Silahkan setelah membaca pendahuluan ini, singkap perbandingan antar negara 
tentang gun control.
   
  Rekor pembunuhan masal yang dilakukan teroris(?)ChoSeung-hui (Virginia 
Tech)masih disaingin oleh teroris Martin Bryant yang membunuh 35 orang di Port 
Arthur(Australia) dan melukai 37 orang yang terjadi pada tgl 27 April 1996.
   
  Apakah benar kalau aku katakan bahwa kedua pembunuh masal ini bisa 
digolongkan sebagai seorang teroris, seperti halnya para jihadis yang membunuh 
masal rakyat yang tidak berdosa termasuk wanita dan aank2?
   
  Penilaian orang awam rupanya bermuara dengan adanya perbedaan dua macam 
tindak kriminil ini, pembunuhan masal seorang jihadis rupanya di picu oleh 
dorongan berbasis agama. Juga bisa terjadi bahwa basis  agama itu bisa  
digunakan seolah-olah sebagai kendaraan untuk melawan musuh dengan menghasut 
masyarakat untuk tujuan utama yakni mau mengusir penyerang dan agama dijadikan 
sebagai penggerak masa melawan musuh.
   
  Apa bedanya  dengan seorang privat,seperti Braynt dan Cho, orang seorang yang 
bertindak menjagal sesamanya, tanpa pandang bulu, bisa di sejajarkan dengan 
seorang teroris penjihad?
   
  Rupanya kalau dilihat sepintas lalu, sepertinya teroris seperti Cho dan 
Bryant itu lebih rendah "moral"nya ketimbang teroris penjihad. Juga sepintas 
lalu bisa dikatakan bahwa teroris penjihat, sebenarnya adalah ungkapan yang 
kurang kena, karena pen-jihad bertindak atas panggilan agamanya(Tuhan-nya) 
walaupun agama  itu bisa digunakan untuk selain usaha yang baik tapi juga bisa 
dipelintir menjadi tindakan yang ber-nuansa jahat.
   
  Tapi yang jelas kedua versi pembunuh masal, baik itu pen-jihat dengan alasan 
agama maupun teroris Cho dengan alasan pribadinya, kedua2nya bisa dirunut dan 
kita bisa melihat lebih jauh asal musual yang menjadikan kedua versi pembunuhan 
masal itu dilihat dari sumber penggeraknya.
   
  Amerika dengan kebebasan warganya memiliki senjata api, bahkan  apa yang 
dikatagorikan sebagai assault rifle bisa dibeli di pasaran bebas. Disinilah 
rupanya kebebasan memiliki senjata api itu jadi biang keladinya memicu suatu 
kultur...main kayu antar individu dan individu melawan masyarakat. Hak 
mempersenjatai diri itu dijamin dalam undang2 konstitusi Amerika.  Rupanya gun 
culture ala amerika ini ujung2nya bisa menimbulkan suatu perang antar golongan. 
Sampai saat ini masih terbatas dengan adanya kejadian seperti pembunuhan masal 
di Uni Virginia Tech ini. Tapi bukan musatahil nantinya bisa terjadi 
pertempuran antar golongan, pertempuran antar gang.
   
  Dilain pihak apa yang kita kenal sebagai para jihadis, mereka bertindak 
membunuh secara masal karena di "himbau" oleh agama yang dianutinya. Walaupun 
dalih agama itu seperti duluan telah dikatakan bisa hanya dijadikan suatu 
kendaraan untuk melawan musuh atau orang atau golongan yang dianggap atau 
di-cap sebagai musuh.
   
  Kesimpulan yang bisa ditarik dalam menelaah kedua macam teror ini kiranya 
tidak ber-lebih2an bahwa asal musual tindakan kejam ini di picu satu:oleh agama 
yang salah kaprah dan kedua: negara yang memperbolehkan orang swasta memiliki 
senjata api secara bebas.
   
  Korban yang timbul karena ulah senjata api di amerika setiap tahunnya 
berjumlah 10 ribu orang dan tendensinya dari tahun ketahun meningkat.
   
  Sangat menarik adalah artikel dibawah ini dimana Swiss termasuk negara kedua 
dimana rakyatnya memiliki senjata api terbanyak setelah amerika. Tapi bedanya 
penduduk Swiss dikendalikan oleh peraturan pengendalian senjata api ini secara 
teliti dan tertib. Disinilah bedanya. Jadi kemanusiaan itu bisa hidup apabila 
ada perturan, dan peraturan itu harus dipatuhi. Manusia tidak bisa hidup di 
alam liberal tanpa batasan.
   
  Harry Adinegara
   
  

  
         
   
  
---------------------------------
    Myth: Switzerland proves that high gun-ownership doesn't increase murder.

Fact: Switzerland also has strict gun control laws. 



Summary 

Switzerland has compulsory gun ownership for military age males, yet it has a 
far lower murder rate than the U.S. But Switzerland also has far stricter gun 
control laws. Even so, Switzerland has the second highest rate of handgun 
ownership and handgun murders in the industrialized world, after the U.S. 



Argument 

Switzerland is frequently cited as an example of a country with high gun 
ownership and a low murder rate. However, Switzerland also has a high degree of 
gun control, and actually makes a better argument for gun regulation than gun 
liberalization. 

Switzerland keeps only a small standing army, and relies much more heavily on 
its militia system for national defense. This means that most able-bodied 
civilian men of military age keep weapons at home in case of a national 
emergency. These weapons are fully automatic, military assault rifles, and by 
law they must be kept locked up. Their issue of 72 rounds of ammunition must be 
sealed, and it is strictly accounted for. This complicates their use for 
criminal purposes, in that they are difficult to conceal, and their use will be 
eventually discovered by the authorities. 

As for civilian weapons, the cantons (states) issue licenses for handgun 
purchases on a "must issue" basis. Most, but not all, cantons require handgun 
registration. Any ammunition bought on the private market is also registered. 
Ammunition can be bought unregistered at government subsidized shooting ranges, 
but, by law, one must use all the ammunition at the range. (Unfortunately, this 
law is not really enforced, and gives Swiss gun owners a way to collect 
unregistered ammunition.) Because so many people own rifles, there is no 
regulation on carrying them, but 15 of the 26 cantons have regulations on 
carrying handguns. 

Despite these regulations, Switzerland has the second highest handgun ownership 
and handgun murder rate in the industrialized world. A review of the 
statistics: 

Percent of households with a handgun, 1991 (1)    United States  29%  
Switzerland    14  Finland         7  Germany         7  Belgium         6  
France          6  Canada          5  Norway          4  Europe          4  
Australia       2  Netherlands     2  United Kingdom  1    Handgun murders 
(1992) (2)                    Handgun    1992          Handgun Murder  Country  
       Murders    Population    Rate (per 100,000)  
-----------------------------------------------------------  United States   
13,429    254,521,000    5.28  Switzerland         97      6,828,023    1.42  
Canada             128     27,351,509    0.47  Sweden              36      
8,602,157    0.42  Australia           13     17,576,354    0.07  United 
Kingdom      33     57,797,514    0.06  Japan               60    124,460,481   
 0.05
  By contrast, Germany, France, Canada, Great Britain and Japan have virtually 
banned handguns and assault weapons to the general public. 

 Return to Overview

Endnotes:

1. Where We Stand, Michael Wolff, Peter Rutten & Albert F. Bayers III and the 
World Rank Research Team (New York: Bantam Books, 1992), pp. 297,289. 

2. Handgun murders: Handgun Control, Inc. Population Figures: July 1992 count 
for each country as reported by CIA World Factbook, 1992. 


 Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

<<attachment: 2clorbar.JPG>>

Attachment: up.gif
Description: pat1831328101

Kirim email ke