Diskusi Perempuan Lokal di Desa Santing, Losarang, Indramayu Hak Kesehatan Reproduksi, Hak Perempuan yang Sering Terabaikan Oleh Donna Siahaan & Ria Permana Sari
INSTITUT PEREMPUAN-Bandung: Minggu, 15 April 2007 diadakan pertemuan kelompok perempuan di desa Santing, Kecamatan Losarang, Indramayu. Pada pertemuan yang difasilitasi oleh INSTITUT PEREMPUAN membahas tentang kesehatan reproduksi. Pertemuan tersebut diikuti oleh sepuluh orang perempuan dan diadakan di rumah Ibu Taswen. Tema diskusi merupakan kesepakatan peserta pada pertemuan sebelumnya, yang berangkat dari kebutuhan perempuan-perempuan lokal di daerah tersebut. Ria, INSTITUT PEREMPUAN mengawali diskusi tersebut dengan pertanyaan, Ibu-ibu tahu tidak apa itu kesehatan reproduksi? Hampir semua peserta menjawab: Tidak. Narti, salah seorang peserta mengemukakan pendapatnya, Kesehatan reproduksi kan terkait sama alat-alat yang ada di dalam, ya pokoknya tentang kewanitaanlah. Meskipun mengetahui alat-alat reproduksi yang dimiliki baik laki-laki atau perempuan, namun tidak semua peserta mengetahui apa itu kesehatan reproduksi. Hal menarik dalam diskusi tersebut adalah saat mendiskusikan alat kontrasepsi. Karena semua berangkat dari pengalaman peserta, peserta menceritakan pengalamannya memakai alat kontrasepsi. Di sini kebanyakan pada pake pil dan suntik, kata Bu Darima. Saya nggak mau pake spiral, soalnya risih, malu dan takut, ujar bu Kuraisin. Saat ibu-ibu memakai alat kontrasepsi, pernah tidak ditanya riwayat kesehatan ibu? Jadi ibu tahu mana alat kontrasepsi yang cocok, tanya Ria, INSTITUT PEREMPUAN yang memfasilitasi diskusi tersebut. Kembali ibu-ibu berkata serempak, tidak. Yang ada saya ditanya, mau KB yang berapaan? Rp 10.000,00 atau Rp 15.000,00? Bidan langsung aja nanya, mau KB apa? Kalau nanti tidak cocok, ya udah ganti yang lain. Demikian komentar peserta. Akibat kejadian tersebut, beberapa Ibu mengalami gangguan terhadap kesehatan reproduksinya, seperti tidak mengalami menstruasi selama 3 tahun, menstruasi yang tidak teratur, bahkan ada gangguan pada mata. Dari diskusi tersebut, terlihat bahwa masalah kesehatan reproduksi perempuan yang sebenarnya merupakan hak perempuan ternyata acapkali terabaikan. Hal ini karena ketidaktahuan perempuan itu sendiri, juga karena tidak adanya penjelasan dari petugas kesehatan (seperti bidan) yang seharusnya memberikan penjelasan kepada masyarakat. Pada akhir diskusi, peserta yang hadir menyatakan bahwa mereka mendapatkan pengetahuan baru khususnya berkaitan dengan jenis alat kontrasepsi, jenis penyakit kelamin seperti penyakit raja singa dan penyakit jengger ayam, serta cara menjaga kesehatan reproduksi. INSTITUT PEREMPUAN Jl. Dago Pojok No. 85, Coblong Bandung, Jawa Barat 40135 Telp/ Fax. 022 2516378 [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
