Mbak Rofiqah, Seperti halnya Uni Sovyet, negara Yugoslavia-nya Yosip Broz Tito juga sudah tidak ada lagi. Negara itu pecah menjadi enam negara dalam proses 15 tahun. Satu pelajaran berharga untuk dihindari oleh negara yang ingin memelihara keutuhan dan persatuan.
Perpecahan di Yugoslavia berakar pada perasaan kesukuan yang tidak kunjung hilang di antara republik-republik Yugoslavia, yang memiliki ciri berbeda satu sama lain. Yugoslavia terdiri dari berbagai keturunan suku bangsa. Sebelum pecah 36 persen suku Serbia, 20 persen Kroasia, 9 persen keturunan Muslim Bosnia, 8 persen suku Slovenia, Masedonia 6 persen dan keturunan Albania 8 persen. Dan sebagai bekas jajahan Turki 400 tahun, di negara ini juga terdapat sejumlah besar keturunan Turki. Ada tiga agama utama. Slovenia dan Kroasia beragama Katolik Roma. Serbia dan sejumlah republik lain beragama Kristen Ortodoks Timur, sedang sebagian penduduk Bosnia Herzegovina dan Masedonia beragama Islam. Di negara ini juga berlaku tiga bahasa. Bahasa Slovenia, bahasa Serbo-Kroasia dan bahasa Masedonia. Ketiganya diakui sebagai bahasa resmi. Tulisan yang digunakan juga berbeda antara republik di utara dan di selatan. Slovenia dan Kroasia menggunakan abjad Latin, sedang Serbia dan republik lain menggunakan abjad Yunani-Rusia. Dan di masa lalu, sebelum bergabung menjadi Yugoslavia, hubungan antara kerajaan-kerajaan di sana ditandai kebencian dan peperangan. Itulah latar belakang perpecahan di negara itu. Nanti kita lanjutkan. Dan sekarang tentang Yosip Broz Tito. Tito adalah seorang ber-ideologi komunis, tetapi dia tidak mau menjadi pembebek dan dikendalikan oleh Stalin. Karena itu diktator Sovyet itu menuduh dia "komunis sesat", kalau dalam Islam semacam "bid'ah"-lah seperti Syiah atau Ahmadiyah hehehe. Dia di-cap sebagai pengikut Trotsky segala. Untuk lebih memahami baiklah kita lihat sedikit perjalanan hidup orang yang kemudian menjadi diktator Yugoslavia ini. Broz Tito semula mendaftar menjadi tentara Austro-Hongaria. Pada Perang Dunia Pertama dia terluka dan ditangkap tentara Rusia. Tahun 1917, setelah revolusi kaum Bolshewik di Rusia dia dibebaskan dan menjadi anggota Partai Komunis. Tahun 1920 dia kembali ke tanah airnya yang telah memperoleh kemerdekaan dan membantu membentuk Partai Komunis Yugoslavia. Tetapi partai itu kemudian dilarang dan Yosip Broz dipenjarakan tahun 1928. Pada masa Perang Dunia Kedua dia memimpin kaum Partisan melancarkan perang gerilya terhadap tentara pendudukan Jerman. Dan sementara memerangi Jerman dia juga memerangi sesama kaum gerilya lain bernama Chetniks yang anti-komunis. Sesudah perang berakhir, Tito menghukum mati pemimpin gerilya Chetniks, Draza Mihailovich. Tito membentuk pemerintahan komunis di Yugoslavia tahun 1945, dan menjadi perdana menteri dan menteri pertahanan. Tetapi usaha Sovyet untuk menguasai Yugoslavia menyebabkan perpecahan antara Stalin dan Tito. Dia misalnya tidak mau menjadi anggota Pakta Warsawa, karena itu Yugoslavia diusir dari Blok Sovyet. Walaupun mendekatkan diri pada Amerika, Tito melanjutkan praktek penguasaan keras atas rakyat. Partai Komunis Yugoslavia merupakan partai satu- satunya. Yang mengecam pemerintah dipenjarakan. Tahun 1963 dia mengangkat diri menjadi presiden seumur hidup. Tetapi kemudian dia mulai melonggarkan kekuasaan. Wewenang dinas rahasia dibatasi, dan sejumlah kebebasan politik dan ekonomi diberlakukan. Dan bersama sejumlah pemimpin dunia yang lain: Nasser, Nehru, dan Pemimpin Besar Revolusi sebuah negara indah permai di khatulistiwa sana (yang disanjung-sanjung Opa Bismo di milis ini hehehehe), dia mendirikan gerakan Non Blok dengan markasbesar pertama di Beograd dan Yugoslavia sebagai ketua pertamanya. Itu cerita tentang Tito. Sekarang kembali ke proses ambruknya negara ini. Bentuk negara Yugoslavia mirip Uni Sovyet, terdiri dari republik-republik bagian. Setelah Tito meninggal tanggal 4 Mei 1980 dalam usia 88 tahun, kekuasaan dialihkan kepada dewan kepresidenan yang sudah disiapkannya. Dewan ini beranggotakan para pemimpin 6 republik dan dua provinsi yang berotonomi masing-masing Republik Serbia yang paling besar, Republik Kroasia, Slovenia, Bosnia Herzegovina, Masedonia dan Montenegro, serta provinsi Kosovo dan Vojvodina. Jabatan ketua dewan kepresidenan digilir sekali setahun di antara republik-republik dan provinsi itu. Tahun 1990, parlemen menyetujui pluralisme politik dan sistem multi-partai seiring dengan semangat demokratisasi di berbagai negara Eropa Timur. Dengan demikian Partai Komunis bukan lagi partai satu-satunya. Dan ternyata hasil pemilihan umum menunjukkan kemenangan partai-partai baru yang menghendaki pemisahan diri di republik Kroasia, Slovenia, dan Bosnia Herzegovina. Partai Komunis juga kalah di Masedonia. Tetapi di Republik Serbia yang mencakup provinsi Kosovo dan Vojvodina serta Republik Montenegro, Partai Komunis memperoleh kemenangan mutlak. Dan kelanjutannya sudah sama kita ketahui. Bulan Juni 1991 Kroasia dan Slovenia menyatakan diri merdeka. September tahun itu juga Masedonia menyatakan kemerdekaan. Begitupun Bosnia Herzegovina menyusul memproklamasikan kemerdekaan yang diikuti perang saudara antar etnis di sana yang berlangsung 4 tahun dan baru berakhir setelah masuknya 60.000 tentara NATO. Yugoslavia baru yang hanya tinggal Republik Serbia dan Montenegro juga tidak mampu bertahan lama. Negara itu terus-menerus dilanda prahara, antara lain Perang Kosovo dan ditangkapnya presiden negara itu Slobodan Milosevic yang dihadapkan ke Mahkamah Kejahatan Perang Internasional di Den Haag sebagai penjahat perang. Tanggal 3 Juli 2006, Montenegro menyatakan diri merdeka dan dua hari kemudian negara Yugoslavia dinyatakan bubar. Dengan demikian, sebagai anggota PBB Yugoslavia digantikan oleh 6 negara: Slovenia, Kroasia, Bosnia-Herzegovina, Masedonia, Montenegro dan Serbia yang masing-masing diterima sebagai anggota baru. Mudah-mudahan Mbak Rofiqah puas dengan jawaban saya. -------------------------------------- --- Rofiqah Choudhury <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya harap postingan saya ini tidak ikut dihanyutkan bersama ratusan kliping koran. Mas Sato, saya hendak menanyakan dua hal yang mungkin mas bisa menjawabnya. Pertanyaan saya: apakah negara Yugoslavia yang dulu di-presideni oleh Broz Tito masih ada? Lalu, apa ideologi Tito? Apa partainya? Jawab yang LURUS ya, sebab saya yakin banyak Opa yang akan menempelak kalau Mas Sato asal bunyi alias AS-BUN hehehe ... --- Sato Sakaki <ssakaki2002@ yahoo.com> wrote: > NATO dan PAKTA WARSAWA > Oleh: Sato Sakaki > > Pak Soenarko lewat email menulis: > Bung Sato, > Dulu setelah Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa > terbentuk, terbentuk pula pakta-pakta pertahanan > militer seperti Pakta Warsawa, Nato, Seato dan entah > apa lagi. Yang hendak saya tanyakan: apakah > urgensinya, khususnya bagi Dewan Keamanan PBB > pakta-pakta pertahanan militer tersebut? Apakah > pakta pertahanan > militer itu merupakan alat arbitrage, atau alat > proteksi terhadap negara yang bersengketa? > Negara-negara bersengketa mana saja yang memperoleh > proteksi dari pakta pertahanan militer itu? > > Baiklah saja jawab: > Pak Soenarko, > Pembentukan pakta-pakta pertahanan seperti NATO dan > Pakta Warsawa tidak ada kaitan dengan Dewan Keamanan > PBB dan sama sekali bukan merupakan lembaga > arbitrasi. > > > Pakta-pakta tersebut sepenuhnya merupakan aliansi > politik dan militer yang lahir dari pertarungan > ideologi dan perasaan saling-curiga antara Blok > Barat > yang dipimpin Amerika Serikat dan negara-negara > komunis Blok Timur yang dipimpin Uni Sovyet. > > NATO adalah singkatan dari North Atlantic Treaty > Organization atau lazim diterjemahkan ke bahasa > Indonesia menjadi Pakta Pertahanan Atlantik Utara. > Pakta ini dibentuk tanggal 4 April 1949 untuk saling > menjaga keamanan anggota-anggotanya dari serangan > luar. Serangan terhadap salah satu negara anggota > akan > > dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota > NATO, dan untuk itu segala tindakan yang perlu akan > diambil, termasuk penggunaan kekuatan militer. > > Pakta ini semula beranggotakan Amerika Serikat, > Kanada, Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, > Luksemburg, > Denmark, Italia, Islandia, Norwegia dan Portugal. > Tahun 1951 Yunani dan Turki bergabung dalam pakta > itu, Jerman > Barat bergabung tahun 1954, dan tahun 1982, Spanyol > juga ikut menjadi anggota. Markasbesar NATO > berkedudukan di Brussel, Belgia. > > Selanjutnya untuk menghambat gerak maju komunis di > Asia > Tenggara, negara-negara sekutu membentuk pula SEATO > dan ANZUS. SEATO adalah singkatan dari South East > Asia Treaty Organization yang dibentuk tanggal 8 > September > 1954 dengan anggota Australia, Prancis, Inggris, > Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Thailand dan > Amerika Serikat dengan markasbesar di Bangkok. Pakta > ini ternyata gagal mencegah kemenangan komunis di > Indo Cina dan dibubarkan tahun 1977. > > ANZUS adalah pakta pertahanan yang beranggotakan > Selandia Baru, Australia dan Amerika Serikat. Pakta > ini ditandatangani di San Francisco tahun 1951. > Tetapi > tahun 1984, pemerintah Selandia Baru memberlakukan > kebijakan yang kemudian menjadi undang-undang, yang > melarang kapal-kapal bertenaga nuklir (digerakkan > dengan reaktor nuklir) dan membawa senjata nuklir > singgah di pelabuhan-pelabuhan Selandia Baru. Ini > menyebabkan perselisihan dengan Amerika Serikat. Dan > pada tahun 1986, AS menyatakan tidak lagi dapat > menjamin keamanan Selandia Baru berdasarkan Pakta > ANZUS. > > Ada lagi pakta pertahanan yang disebut CENTO atau > Central Treaty Organization. Ini adalah pakta > pertahanan di Timur Tengah yang semula bernama Pakta > BAGDAD. Anggota-anggotanya Irak, Turki, Iran, > Pakistan > dan Inggris, dengan tujuan untuk menghadapi ancaman > Sovyet di Timur Tengah yang kaya minyak. Tetapi > tahun > 1959, setelah pemerintah kerajaan terguling, Irak > menarik diri dari organisasi itu, dan markasbesar > dipindahkan ke Ankara, Turki. Tahun 1979, setelah > Shah Iran tumbang oleh Revolusi Islam, Iran > menyatakan keluar, dan Pakta CENTO-pun dibubarkan. > > Sementara itu, untuk menghadapi NATO, tahun 1955 Uni > Sovyet dan negara-negara blok komunis di Eropa Timur > membentuk Pakta Warsawa, aliansi politik dan militer > yang bermarkasbesar di ibukota Polandia, Warsawa. > Anggotanya mencakup Uni Sovyet, Polandia, Rumania, > Bulgaria, Cekoslowakia, Hongaria dan Jerman Timur. > > Seperti halnya NATO, serangan terhadap salah satu > negara anggotanya akan dipandang sebagai serangan > terhadap seluruh negara anggota pakta tersebut dan > akan dihadapi bersama. Tetapi sesudah > pemerintah-pemerint ah komunis di Eropa Timur > bertumbangan berganti dengan pemerintahan > demokratis, > Pakta Warsawa dengan resmi dinyatakan bubar sebagai > pakta militer bulan Maret 1991 dan bubar dari > perannya sebagai aliansi politik bulan Juli 1991. > > Kembali ke NATO, setelah bubarnya Pakta Warsawa, > ambruknya Uni Sovyet dan berakhirnya Perang Dingin, > negara-negara anggota NATO berusaha mengubah misi > organisasi itu dengan lebih menekankan pada tindakan > politik dan membentuk pasukan gerak cepat untuk > menanggulangi krisis-krisis lokal. > > Bulan Desember 1995 pasukan multi-nasional yang > dipimpin NATO digelar untuk membantu memelihara > perdamaian di Bosnia-Herzegovina. > > Tahun 1999 karena khawatir suku Serbia akan > melancarkan ethnic cleansing atau pemusnahan etnis > di > Kosovo seperti yang terjadi di Bosnia, Amerika > Serikat > dan NATO menekan pihak Serbia supaya menarik pasukan > dari wilayah itu. Dan setelah Presiden Milosevic > menolak, NATO melancarkan perang udara terhadap > Yugoslavia pada bulan Maret dan Juni 1999. Pihak > Serbia membalas dengan men-terror penduduk Kosovo > yang > memaksa ratusan ribu orang melarikan diri. Bulan > Juni > 50 ribu anggota pasukan multinasional yang dipimpin > NATO memasuki Kosovo. > > Bulan Maret 1999, tiga negara bekas anggota Pakta > Warsawa Polandia, Hongaria dan Republik Ceko > diterima > menjadi anggota baru NATO. Bulan Maret 2004 menyusul > Bulgaria, Estonia, Latvia, Lithuania, Rumania, > Slowakia dan Slovenia juga diterima menjadi anggota > penuh. > > Dewasa ini pasukan NATO digelar di Afghanistan untuk > membantu pemerintah Presiden Hamid Karzai menghadapi > Taliban. > > Mudah-mudahan puas. > > Sato Sakaki, > Los Angeles, California
