Kenapa manusia hidup di dunia berbeda-beda derajat, martabat, kedudukan maupun
kesejahteraannya, Master Li Hongzhi mengungkapkannya sbb :
Kaya Namun Memiliki De
De = Materi Kebaikan/budi pekerti
Orang zaman dulu mengatakan: uang adalah materi di luar tubuh. Setiap orang
juga tahu, setiap orang mencarinya. Pria muda mencarinya demi memenuhi nafsu
keinginannya; wanita muda mencarinya demi kemolekan dan kemewahan; orang
berusia lanjut memerlukan demi mengatasi kekhawatiran di kemudian hari; kaum
intelektual menghendaki demi kemuliaannya; pegawai negeri demi ini menunaikan
tugas, dan seterusnya, oleh sebab itu semua mencarinya.
Ada orang yang bahkan bertempur deminya, orang yang agresif berani mengambil
resiko; orang yang bertemperamen tinggi dapat menempuh jalan kekerasan untuk
memperolehnya; orang pencemburu mati penasaran karenanya. Memakmurkan rakyat
adalah prinsip raja dan pejabatnya, sedangkan pemujaan terhadap uang merupakan
tindakan yang paling nista. Menjadi kaya tapi tidak memiliki De akan
membahayakan semua makhluk hidup, sedangkan kaya dan memiliki De merupakan
harapan semua orang, oleh sebab itu orang kaya tidak boleh tidak dianjurkan
memiliki De.
De adalah terakumulasi dalam kehidupan sebelumnya, menjadi raja, pejabat,
kaya dan kedudukan terhormat semua berasal dari De. Tanpa De tidak ada yang
dapat diperoleh, kehilangan De berarti sirna semuanya. Oleh sebab itu, orang
yang mengejar kekuasaan dan mencari kekayaan harus terlebih dahulu mengumpulkan
De-nya, menanggung penderitaan dan berbuat kebajikan dapat mengumpulkan banyak
De. Untuk itu haruslah mengerti prinsip sebab akibat, dengan memahami ini, maka
pemerintah dan rakyat dapat mengendalikan hatinya masing-masing, dunia akan
makmur dan damai.
Li Hongzhi, 27 Januari 1995
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.