaman dulu merasa belum lengkap kekuasaannya (memenjarakan manusia belum cukup memuaskan naluri pengusa) tanpa memenjarakan binatang - binatang. Ide konservasi dan pendidikan mencintai satwa liar hanyalah sebuah pembenaran yang datang belakangan untuk menutupi kesalahan tersebut dan opini ini terus dibangun sehingga orang jadi tidak peka pada penderitaan satwa liar yang berada dalam kurungan. Pada akhinya semua orang bisa bergembira tanpa harus merasa bersedih dan berpikir lagi. Pernahkah kita berpikir bagaimana kisahnya sampai seekor orangutan sampai di Taman Safari atau Kebun Binatang? Apakah kita cukup peka untuk melihat apakah binatang itu cukup makan dan minum, kandangnya nyaman atau tidak, bebas dari sakit/ penyakit, nyaman secara fisik, atau apakah ia dapat meloloskan diri dari ganguan binatang lain atau para pengunjung? Pada umumnya kebun binatang di Indonesia adalah PARK OF PAIN. Daripada membuang uang untuk mensupport PENJARA BINATANG, mendingan belilah teropong. Ajak anda pergi ke persawahan, hutan atau pedesaan. Nikmati indahnya burung - burung atau satwa liar lainnya yang hidup bebas. Atau menjadi anggota organisasi konservasi alam. Salam, Hardi dan Orangutan. NB: Bermain bersama dengan binatang, terutama dengan primata orangutan: Apakah anda yakin itu aman? Manusia dan orangutan memiliki DNA yang mirip...97%. Karenanya, antara manusia dan orangutan bisa saling menularkan penyakit. Mungkin orangutan itu barusan tertular oleh orang yang kena TBC terus berfoto ria dengan anak anda....hiiiii. Web: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ Klik: http://mediacare.blogspot.com atau www.mediacare.biz ==================== Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links
