Memang lucu sosok Bung Yap ini yang dalam praktiknya menjadi kominfo 
(komunikasi, informasi) officer untuk keluarga Cendana, dan dalam email ini 
juga pasukan penggebuknya.
  
Korps Mariner Al dulu dikenal sebagai dekat dengan posisi Pak Soekarno. 
Sekarang YHG selalu sanjung-sanjung juga, tapi saya pasti hanya sebagai mencari 
perlindungan pribadinya saja. Atau beliau ini juga berupaya pengaruhi KM AL ini 
supaya menjadi anti rakyat?
  Tapi kita harus syukur karena diantara kita ada Soehartois yang sangat 
konsisten seperti konsistennya serdadu Jepang pada Emperor Hirohito yag sudah 
begitu banyak membuat
  kesengsaraan di Cina dan daerah Asia lainnya. Fanatisme! Masih banyak banget 
yang dambakan kembalinya rejim Orba jilid satu.
  TCh

Arnold <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Bung YHG apakah anda masih menderita Stockholm Syndrome, tahukah
pada '98 Kopassus bertugas menculik dan menembak para mahasiswa?
Bagaimana akan "menjadi satuan yang semakin dicintai rakyat!". 
Seharusnya YHG katakan semoga HUKUM HAM dapat adil untuk rakyat!

//AL
--- Yap Hong Gie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> DIRGAHAYU KOPASSUS!!!
> 
> Semoga bertambah jaya dan sejahtera, serta menjadi satuan yang
> semakin
> dicintai rakyat!
> 
> KOMANDO!
> 
> Wassalam, yhg.
> ---------------
> 
> 
> http://www.jurnalnasional.com/new2/?KR=BreakNews&NID=26713
> 
> Kopassus Harus Peka Ancaman
> Jakarta
> Senin, 16 April 2007 21 :30 WIB
> 
> Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Djoko Santoso
> meminta jajaran
> Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk tetap meningkatkan
> profesionalisme,
> kepekaan dan kepeduliannya dalam menghadapi setiap ancaman dan
> gangguan yang
> dapat menggoyahkan persatuan dan kesatuan. Pesan ini disampaikan
> KSAD pada
> HUT Kopassus Ke-55 di Cijantung, Jakarta, Senin (16/4).
> 
> KSAD menjelaskan, setiap ancaman dan gangguan yang dapat
> membahayakan
> keselamatan bangsa dan negara, kecepatan gerak ke seluruh wilayah
> nusantara,
> kesiagaan, dan keunggulan daya tempur yang menjadi ciri utama
> Kopassus,
> mutlak harus dipenuhi.
> 
> "Kewaspadaan dan semangat juang tidak boleh kendur, kesiapan
> satuan dan
> kesiagaan dalam bertindak harus selalu terpelihara, sehingga
> menjadi tekad
> serta komitmen seluruh prajurit Kopassus," ujarnya.
> 
> Meski anggaran dalam pemenuhan alat utama sistem senjata
> (alutsista) dari
> pemerintah sangat minim, Kopassus tetap mampu melaksanakan
> tugasnya dengan
> baik. Alasannya, pembangunan kekuatan alutsista bukan merupakan
> satu-satunya
> faktor utama dalam menjalankan tugas.
> 
> "Yang paling utama adalah manusianya, yakni pemimpinan dan
> prajurit.
> Doktrin, kekuatan non fisiknya, moral, disiplin, semangat, dan
> militansi
> sangat tinggi, keberadaan alutsista tidak menjadi signifikasn,"
> papar KSAD.
> 
> Dengan keadaan ini, dia mengingatkan agar para prajurit tetap
> menjaga
> kehormatan, kepercayaan serta pengakuan terhadap kemampuan dan
> profesionalistas yang dimiliki Korps Baret Merah. Mereka harus
> tetap
> berlatih dan belajar.
> 
> "Hanya dengan berlatih dan belajar, kemampuan dan keterampilan
> yang dimiliki
> dapat ditingkatkan, sehingga Kopassus akan dapat menjaga citranya
> sebagai
> pasukan elit yang tidak pernah kalah dan tidak boleh kalah,"
> ucapnya.
> 
> Sementara itu, Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI
> Rasyid Qurnaen
> Aquary mengatakan, dalam menghadapi ancaman terorisme, Kopassus
> selalu siap
> siaga untuk dimintai pertolongan kepolisian.
> 
> Namun, sejauh ini peran Koppassus belum diperlukan, karena
> terorisme yang
> ada bisa ditangani kepolisian. Meski diingat, keberhasilan ini
> tidak
> terlepas dari bantuan masyarakat dan TNI dalam memberikan
> informasi.
> 
> "Kopassus baru turun jika ancaman yang terjadi sudah mengancam
> kedaulatan RI
> secara keseluruhan," jelas Rasyid. HUT Kopassus ke 55 di Mako
> Kopassus
> Cijantung Jakarta Timur, diperingati secara sederhana dan dihadiri
> para
> mantan Danjen Kopassus diantaranya Faisal Tanjung, Sintong
> Panjaitan,
> Wismoyo Arismunandar, Agum Gumelar dan Prabowo Subianto.
> 
> (Adhitya C Utama/Jurnas)
> ©2006 Jurnal Nasional 

Kirim email ke