Ini ekspektasi yg jujur, juga benar bahwa itu hanya upaya dongkrak citra SBY-JK.
  Bila mau blak-blakan, perombakan seluruh kabinet (semua menteri) pun tidak 
akan memperbaikinya, apalagi supaya "bekerja secara konkret". Mengapa? Karena 
duet yg "dikagumi" dipilih langsung oleh rakyat, memang tidak kapabel, tidak 
bisa memerintah negara ini demi pro bono publico (kesejahteraan rakyat). Mereka 
bekerja hanya demi menggelembungkan koceknya sendiri, dan demi terpilih kembali 
2009 nanti. Anda masih mau diperintah oleh duet itu atau penggantinya dari 
klik-klik yang tetap sama saja?
   
  SUARA PEMBARUAN DAILY   
---------------------------------
  
  "Reshuffle" Harus Bawa Perbaikan  Saat ini rakyat sangat mengharapkan kinerja 
pemerintah yang konkret. ( Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi)   [JAKARTA] 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap rencana Presiden Susilo Bambang 
Yudoyono merombak (reshuffle) kabinet bisa membawa perbaikan kinerja pemerintah 
dalam melayani rakyat. Reshuffle harus didasarkan pada keinginan kuat untuk 
melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.   Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi 
mengemukakan hal itu di Jakarta, Kamis (19/4), menanggapi isu perombakan 
kabinet. "Soal mau reshuffle atau tidak, itu terserah Presiden. Namun, sebagai 
umat, kalau reshuffle jadi dilakukan NU berharap hal itu membawa dampak baik 
dan kemajuan bagi bangsa," katanya.   Dikatakan, saat ini rakyat sangat 
mengharapkan kinerja pemerintah yang konkret. Untuk itu setelah perombakan 
kabinet harus dilakukan peningkatan kinerja pemerintah. Jika tidak, isu 
perombakan kabinet yang cukup menyita perhatian publik tidak akan
 berarti apa-apa bagi bangsa. "Jangan sampai setelah reshuffle sama saja dengan 
sebelum reshuffle. Yang diinginkan oleh rakyat adalah kerja nyata yang membawa 
kemajuan bagi kehidupan umat," katanya.   Peneliti dari Lingkar Studi Politik 
Jakarta, Muhammad Iqbal, menilai menteri yang perlu diganti adalah mereka yang 
tidak lagi memenuhi kriteria, yakni tidak lagi memiliki kepedulian terhadap 
rakyat, bukan karena kepentingan partai atau desakan partai.   "Yang perlu 
diganti adalah menteri yang karena kebijakannya menyebabkan antrean minyak 
tanah, petani kesulitan mendapatkan pupuk, dan orangtua murid masih dibebani 
membayar uang pembangunan gedung, meskipun gedung sudah ada," ujarnya.   
Reshuffle bukan didasarkan pada masukan dari partai politik, namun dari rakyat 
karena kebijakan menteri yang memihak rakyat.     Dongkrak Popularitas   
Berkaitan dengan isu itu, pengajar ilmu politik di Universitas Indonesia, Boni 
Hargens, mengatakan kepada SP di Jakarta, Jumat (20/4), langkah
 reshuffle dapat menyelamatkan popularitas Susilo Bambang Yudhoyono untuk 
bersaing lagi pada Pemilu 2009. Kalau diibaratkan permainan catur, reshuffle 
kabinet adalah benteng terakhir Presiden Yudhoyono. "Kalau tidak dilakukan 
reshuffle maka seluruh harapan Presiden Yudhoyono untuk bisa memenangkan 
dukungan publik lenyap, tidak hanya dukungan untuk sampai 2009, tapi juga 
dukungan pada pemilu berikutnya. Artinya reshuffle kali ini bisa benar-benar 
menyelamatkan Yudhoyono, sehingga harus dilakukan," katanya   Menurut Boni, ada 
dua keuntungan bila Presiden merombak kabinet. Pertama, Presiden Yudhoyono bisa 
melemparkan kesalahan kepada para menteri yang dinilai kerjanya buruk. Artinya, 
masyarakat akan menilai bahwa bukan Presiden yang gagal. Kedua, Presiden dapat 
menahan laju kemerosotan citra di mata masyarakat karena dinilai berani 
mengambil sikap di tengah kegalauan pemerintahan.   Direktur Eksekutif Soegeng 
Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit, mengatakan, duet Yudhoyono-Kalla
 bisa berlanjut sampai 2009, tapi dengan syarat merombak kabinet secara 
radikal. Dia menekankan beberapa hal penting yang harus dilaksanakan 
pemerintah, di antaranya, renegosiasi kontrak dengan perusahaan asing, seperti 
Exxon, agar dananya bisa digunakan untuk membiayai pendidikan. Selain itu, 
penanganan persoalan lumpur PT Lapindo Brantas harus mendapat perhatian serius. 
    Membaik   Sementara itu, kontributor SP Mulyadi melaporkan dari Singapura, 
Jumat pagi, kondisi kesehatan Mendagri M Ma'ruf semakin baik. Dia sudah bisa 
menyantap bubur ayam, jus buah-buahan, dan vitamin. Informasi itu diperoleh 
dari istri Mendagri, RR Suciyati Ma'ruf. Mendagri sudah lima hari dirawat di RS 
Mount Elizabeth Singapura.   Menurut Suciyati, banyak dukungan moral diberikan 
rekan-rekannya menteri, anggota DPR, dan wartawan kepada Mendagri. "Secara 
khusus saya sampaikan salam kepada para wartawan atas perhatiannya," ujarnya.   
Sehubungan dengan kondisi Mendagri, di Jakarta Gubernur DKI Jakarta
 Sutiyoso mengatakan siap bila diminta masuk dalam kabinet. Hal itu 
dikatakannya menjawab pertanyaan seputar isu yang menyebutkan dirinya akan 
menggantikan M Ma'ruf.   Namun, dia menegaskan, kabar yang mengaitkan dirinya 
dengan posisi menteri tetap merupakan isu. Dia mengakui belum mendapatkan kabar 
apa pun, baik dari Presiden maupun Wapres. [E-5/A-21/B-14]     
---------------------------------
  Last modified: 20/4/07 



















       
---------------------------------
 Yahoo! Answers - Got a question? Someone out there knows the answer. Tryit now.

Kirim email ke