Bagaimana nih dengan tuduhan2 bahwa Israel lah yang tidak menginginkan
perdamaian di Timur Tengah?
Yang menuduh lupa mungkin bahwa charter Hamas mengutip ayat2 Kuran dan
mengatakan bahwa Israel akan berdiri hanya sampai saatnya dihancurkan oleh
Islam.
Dan sekarang A-Zahar mengatakan hal dibawah ini.
Jadi siapakah yang sebenarnya tidak menginginkan perdamaian di Timur
Tengah????
Ataukah seperti halnya dengan yang lain2, definisi "perdamaian" bagi orang
Islam lain dari definisi bagi orang2 non Islam? (Contoh: mengundang dalam
Islam lain dengan 'mengundang' seperti pengertian orang2 yang lain).
Dibawah ini saya kutip dari ajaran al-Banna pendiri The Moslem Brotherhood,
yg. mengutip ayat Kuran mengenai apa alasan2 berperang yang dibolehkan dalam
Islam, a.l. adalah jika barang2 seorang Islam diambil, tetapi juga anjuran
untuk berperang sampai tidak ada lagi orang yang 'tidak percaya'.
:
He also says, in another:
And fight them until there is no more fitnah (disbelief and worshipping
others besides Allah) and (all and every kind of) worship is for Allah. But if
they cease, let there be no transgression except against the tyrants.
(Surat-al-Baqarah, ayah 193.)
A religion of peace indeed!
amartien
http://www.jpost.com/servlet/Satellite?cid=1176152841529&pagename=JPost%2FJPArticle%2FShowFull
Apr. 20, 2007 13:02 | Updated Apr. 20, 2007 13:07
Zahar: Koran forbids recognizing Israel
By JPOST.COM STAFF
Former PA foreign minister Mahmoud A-Zahar of Hamas said Friday that
recognizing Israel contradicts the Koran, Israel Radio reported.
In an interview with a Hamas-affiliated Web site, A-Zahar said that Hamas had
not given up on the principle that all of Palestine is Muslim land.
According to the report, A-Zahar also claimed that Fatah was building a new
army and training operatives in various Arab countries in a renewed effort to
eliminate Hamas.
Hamas and Fatah have been attempting to maintain a shaky truce since they
signed a peace treaty in Mecca in February, following weeks of brutal
infighting Gaza and the West Bank.
However, violence has continued sporadically since the accord was signed, and
political tensions remain between the two parties as they try to form a unity
government.