Saya kira masalah wanita atau perempuan itu bukan dilihat dari sebutannya tetapi dilihat bagaimana manusianya tersebut. Kalau lah sang manusia mempunyai predikat yang jelek maka disebut wanita atau perempuan tetep sama saja. contoh : inul adalah wanita mulia = inul adalah perempuan mulia kartini adalah wanita bejat = kartini adalah perempuan bejat
jadi ga usah para wanita ngomongin yang sesuatu terhormat bagi diri mereka sendiri, sedangkan kalian sendiri ga bisa jaga harkat dan martabat sebagai wanita indonesia!! jangan berharap kalian akan dianggap sbg wanita terhormat sebelum kalian pamer pantat di depan muka laki-laki dan anak kecil. hiii... tragis amat ya?? ----- Original Message ---- From: radenayu asli <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, April 14, 2007 10:37:32 PM Subject: Re: [mediacare] Lebih Sopan Perempuan atau Wanita? Saya pernah dengar dari Prof DR Saparinah Sadli, perempuan berasal dari kata "empu" =orang yang dihormati. Sebab itu oleh kaum perempuan aktifis dan kaum perempuan intelektual, yang digunakan adalah "perempuan", bukan yang lain. Saya juga menggunakan "perempuan" sebab menghormati ibu, saudara-saudara perempuan dan rekan-rekan perempuan sebangsa dan setanah air. Salam kebangsaan. --- Immanuel Rey <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > Akh, bung Yuri ini suka mancing-mancing. Kita ini > kan omong bahasa dan bukan perbuatan. Yang tidak > sopan itu selalu adalah "perbuatan". Anda mau omong > apa saja atau istilah apa saja, silakan. Jikalau > Anda hendak memaki atau mengumpat atau menghina maka > yang disebut tidak sopan itu adalah perbuatannya, > bukan kata-katanya. > > Sebuah kata atau istilah dinilai tidak sopan, > harus pula dilihat dari akibatnya. Anda boleh saja > mengumpat saya dengan kata-kata apa saja, tetapi > jika kata-kata itu tidak mengakibatkan saya terhina > atau menyinggung perasaan saya, bagaimana mungkin > kata-kata yang Anda lontarkan itu disebut tidak > sopan? > > Bahasa Indonesia yang kita gunakan ini sifatnya > demokratis. Artinya, setiap kata yang kita gunakan > mestinya tidak lagi membangkitkan rasa feodalisme > menurut kasta, jabatan, atau status si pembicara. > Jikalau Presiden SBY dapat mengadakan "santap" malam > di Istana Negara, maka si Mamat yang punya > pekerjaaan pemulung pun boleh saja menyediakan > "santapan" di kolong jembatan. Bahkan, anjing > peliharaan saya pun tidak dilarang "menyantap" > makanannya di kolong meja. > > Bandingkan dengan bahasa Jawa atau bahasa daerah > lain di Indonesia yang suka membeda-bedakan istilah > menurut kasta seseorang. Kata "mangan" dalam bahasa > Jawa akan dinilai tidak sopan jika digunakan dalam > kalangan orang priyayi. Kata yang lebih sopan dan > pantas adalah "dahar". > > Dalam bahasa Indonesia, bagaimana Anda mengukur > sopan tidaknya kata "makan" dan "santap" Bukankah > semua kalangan masyarakat boleh menggunakan kata > itu? Sejalan dengan itu, kata-kata "perempuan" dan > "wanita" itu pun tidak bisa kita bedakan menurut > takaran kesopanan. Kedua kata itu hanya dapat kita > bedakan dalam pengertian makna. > > Bahasa itu sendiri juga berarti "halus", seperti > pada ungkapan "angin bertiup sepoi-sepoi bahasa". > Karena itu semua kata yang kita gunakan dalam bahasa > Indonesia ini pun adalah halus. Kata "pelacur" tidak > akan bisa kita sebut lebih kasar atau lebih sopan > daripada kata "PSK". Demikian pun "PRT" itu tidak > akan bisa lebih sopan dari kata "babu". Ukuran > sopannya itu apa? Toh, perbuatannya sama saja. > > Kata orang, masalah perbuatan sopan itu pun perlu > ada ukuran. Yang biasanya digunakan orang sebagai > ukuran adalah "SIKONTOLPANJANG" . Singkatan dari > Situasi, Kondisi, Toleransi, Pandangan, dan > Jangkauan. Karena itu, perbuatan pelacur itu pun > belum tentu disebut biadab jika dilakukan oleh dua > orang berlainan jenis di lokalisasi yang sudah > disediakan atau di kamar hotel. Tetapi, perbuataan > suami-istri dapat kita sebut tidak sopan jika > mereka bersenggama di tempat umum dan dilihat orang > banyak. > > Istilah Menteri Peranan Wanita itu keliru, Bung. > Yang diurus kok cuma wanita, perempuan yang lain > seperti nenek-nenek dan anak-anak perempuan di bawah > umur yang telantar seakan-akan diabaikan. Karena itu > sekarang diganti dengan Menteri Negara Pemberdayaan > Perempuan. Ini soal makna PEREMPUAN, dan bukan soal > sopan-santun. > > IUR > > yuri aladdin <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > Penjelasan bung Immanuel Rey (sepertinya > saya pernah bertemu Anda di salah satu forum diskusi > bahasa ya ?) itu menarik sekali mengenai beda kata > "perempuan" dan "wanita". Cuma, ada yang saya agak > heran bung Immanuel, kenapa penggunaan kata > "perempuan" itu kemudian makin menurun dan orang > lebih suka menggunakan "wanita" ? Biasanya, > menurunnya penggunaan kata tertentu itu karena ada > trauma tertentu yang membuat orang cenderung > menggunakan kata lain yang dianggap lebih sopan, > contohnya "pelacur" sekarang menjadi "PSK", > "penjara" jadi "lembaga pemasyarakatan" , "babu" > jadi "PRT" dsb, dsb. Lalu untuk perempuan itu kenapa > ? Walaupun onderbouw PKI "Gerwani" (Gerakan Wanita > Indonesia) katanya melakukan penyiksaan terhadap > para jenderal di tahun 1965 , kenapa kata "wanita" > ini tidak mengalami penurunan rasa ? Kita malah > punya Menteri Urusan Peranan Wanita (UPW) bukan > Menteri Urusan Peranan Perempuan (UPP) ? > Hehehe...Dasar wanita ! > > Pada tanggal 09/04/07, elok dyah messwati > <[EMAIL PROTECTED] com> menulis: Wanita = > wani ditata (mau diatur-atur) > hmmm? > makanya kenapa para aktivis perempuan lebih suka > pakai kata perempuan... seperti yang dipaparkan pak > Immanuel di bawah ini. > ----- Original Message ----- > From: Immanuel Rey > To: [EMAIL PROTECTED] ps.com > Sent: Monday, April 09, 2007 2:32 PM > Subject: Re: [mediacare] Lebih Sopan Perempuan > atau Wanita? > > > Kata PEREMPUAN dan WANITA kita gunakan bukan > karena yang satu lebih sopan daripada yang lain. > PEREMPUAN adalah jenis kelamin, yakni orang > (manusia) yang mempunyai puki, dapat menstruasi, > hamil, melahirkan anak, dan menyusui. WANITA adalah > perempuan yang sudah dewasa. (Lihat Kamus Besar > Bahasa Indonesia - KBBI) > > Kata PEREMPUAN dapat digunakan untuk segala usia > (perempuan kecil, perempuan dewasa atau perempuan > tua) tetapi kita tidak lazim menyebutkan bayi yang > baru lahir itu adalah WANITA. > > Kata PEREMPUAN pada masa kini sudah jarang > digunakan atau bahkan tidak lagi digunakan orang > karena menganggap kata lama yang sudah usang. > Mungkin karena itu orang cenderung menganggap > PEREMPUAN itu tidak sopan. Karena itu jika orang > sedang mengumpat sering terucap "Dasar perempuan, > lu!", tetapi kita belum pernah mendengar orang > berkata "WANITA, lu!. > > Sesungguhnya, PEREMPUAN itu memberi kesan yang > lebih mulia daripada WANITA. Kata itu berasal dari > kata dasar "empu" yakni gelar kehormatan yang > berarti "TUAN". Jika kita mengatakan "mengempu" > berarti kita sedang memuliakan atau menghormati > seseorang. > Dalam kesusastraan Melayu Klasik kita mengenal > kata EMPUAN yang juga berarti "perempuan" yakni > sebuatan bagi istri raja. > > Mungkin dari situlah muncul kata PEREMPUAN yang > lebih kurang berarti "orang yang dimuliakan atau > yang dihormati". > > IUR > > > > Lady Asther <baikhati_2000@ yahoo.com> wrote: > Dear all ... > Aku mohon info dunks ... > Kabarnya, penyebutkan kata PEREMPUAN lebih sopan > daripada WANITA benarkah ??? > > Thx yaa > > GBU > > lady asther > 081384555527 > > ------------ --------- --------- --- > Sucker-punch spam with award-winning protection. > Try the free Yahoo! Mail Beta. > > > > > > ------------ --------- --------- --- > Now that's room service! Choose from over 150,000 > hotels > in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your > fit. > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------ --------- --------- --- > Never miss an email again! > Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail > arrives. Check it out. ____________ _________ _________ _________ _________ __ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail. yahoo.com Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
