Kursus Jurnalisme Sastrawi

Pada 1973 Tom Wolfe menerbitkan buku The New Journalism. Dunia jurnalisme 
Amerika Serikat gempar. Sebuah gerakan muncul. Ia mengawinkan disiplin yang 
paling keras dalam jurnalisme dengan daya pikat karya sastra. Ibarat novel tapi 
faktual. Ibarat novel ia mencerahkan. Suratkabar-suratkabar Amerika banyak 
memakai elemen-elemennya ketika kecepatan televisi memaksa mereka tampil 
dengan laporan-laporan yang lebih dalam. Kini gerakan itu diperkenalkan di 
Jakarta. Belajar menulis dengan dalam sekaligus memikat. 

Kursus akan diadakan pada:
Tanggal        : 18 – 29 Juni 2007
Waktu        : 10.00 – 15.00 wib 
(Kursus ini dibuat berseling yaitu satu hari sesi di kelas dan satu hari tugas 
di rumah)

Biaya kursus Rp 3 juta untuk setiap peserta
Biaya tersebut sudah termasuk buku dan materi kursus non-buku sekitar 200 
halaman serta coffebreak dan makan siang.

Peserta adalah orang yang biasa menulis untuk media. Setidaknya sudah 
berpengalaman lima tahun. Peserta maksimal 16 orang agar pengampu punya 
perhatian memadai buat semua peserta. Calon peserta diharapkan mengirim biodata 
dan contoh tulisan agar pengampu mengetahui kemampuan dasar peserta  lebih 
awal. 

Informasi lengkap hubungi
Dyah Ayu Pratiwi
Pantau 
Jalan Raya Kebayoran Lama Nomor 18 CD, Jakarta 12220 
Phone. 021 – 7221031 / 722 1044 ex. 400  Fax. 021 – 7221055 
Cell. 0815 41009682  Email. [EMAIL PROTECTED]
www.pantau.or.id

Biaya pendaftaran ditransfer ke :
Rekening a.n Yayasan Pantau    
Bank Mandiri KCP Jakarta Kebayoran Lama
No. Rekening: 128.000.4350192

Pengampu
Janet Steele --  Associate Profesor dari George Washington University. Mengajar 
mata kuliah narrative journalism.  Janet berminat pada masalah-masalah pers 
yang terjadi di berbagai  negara maupun di Indonesia. Menulis buku Wars Within: 
The Story of  Tempo, an Independent Magazine in Soeharto’s Indonesia. Pada 
2005-2006 Janet menerima Fullbright Scholarship untuk mengajar jurnalisme di 
Indonesia. 

Andreas Harsono -- Ketua Yayasan Pantau, pernah bekerja di beberapa media 
internasional, anggota International Consortium of Investigative Journalists,  
pada 
1999-2000 mengikuti Nieman Fellowship di Universitas Harvard, Amerika Serikat. 
Sekarang Andreas sedang menyelesaikan buku From Sabang to Merauke: Debunking 
the Myth of Indonesian Nationalism yang membahas kompleksitas hubungan antara  
media, kekerasan, etnik dan agama dengan nasionalisme di Indonesia. 


 
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels 
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.

Kirim email ke