Pertama-tama saya mohon maaf atas kata-kata kasar yang saya ucapkan dalam mail 
saya sebelumnya. Saya mengirimkan 2 email yang sangat berbeda. Disitu saya 
memang tidak konsisten. Yang pertama saya mengajak untuk berlemah lembut kepada 
kemaksiatan (maaf bagi yang menganggap bahwa pornografi bukan maksiat), tetapi 
ini bukan berarti saya mendukung pornografi. Kita ajak menentang pornografi 
tetapi menentang yang dimulai dari diri sendiri bukan dengan memaksa orang 
lain. Yang kedua adalah mail yang berisi sumpah serapah orang yang sudah putus 
asa dengan peradaban, muak tanpa bisa muntah, yang tidak siap kalah, dll.

Saya tidak bermaksud menjadi seorang moralis ataupun agamis. Saya hanya 
mengutarakan 2 sudut pandang reaksi thd pornografi yang sama2 menolak tetapi 
dengan jalan yang sangat bertolak belakang. Saya tidak akan mengambil atau 
memahami sudut pandang yang meng-amieni playboy cs dengan menggebu-gebu karena 
ini sudah lumrah dan mayoritas di Indonesia.

Mail itu hasil saya berdialog dengan dua orang teman saya yaitu orang salafy 
dan orang nasionalis mentok. Seperti itulah reaksi mereka. Yang kasar bisa saja 
berubah atas nama agama, budaya, atapun apalah itu nilai moral yang ada. Tetapi 
seperti itulah bentuk kemarahan mereka. Mungkin saja suatu saat mereka 
meluapkan bentuk kemarahan dalam bentuk bom, pengrusakan, dll. 

Kalau saya pribadi saya ga menganggap playboy sebagai ancaman, mereka ga 
merugikan saya dan keluarga.. saya juga memahami bahwa seluruh orang yang 
berkepentingan di playboy juga butuh duit. Jadi sangat ga adil kalo mata 
pencaharian mereka dibredel sedang kita ga bisa menawarkan sesuatu yang lebih 
baik (duit yang lebih banyak). Saya bukan orang yang taat pada agama atau 
nilai-nilai seni yang ada sehingga saya cukup kesulitan untuk melihat fenomena 
playboy ini dari sudut pandang moral ataupun seni. Tetapi kadang aneh juga 
melihat mereka yang di TV saling bantah atas nama seni dan agama yang 
sebenarnya mereka berbantahan tentang duit !! Ya saya hanya ketawa ngekek aja. 
hehehehe..

Saya mencoba mengembangkan toleransi dalam diri ini (tetapi bukan spt versi 
gusdur cs). Saya mencoba untuk permisif pada setiap hal. Tetapi dari sudut 
pandang saya banyak sekali orang yang tidak toleran di negeri ini. Lihat tuh 
FPI pukulin orang di jalanan seenak perut, lihat inul ngebor di tv ketika jam 
anak SD pada nonton, lihat orang berpesta pora dalam party yang digelar di 
perkampungan pesisir, lihat bom bali, dll.

Nah sekarang sebenarnya imbang juga ya ketidak toleran kita ini. Si radikal dan 
si liberal sama-sama ga tepo sliro. Saling tidak bisa menghormati hak orang 
lain. Menjalankan haknya secara bersama mengusik hak orang lain. Makanya dalam 
kasus playboy ini, semua orang yang terlibat didalamnya baik pendukung, 
pemrotes, penerbit adalah orang-orang yang belum bisa memahami makna sebuah 
tepo sliro.

Thanks.




----- Original Message ----
From: Roslina Podico <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, April 17, 2007 2:20:07 PM
Subject: Re: [mediacare] Re: Play Boy sebagai ancaman ? TERORIS TUH BARU ANCAMAN

Itu dia, tapi kalau membaca kemarahan wengi panjer, yang suruh orang 
memakan tai ampas kapitalisme segala, kan ngeri? Kemarahan demikian 
inilah yang bisa menjadi Bom yg mematikan yg dimusuhi.

Devi wrote:
>
> 
>
> Buat saya yg merupakan ancaman adalah RADIKALISME.
> Pengkondisian bahwa salah satu agama menguasai ekonomi dan satu
> tertindas.
> Budaya kekerasan yang tidak berani dihentikan Aparat karena pelaku
> mengenakan simbol2 agama.
> Bom di POSO meledak lagi. Ini baru ANCAMAN, KEMARIN poso BIASANYA
> HANYA UJI COBA NEXT: JKT, BDG...Siapa yg tau
> Bukan saya mendukung Playboy, tapi masih banyak yang lebih penting
> dan teramat penting
> 
> 
> Dont just see, Watch
> Dont just hear, Listen
>
> 



Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke