http://www.indomedia.com/poskup/2007/04/20/edisi20/floresa.htm

* Kematian Pater Frans Madhu, SVD

Padma surati Menlu Hasan Wirajuda



Ende, PK

Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamain Indonesia (PADMA) selaku 
pendamping hukum korban penembakan, Pastor Frans Madhu, SVD, di Filipina, 
menyurati Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (TI), Hasan Wirajuda, 
untuk meminta pertanggungjawaban dari pemerintah Filipina tentang tindakan 
kekerasan yang mencabut nyawa seorang warga negara Indonesia, Pastor Fransiskus 
Madhu, SVD.

Almarhum yang adalah seorang misionaris asal Indonesia dan sedang bertugas di 
Paroki St. Petrus dan Paulus-Lubuagan Kalinga-Filipina ditembak mati di Stasi 
Mabungtot, Kalinga-Filipina tanggal 1 April 2007.

Dalam kopian surat yang dikirim ke Pos Kupang di Ende, Rabu (18/4/2007) dari 
Padma Indonesia tertanggal 11 April 2007 yang ditandatangani Pater, Dr. Nobert 
Betan, SVD, selaku direktur, menyatakan bahwa permintaan Padma Indonesia 
didasari oleh beberapa prinsip antara lain, tindakan pencabutan nyawa manusia 
adalah pelanggaran hak asasi hidup seseorang dan setiap warga negara Indonesia 
yang berada di luar negeri berhak mendapat perlindungan dari negara.

Selain itu, pelecehan terhadap setiap warga negara Indonesia adalah sama dengan 
pelecehan terhadap harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Padma berharap kepada Menlu RI, Hasan Wirajuda, segera menindaklanjuti 
permohonan tersebut demi penghormatan terhadap hak hidup manusia dan harkat 
martabat bangsa Indonesia.

Surat yang ditujukan kepada Menlu Hasan Wirajuda, juga dikirim kepada Presiden 
RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta, Paus Benediktus XVI di Vatikan, 
Superior General SVD di Roma-Italia, dan VIVAT Internasional di New 
York-Amerika Serikat.

Seperti diberitakan, Pater Fransiskus Madhu, seorang imam Societes Verbi Devini 
(SVD) asal Riung, Kabupaten Ngada tewas ditembak oleh seorang penjahat dalam 
jarak dekat hari Minggu (1/4), ketika Pater Frans berada di Sakristi di Paroki 
St. Petrus dan Paulus Lubuagan Provinsi Filipina Utara-Filipina.

Keterangan yang diperoleh Pos Kupang dari Sekretariat Provinsi SVD Ende melalui 
Br. Rufinus Rehing, SVD, Senin (2/4/2007), berdasarkan informasi dari 
Provinsial SVD San Fernando City-Philipina Utara dijelaskan, bahwa saat 
kejadian Pater Frans Madhu sedang bersiap memimpin perayaan ekaristi bersama 
umat di salah satu stasi di Paroki St Petrus dan Paulus-Lubuagan dalam rangkain 
perayaan Minggu palmayang berlangsung sore hari dan pada saat itu almarhum 
langsung diberondong tembakan hingga meninggal dunia. (rom)

Kirim email ke