Saya sepenuhnya setuju dengan pendapat si uda ini. Bali memang beda
dengan bagian lain dari Indonesia ini. Dan Bali akan jauh lebih damai  dan 
tenteram seandainya mereka bukan merupakan bagian dari Indonesia. Di Bali, 
bukan cuma manusia, binatang bahkan tumbuhan pun dihargai dengan selayaknya.

Atmosfer di Bali memang membuat nyaman, meskipun Bali juga tidak 100%
bersih dari kejahatan, tapi di Bali kita merasa aman dan terlindungi
di tengah masyarakat, kita punya keyakinan jika ada penjahat yang
nekat menyerang di keramaian kita akan dibela dan dilindungi oleh
orang banyak di sekitar kita.

Di Bali bahkan ketika berhenti di lampu merahpun kita masih bisa
saling bertegur sapa dengan orang di samping kita, hanya di Bali
ketika kendaraan tanpa sengaja saling bersenggolan, urusannya bisa
diselesaikan hanya dengan anggukan dan senyuman sebagai isyarat
meminta maaf.

Memang harus diakui, belakangan Bali jadi kurang nyaman bagi
pendatang dari wilayah lain Indonesia yang menetap di sini, pendatang
harus melengkapi diri dengan KIPEM (Kartu Identitas Penduduk
Musiman), pendatang dari luar sering merasa was-was, takut tiba-tiba
dirazia oleh Pecalang lalu diangkut ke Banjar.

Tapi itu juga terjadi karena orang luar yang mengkhianati kebaikan
dan ketulusan sikap orang Bali. Bali yang damai di Bom hanya karena
ada orang luar yang sebegitu egois dan serakahnya ingin masuk surga
sendiri, meskipun caranya dengan membuat susah jutaan orang, puluhan
nyawa hilang, ratusan ribu orang kehilangan pekerjaan, puluhan ribu
anak putus sekolah akibat orang tuanya di PHK, sehingga orang Bali
yang biasanya begitu tulus dan ramah jadi mulai merasa tidak nyaman
dan curiga terhadap pendatang.

Setiap kerusakan yang terjadi di Bali, hampir selalu pelakunya adalah  orang 
luar, mulai dari maling sendal sampai pelaku perusakan yang
lebih serius seperti misalnya perusahaan punya Bakrie yang membangun
Nirwana Resort di dekat Pura Agung Tanah Lot yang disucikan oleh
orang Bali, yang dengan sewenang-wenang mengusir orang Bali pemilik
tanah didaerah itu demi ambisi besarnya.

Penjara Kerobokan juga jarang sekali diisi oleh orang-orang bernama
Wayan, Made, Nyoman, Ketut dan sejenisnya, tapi kebanyakan berisi
nama-nama berakhiran huruf 'O', nama berbau timur tengah atau nama-
nama ibrani.

Best Regards

Liza

--- In [EMAIL PROTECTED], Tanribra Gandranata EDDY
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tapi kata Urangawak, selalu pesan kepada anaknya yg dirantau, :
Nak, ingat2 pesan bapak, "Jangan mencilo, kecuali terpakso" Apo ada
efeknyo dgn malieng sandal?
>
>  Dan Ci'e lagi, apakah ada hubungan dg polygami ttg pesan yg
kedua' "Jangan berzino kecuali suko samo suko"
hahahaaa...............Just kidding......!
>
> radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Berikut pujian dari orang Minang kepada warga Bali.
>   Bahkan dia menginginkan agar Bali merdeka saja, agar tak
terkontaminasi "budaya maling sandal"


>
>                        To: aktivis <[EMAIL PROTECTED]>,
>   urang <[EMAIL PROTECTED]>
> From: Urang Bagak Gilo Baladiang <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Thu, 12 Apr 2007 05:06:42 -0700 (PDT)
> Subject: [Urangawak] Mari Kita Selamatkan Bali
>
>                              di Bali jarang kita dengar ada ada
copet
>    kehilangan sendal di tempat ibadah
>    pakuak mamakuak pun baru sekarang-sekarang ini
>    setelah diajarakan dunsanak dari suku lain
>
>
>    kata kawan saya,
>    bukan karena di Bali orangnya baik semua
>    bukankah setiap orang punya kecenderungan menjadi baik atau jahat
>
>    alasannya,
>    orang Bali takut karma dewa
>    mereka total dalam bertuhan
>    jadinya mereka tak berani berbuat macam-macam
>
>    sebelum Bali terlanjur seperti kita
>    dimana semua orang berubah menjadi munafik
>    bertuhan tak pernah total
>
>    sebelum Bali terlanjur seperti kita
>    dimana korupsi menjadi biasa
>
>    sebelum Bali terlanjur seperti kita
>    kita dukung saja Bali merdeka
>    berpisah dari kita
>    Bali menjadi seperti Singapura
>    bahkan bisa lebih jaya
>    tak seperti negara kita
>    yang katanya jauh lebih kaya
>    cuma isinya maling semua
>    akhirnya sakitu-kitu aja
>
>    UBGB

Kirim email ke