Sudah banyak terbukti kalo Menteri Perhubungan Hatta Radjasa itu tidak
Capable untuk menjadi pemegang jabatan itu.

Mulai dari kecelakaan kereta api (yang merenggut banyak korban dan sekarang
praktek naik kereta di bagian atap masih TEUTEUP terjadi...!!!), terus
dilanjutkan dengan kecelakaan kapal udara (memakan korban lebih banyak
lagi)... dan sekarang dengan adanya kabar (yang sudah usang... namun masih
tetap ada karena memang ditak pernah dibenahi...) manajemen transportasi
yang amburadul...

Ini "baru" transportasi yang "sederhana" gimana kalo nanti kita udah punya
subway ya...

Temennya tomat..... Cabe deh...


ardie


MOD:
Masalahnya bukan capable atau tidak. Sebagaimana kita tahu, yang diurusi 
Departemen Perhubungan itu amat banyak, dari mulai transportasi hingga pos dan 
telekomunikasi. Saya amat setuju kalau di era pemerintahan mendatang, Dephub 
dihapus saja. Diganti dengan
Departemen Transportasi. Sedangkan soal satelit, telkom, pos dan lainnya biar 
diurusi industrinya masing-masing.





On 4/14/07, loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Walaupun saya selama ini sangat anti dg 'forwarded posts' seorang
> produser TransTV, bung Satrio Arismundandar, yg terkesan membombardir
> dg argumentasi sepihak dan tak imbang, tetapi saya salut dengan
> investigasi TransTV yang saya tonton tadi (Sabtu sore), walaupun tak
> bisa 100% konsentrasi.
>
> Wartawan TransTV dengan menyamar berhasil secara ilegal memasukkan
> barang2 yang dari labelnya termasuk barang2 berbahaya berkat taktik
> KKN dg oknum2 dan preman2 tertentu. Selain bisa memasukkan barang2 tsb
> masuk ke dalam kapal jenis Roro, ia juga berhasil menjadi penumpang
> gelap di kapal Pelni yang ternyata manajemen pengaturan penumpangnya
> ambur adul.
>
> Mohon perhatian pak Menhub Hatta Rajasa ttg masalah2 BESAR di angkutan
> rakyat KECIL ini. Jika tidak bisa memperhatikan kenyamanan angkutan
> rakyat, lebih baik bapak mundur saja.
>
> Salam
>
> 
>



-- 
Sincerely yours,




Ardie Anggadipura
ZORA 90.1 FM Bandung
Promotion And Off Air Division
mobile : +62 22 706 30 901

Kirim email ke