Betul, orang tua yang takut anaknya membaca Play Boy adalah orang yang tidak siap jadi orangtua. Lagian, mungkin belum lihat isinya, isi Play Boy gak ada apa-apanya. Mungkin hanya judulnya yang membuat orang berpikiran kotor lalu menganggap "membahayakan". Tolong teliti isinya.
Salam Kebangsaan. RA --- Roslina Podico <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Hi, apa ini tak salah Bu/Pak AniDj? > Saya malah mencela dan menyebut orangtua yg khawatir > adalah orangtua yg > tidak siap jadi ortu. Sorry, saya tidak khawatir > sama sekali. Tolong > dibaca tulisan saya kembali, he,he,he (senyum,senyum > simpul) > > Salam juga > Roslina yang *tak* khawatir > "Anggaplah setiap kesulitan itu sebagai suatu > kesempatan." Kalimat ini > menurut saya > lebih tepat daripada kita selalu menghadapi > kesulitan dengan > kekhawatiran. Ini pendapat saya! > > > AniDj wrote: > > Saya mengerti betul kekawatiran ibu Roslina. Saya > juga pernah > > merasakan kekawatiran2 dalam mendidik 2 org anak > saya, laki2 dan > > perempuan. Sekarang mereka sudah berumur 23 th dan > 21 th. Sebagai > > seorang ibu, saya pun tidak pernah tau kapan saya > bisa berhenti > > mengkawatirkan anak2 saya, mungkin sepanjang hidup > saya. > > Dalam hal ini saya lebih takut pada perkembangan > pengedaran narkoba > > ketimbang peredaran majalah porno. Yang penting > dalam hal ini, adalah > > pendekatan dengan anak2 kita, menjaga komukasi > yang terbuka antar anak > > dan ortu. Yang lebih penting dan diatas segala2nya > adalah penebalan > > iman anak2 kita dengan mengisi rohani mereka > dengan basic agama yang kuat. > > Dengan kekuatan Tuhan, anak2 kita akan > terselamatkan dan terlindungi. > > Semoga sharing saya ini ada manfaatnya untuk ibu > Roslina. > > > > Salam kenal > > AniDj > > > > > > */adhie achmad <[EMAIL PROTECTED]>/* wrote:
