Bung Eka Wirajhana (atau siapapun Anda)

Terima kasih atas infonya yang panjang lebar, nampaknya informasi 
keuangan internal.

Tanpa bermaksud mencampuri urusan internal Anda, saya jadi tertarik 
mencoba pelajari data2 Anda. Tertarik dengan modus operandi yg kini 
marak di BUMN-BUMN.

Dari data2 Anda, terutama yg terakhir, saya dan rekan2 hanya bertanya 
SO WHAT? 

Maaf data2 Anda sama sekali tidak significant Bung, dan tidak 
singkron gitu loh dgn statement Anda dibawah ini.... 

"Kami menolak rencana Penyelamatan PT Garuda Indonesia dengan cara
STRATEGIC PARTNER yang dilakukan pada saat kondisi Garuda sedang
terpuruk dan pada saat Value dari Garuda sangat rendah"

Masalah Garuda sudah menjadi masalah publik Bung Eka, saya rasa semua 
orang yang sedikit mengetahui ilmu keuangan sangat paham apa 
sebenarnya CORE PROBLEM Garuda dari tahun ke tahun, dari dulu sampai 
sekarang. Apalagi lembaga-lembaga seperti KPK, BPK, Kejaksaan, 
Depkeu, Meneg BUMN, Securities Houses dll. Masalah ini sangat terbuka 
secara obyektif Bung.

Nah dengan Logic of Aviation Industry yg seperti saat ini, sulit buat 
saya dan rekan2 melihat agenda Bung yang menolak Strategic Partner. 

Apa Bung yang sebagai orang dalam Garuda dan punya akses kebagian 
keuangan dan audit internal Garuda tidak bisa melihat hal ini Bung?

Maaf Bung, sebagai sesama karyawan saya dan rekan2 hanya memberi 
input saja. Bahwa cara Bung dengan membuat BLACK CAMPAIGN ini sangat 
tdk elegance gitu loh, merusak kredibilitas Bung sendiri gito loh.

Dan sekilas sangat terasa bahwa Bung punya agenda2 khusus terhadap 
Garuda, semacam pembusukan dari dalam gitu loh. Ini bisa 
dikategorikan SABOTAGE, lho Bung.

Masyarakat kini semakin pandai lho Bung, tidak begitu saja menerima 
berbagai BLACK CAMPAIGN, kami menganalisa dan melakukan diagnosa 
terhadap setiap informasi yang kami terima.

Jadi Bung Eka, kalau Anda yakin bahwa perjuangan Anda benar, silakan 
teruskan & yakinkan publik (yg tdk bodoh ini) dengan Campaign Anda. 
Dan kami akan dukung perjuangan Bung.

Tapi kalau sebaliknya hanya sekedar UUD alias Ujung Ujungnya Duit, 
wah bisa jadi bumerang Bung. Termasuk siapapun dibelakang Anda, yang 
membiayai Anda. (Karena biasanya setiap masalah atau rusuh di 
Republik ini selalu ada yang mencukonginya, alias sponsor gitu loh, 
wajar karena tanpa budget mana bisa jalan). Kamipun akan melakukan 
tindakan koreksi.

Jangan kuatir Bung di Republik ini masih banyak silent majority, yg 
masih punya hati nurani, bekerja tanpa pamrih.

Terus terang saya dan rekan2 paling sebel sama orang2 yang senang 
membodoh-bodohi publik utk kepentingan pribadi atau kelompoknya.

salam
Doyo


--- In [email protected], wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear Para pembayar pajak,
> Ini adalah kutipan laporan versi RSM AAJ Associates(yang mengaudit 
PT Garuda Indonesia untuk tahun 2005 dan 2006):
> Kenaikan total aktiva tahun 2006 antara lain disebabkan oleh 
kenaikan aktiva lancar akibat pengakuan PMP yang masih harus diterima 
sesuai PP 46/2006 sebesar Rp 500 M
> Kenaikan total kewajiban tahun 2006 disebabkan 
> kenaikan hutang usaha sebesar 33%, 
> penurunan pendapatan diterima dimuka sebesar 25%, 
> penurunan hutang pajak sebesar 30%, 
> kenaikan kewajiban imbalan kerja sebsar 14%
> Kenaikan Equitas sebesar 65% karena pengakuan dana setoran modal 
yang berasal dari PMP sebesar Rp 500 juta dan RUGI bersih tahun 
berjalan
> Penuruan pendapatan usaha tahun 2006 disebabkan 
> Penurunan ASK terkait pengurangan armada tahun 2006 46 Pesawat, 
tahun 2005 57 Pesawat), 
> Penurunan pendapatan penerbangan haji sebesar 10%
> Penuruan  beban usaha terutama karena : 
> Penurunan beban pemeliharaan dan perbaikan sebesar 21%, 
> Penurunan beban tiket, penjualan dan promosi 14%, 
> Kenaikan beban usaha lainnya sebesar 25% terkait dengan kenaikan 
beban imbalan kerja
> Kenaikan penghasilan lain2 terutama karena 
> Keuntungan selisih kurs Rp 121 M
> Adanya keuntungan dari penjualan spareparts sebesar Rp 154 M
> Penambahan Modal Negara ke dalam modal saham perusahaan:
> PP no 46/2006 tanggal 28 desember 2006 sebesar Rp 500 M 
> Uang tersebut di terima pada tanggal 26 maret 2007, 
> per 31 Desember 2006, penambahan modal tersebut diakui sebagai dana 
setoran modal pada ekuitas dan PMP yang amsih harus diterima pada 
aktiva
> Untuk pelaporan tahun 2006, investasi dicatat dengan metode ekuitas 
dan tidak dikonsolidasimeningkat pengendalian bersifat sementara.
> Struktur Hutang terhadap Modal pada 31 Desember 2006 adalah 10:1
> Perusahaan mengalami arus kas negatif dari aktivitas operasi selama 
tahun 2006 dan 2005
> Black Campaign? 
> Bisa anda nilai sendiri..
> 
> Agenda? 
> Yang saya tahu adalah Penyertaan Modal Pemerintah(PMP) sebesar Rp 1 
triliun untuk dipergunakan sebagaimana mestinya yaitu menyehatkan PT 
Garuda Indonesia..
> Faktanya adalah sejak january Gaji DirUt PT Garuda Indonesia naik 
25%,
> dan Gaji Direksi Garuda Lainnya naik 34%.
> 
> MENEG BUMN adalah orang yang mengangkat Direksi PT Garuda 
Indonesia, SBY dan JK menjadi Presiden dan Wapres karena dipilih 
rakyat.
> Rakyat berhak tahu bagaimana negara dan perusahaan milik negara 
dikelola..terutama dalam memakai pajak yang mereka bayarkan.
> 
> Yang harusnya ditanyakan seharusnya adalah apa agenda:
> Anda?, Direksi GA?, Meneg BUMN?, Presiden dan Wapres?
> Rakyat sudah capek bung!
> 
> terima kasih,
> eka wirajhana.
> 
> ----- Original Message ----
> From: Adijoyo Adidoyo <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Tuesday, April 17, 2007 12:52:34 PM
> Subject: [mediacare] Re: Kerugian Dua tahun, dihapus Untung 2 
bulan, (black campaign?)
> 
> Bung Eka Wirajhana (atau siapapun anda sebenarnya), 
> 
> Apakah tulisan ini bukan termasuk black campaign?
> Apa sebenarnya agenda Anda?
> 
> Masalah internal sebaiknya diselesaikan internal saja Bung!
> 
> Capek rasanya melihat polah tingkah para petualang di negeri ini.
> 
> salam
> Doyo


Kirim email ke