Dari walhi Aceh...

========================================================

*P E T I S I*
 
 *Untuk Kehidupan Hari ini dan Generasi Mendatang*
 
 *Saatnya Menolak Penggunaan Bahan “Asbes-Chrysotile” dalam Proses *
 
 *Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh*
 
 *****
 
 Setelah dihantam oleh bencana gempa dan tsumani pada akhir Desember 2004 
 lalu, hari ini Masyarakat Aceh akan kembali dihantam oleh “potensi 
 Bencana massal” yang berasal dari penggunaan bahan bangunan rumah korban 
 tsunami yang mengandung “Chrysotile” yang terdapat dalam “Asbes”.
 
 204 rumah di Desa Deyah Raya Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, yang 
 dibangun oleh Yayasan Bakrie menggunakan bahan bangunan yang berasal 
 dari Asbes yang mengandung Chrysotile, kasus serupa teridentifikasi di 
 Desa Neuheun Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, dan Kecamatan Meureubo 
 Aceh Barat oleh pelaku yang berbeda.
 
 Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, sebagai regulator 
 dalam pemulihan kembali Aceh, justru menutup mata dan melempar tanggung 
 jawabnya terhadap persoalan ini, belum ada upaya kongkriet untuk 
 melakukan re-habilitasi terhadap rumah korban tsunami yang menggunakan 
 bahan Asbes-Chrysotile dan memberlakukan regulasi untuk pelarangan 
 penggunaan bahan Asbes yang mengandung Chrysotile dalam proses 
 Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh.
 
 Asbes adalah istilah pasar untuk bermacam-macam mineral yang dapat 
 dipisah-pisahkan hingga menjadi serabut yang fleksibel. Berdasarkan 
 komposisi mineralnya, asbes dapat digolongkan menjadi dua bagian. 
 Golongan serpentin; yaitu mineral krisotil yang merupakan hidroksida 
 magnesium silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11) H2O, Golongan 
 amfibol; yaitu mineral krosidolit, antofilit, amosit, aktinolit dan 
 tremolit. Walaupun sudah jelas mineral asbes terdiri dari 
 silikat-silikat kompleks, tetapi dalam menulis komposisi mineral asbes 
 terdapat perbedaan. Semula dianggap bahwa silikatnya terdiri dari 
 molekul Si11O12. Akan tetapi berdasarkan hasil penyelidikan sinar-X, 
 sebenarnya silikat-silikat itu terdiri dari molekul-molekul Si4O11.
 
 Beberapa tinjauan kasus kematian akibat menghirup udara yang tercemar 
 asbes menyimpulkan bahwa, 94 persen penggunaan /Asbes /didunia 
 mengandung bahan /Chrysotile /atau hidroksida magnesium silikat dengan 
 komposisi Mg_6 (OH)_6 (Si_4 O_11 )H_2 O, /Chrysotile/ merupakan bahan 
 mineral yang bersifat /Karsinogen /pemicu penyakit kanker yang akan 
 menyerang rongga dada, paru-paru, dan perut. Proses terinfeksinya 
 melalui udara yang telah tercemar oleh debu Asbes kemudian dihirup oleh 
 Manusia. Penggunaan Asbes telah banyak menimbulkan kematian pada korban, 
 contoh kasus di Negara Jepang, akibat menghirup udara yang tercemar 
 Asbes, 500 orang meninggal dunia pada tahun 1995, dan meningkat menjadi 
 878 orang pada tahun 2003, sehingga pemerintah Jepang melarang 
 penggunaan Asbes.
 
 Proses keracunan Asbes tidak terjadi secara seketika, racun /Chrysotile 
 /akan menyerang manusia secara akumulatif, proses terinfeksi 
 /Chrysotile/ akan memicu terjadi kanker pada manusia dalam waktu puluhan 
 tahun kemudian, ketika korban secara terus-menerus menghirup debu asbes 
 yang mengandung Chrysotile maka korban akan terkena penyakit kanker, 
 yang bisa menyebabkan kematian.
 
 Dari sejumlah pengalaman, penggunaan asbes sebagai bahan bangunan telah 
 banyak menimbulkan korban. Di Jepang saja, akibat menghirup udara yang 
 tercemar asbes, 500 orang meningal dunia (1995). Jumlah ini meningkat 
 menjadi 878 orang pada tahun 2003. Dan hingga saat itulah, pemerintah 
 Jepang melarang segala bentuk bangunan dengan menggunakan bahan baku 
 asbes. Dan dibeberapa Negara di Eropa, mengharamkan Asbes sebagai bahan 
 baku pembangunan rumah atau gedung yang akan di huni oleh manusia.
 
 Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias harus segera 
 melakukan upaya nyata dan terukur untuk menyelesaikan kasus ini, sebelum 
 menjadi berlarut-larut tanpa penyelesaian, untuk itu upaya nyata dan 
 terukur dapat dilakukan BRR Aceh-Nias dengan mengambil tindakan :
 
 1. Melakukan Pembangunan (rekonstruksi) Ulang bagi rumah-rumah yang
       menggunakan Bahan Asbes-Chrysotile di Desa Deyah Raya Kecamatan
       Syiah Kuala, Banda Aceh, dan Wilayah lainnya.
    2. Mengeluarkan regulasi/kebijakan yang melarang penggunaan bahan
       Asbes yang mengandung Chrysotile dalam proses Rehabilitasi dan
       Rekonstruksi di Aceh dan Nias, dan diberlakukan secara ketat serta
       mengikat bagi seluruh pelaku Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Aceh
       dan Nias.
    3. Bersikap Transparans dan accountable dalam setiap pengambilan
       keputusan dan memberikan informasi yang akurat dan benar (tidak
       melakukan kebohongan publik) terhadap proses penyelesaian kasus ini.
 
 * *
 
 * *
 
 *Banda Aceh, 16 April 2007.*
 
 *Hormat Kami.*
 
 **
 **
 **
 ============ ========= ========= =======
 Dewa Gumay - Manager Advokasi dan Kampanye
 Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh
 Jalan Krueng Do II No. 26 Lambhuk Kec. Ulee Kareng
 Banda Aceh, 23116 - Nanggroe Aceh Darussalam
 Telp./Fax. +62 651 21183 +62 651 21184
 Mobile. +62 812 6931990
 E-mail. [EMAIL PROTECTED] com <mailto:[EMAIL PROTECTED] com> or 
 [EMAIL PROTECTED] id <mailto:[EMAIL PROTECTED] id>
 Weblog. http://dewagumay. wordpress. com
 ============ ========= ========= =======
                   
       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke