kalau ada waktu datanglah ke pertunjukan kami:

pentas  3  repertoar  tari di jogja dan solo:
pidato bunga-bunga
  (pidato bunga-bunga,  fligh no. 12,  beras merah)

Saya bukan penari, saya seorang ibu rumah tangga dengan anak yang masih 
menyusu, kata Meme suatu hari. Meme merupakan salah satu anggota dari proyek 
karya tari ini. Memang karya ini merupakan semacam laporan dari perjalanan 
menemukan tubuh tari, bukan tubuh penari. 

  tempat & waktu:
jogjakarta, 12 & 13 April 2007,  pukul 20.00 wib:
  kedai kebun forum, Jl. Tirtodipuran No. 3, Jogjakarta
   
  solo: 18 & 19 April 2007, pukul 20.00 wib 
  teater arena taman budaya jawa tengah, Jl. Ir. Sutami - Surakarta
   
  penari: yoyo jewe, yuni wahyuning, yustinus popo, media anugrah ayu, ika dewi 
wulandari, fitri setyaningsih; koreografer: fitri setyaningsih; musik: leon 
delorenzo; kostum: fukamachi rei, rika caroline; teks/artistik: afrizal malna; 
bas betot/ending song: bengbeng; stage manager/lighting: caroko turah, anto 
hercules; konsultan proyek: helly minarti; riset: surya salung; fotografer: 
riikka oinonen
   
  karya 1 PIDATO BUNGA-BUNGA: Durasi 22 menit. Menggunakan peralatan gunting 
rumput. Karya ini tentang bunga-bunga yang kehilangan taman. Bunga bisa tumbuh 
dimana-mana. Tetapi taman bukan lahan yang mudah ditemukan. Bunga mewakili imij 
yang tersingkir dan terus mencari jalan untuk tetap hidup walau tempat untuk 
hidup semakin sulit ditemukan.
   
  karya 2  FLIGHT NO. 12: Durasi 8 menit. Menggunakan peralatan karet berwarna 
merah. Tubuh seperti tertancap di dinding. Hanya kepala dan tangan yang masih 
memiliki kemungkinan untuk bergerak. Mungkin mirip pesawat yang tertancap di 
sebuah bangunan hitam. Karya ini mulanya dipentaskan dalam pembukaan pameran 
lukisan Hanafi, (Id hanafi, o house gallery, Galeri Nasional, Jakarta, 
September 2006). Dibuat berdasarkan instalasi Hanafi: sebuah box rendah (tinggi 
70 Cm), lantai kaca, konstruksi satu tiang seperti melayang. Karena itu harus 
menari selalu dalam keadaan membungkuk.  Dalam pentas ini mengalami beberapa 
perubahan. 
   
Karya 3 BERAS MERAH: Durasi 25 menit. Karya ini gambaran proses menstruasi 
lewat imij sansak tinju sebagai batang rahim yang tersakiti. Properti lain: 
pakaian, 2 ekor belut dan sebatang pipa alumunium untuk proses antara 
pembersihan dan datangnya kesuburan. Menstruasi dalam bahasa Jawa disebut 
“garap sari”, dalam bahasa Indonesia “datang bulan”. Kedua istilah ini 
imajinatif sebagai bahan eksplorasi. Dalam legenda Sunda atau Jawa, ketika Dewi 
Kesuburan mengalami menstruasi, seluruh sawah menjadi berah, serta menghasilkan 
beras merah setelah panen. Pembalut yang digunakan Dewi Kesuburan, setelah 
dibuang ke sawah berubah menjadi belut. Karya ini pernah dipentaskan dalam 
Indonesia Dances Festival 2006, gedung kesenian jakarta.

salam kami
afrizal malna
 
---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
always stay connected to friends.

Kirim email ke