Ayat mengenai memukul isteri ini sering di perdebatkan di kalangan muslimin 
sendiri.  Ada yang mengatakan bahwa pukulannya dengan halus, a.l. dengan 
ranting, dan di artikel dibawah ini disebut contoh memukul dengan koran.  Ada 
yag mengatakan dengan ringan sehingga tidak meninggalkan bekas, dll. dll.
   
  Saya rasa semua perdebatan mengenai ringan tidaknya pemukulan terhadap isteri 
tsb. sama sekali tidak melihat sesuatu yang sangat menyolok di ayat tsb., yaitu 
bahwa 

SUAMI BERKUASA TERHADAP WANITA.
   
  Di Islam wanita tidak isteri tidak mempunyai hak azasi yang sama dengan 
suami, bertentangan dengan pengertian mengenai ham di abad ke 21 ini.  
(Wanitapun tidak mempunyai hak yang sama dengan laki2.  Dan juga non musliminin 
tidak mempunyai hak yang sama dengan muslimin)
   
   
  amartien
  

Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          
>X-Original-To: [EMAIL PROTECTED]
>Delivered-To: [EMAIL PROTECTED]
>Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys
>DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; d=yahoogroups.com;
> 
>b=szvjaF5pRoJosBgs0thzDpO1VwPjaxgrhebuGoylW7DY9w7Cv3camMKhaIHUScjTfG36WJ0W04RHukRxY7dW7JbHJYDqt8r0FEMrSO9BSP3mCkjC0t9eH3xUGezAs9Zb;
>X-Yahoo-Newman-Id: 3215336-m2411
>X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
>X-Apparently-To: [EMAIL PROTECTED]
>X-YMail-OSG: 
>ThNCiowVM1kOiX0lbAp6JVhLGIR3RSVFl6WDAIuSDfqgH8vmIQqAUo9XOO2PUQZZCDdkztzHWNw_wBRdGg5KSF9n3ZJ6nAI.qGbGSi2GqNG.tecuZ7x1v4IgoQI.nQ--
>X-Mailer: YahooMailRC/478 YahooMailWebService/0.7.41.10
>To: [EMAIL PROTECTED], AJI INDONESIA <[EMAIL PROTECTED]>
>X-Originating-IP: 68.142.206.161
>X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0
>From: ging ginanjar <[EMAIL PROTECTED]>
>Sender: [EMAIL PROTECTED]
>Mailing-List: list [EMAIL PROTECTED]; 
>contact [EMAIL PROTECTED]
>Delivered-To: mailing list [EMAIL PROTECTED]
>List-Id: <ajisaja.yahoogroups.com>
>List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Mon, 23 Apr 2007 15:44:03 -0700 (PDT)
>Subject: [ajisaja] Terjemahan Quran Baru
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>X-Yahoo-Newman-Property: groups-email-tradt
>
>Dari rubrik Agama majalah Tempo:
>(dulu kita diskusikan selintas perkara tafsir tentang pemukulan isteri)
>
>Ketimbang Dansa 4:34
>
>Seorang perempuan Iran-Amerika membuat 
>terjemahan kontroversial atas beberapa ayat 
>Al-Quran. Lebih ramah terhadap perempuan.
>
>Laleh Bakhtiar tadinya cuma dikenal sebagai 
>psikolog. Ia juga mengajar di University of New 
>Mexico, Amerika Serikat. Perempuan keturunan 
>Iran ini kemudian mempelajari bahasa Arab klasik 
>selama tiga tahun. Hasilnya? Awal bulan ini ia 
>menerbitkan The Sublime Quran, terjemahan Al-Quran dalam bahasa Inggris.
>
>The Sublime mengejutkan banyak orang karena 
>memuat sejumlah arti baru pada beberapa ayat 
>Quran. Perempuan 68 tahun ini, misalnya, 
>menanggalkan kata infidel dan disbeliever 
>(ingkar) untuk menerjemahkan kafir. Ia memilih 
>ones who are ungrateful (mereka yang tidak 
>bersyukur). Kata Allah digantinya dengan God. 
>Dia juga menyebut Jesus untuk Nabi Isa dan Mary 
>untuk Maryam. ”Agar lebih mudah dipahami pembaca berbahasa Inggris,” ujarnya.
>
>Terjemahan yang paling banyak dipersoalkan ada 
>pada Surat 4:34 atau Surat An-Nisaa ayat 34. Dia 
>menerjemahkan adhribuu hunna menjadi to go away 
>from them (pergi dari mereka). Ayat itu 
>lengkapnya ia terjemahkan: ”Bagi mereka 
>(wanita/istri) yang kamu takutkan tidak taat, 
>peringatkanlah, pisahkan mereka di tempat tidur, 
>dan kemudian tinggalkanlah mereka”. Masalahnya, 
>hampir semua terjemahan Al-Quran, termasuk 
>terbitan Departemen Agama Indonesia, mengartikan 
>kata itu menjadi to beat them (pukullah mereka).
>
>Laleh mengajukan tiga alasan atas terjemahan 
>yang dipandang nyeleneh itu. ”Tuhan yang saya 
>cintai tidak akan mengatakan seorang suami boleh 
>memukul istrinya. Nabi Muhammad juga tidak 
>pernah melakukan itu sepanjang hi-dupnya. Jadi 
>dari mana kesalahpahaman itu?” katanya. Alasan 
>kedua, ada 25 arti kata idhrib atau adhribuu. 
>”Kenapa harus memilih memukul?” Yang ketiga, 
>penerjemahan memukul tidak konsisten dengan arti 
>Surat Al-Baqarah ayat 231 soal perceraian.
>
>Terjemahan seperti itu, kata Khaled Abou 
>el-Fadl, profesor hukum Islam di University of 
>California, Los Angeles, terjadi karena 
>kemampuan Laleh me-nerjemahkan teks bahasa Arab 
>jauh dari memadai. ”Belajar bahasa Arab klasik 
>tiga tahun belum cukup,” katanya.
>
>Seperti Khaled, guru besar ilmu Al-Quran di 
>Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, 
>Roem Rowi, mengatakan penerjemahan Laleh tidak 
>tepat. ”Saya belum pernah mendengar ada yang 
>mengartikan idhrib menjadi meninggalkan,” katanya.
>
>Roem menduga Laleh memilih penggunaan kata 
>tersebut untuk menghapus citra kekerasan pada 
>Islam. ”Tapi tidak lantas mengartikan lain, 
>karena arti-nya memang memukul.” Roem 
>menyebutkan—seperti disitir juga dalam tafsir 
>tim Universitas Islam Indonesia—memukul pada 
>ayat ini cuma hukuman psikologis, bukan hukuman 
>untuk menyakiti istri. Bentuknya pukulan ringan 
>yang tidak meninggalkan bekas dan tidak boleh diarahkan ke muka.
>
>Namun Laleh tak sendirian. Siham Serry, profesor 
>bahasa Arab di Universitas Amerika di Kairo, 
>menerjemahkan idhrib sebagai to push away, yang 
>mirip kendati sedikit berbeda dengan to go away 
>yang digunakan Laleh. Reza Aslan, penulis buku 
>No god but God, bahkan menerjemahkannya sebagai 
>go to bed with them (when they are willing).
>
>Kata idhrib, menurut guru besar Universitas 
>Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Siti Musdah 
>Mulia, malah bukan hanya punya 25 arti, 
>melainkan 48 makna. Salah satunya berhubungan 
>badan. ”Kenapa para mufasir memilih arti 
>memukul?” katanya. Musdah menduga tafsir seperti 
>itu terkait dengan budaya patriarki. Maklum, 
>sebagian besar mufasir adalah laki-laki.
>
>Dia juga mengkritik metode tafsir konvensional 
>tahlili yang mengartikan ayat per ayat tanpa 
>melihat konteks dan kaitannya dengan ayat-ayat 
>lain. Setiap penafsiran Al-Quran, menurut dia, 
>mestinya meng-acu pada biografi Nabi Muhammad. 
>”Rasul itu begitu lembut kepada perempuan, tidak 
>pernah sekali pun menghardik istrinya, apalagi sampai memukul,” katanya.
>
>Memberi makna kata memukul sebagai hukuman 
>psikologis, menurut penulis dan feminis Amerika, 
>Asra Nomani, pun cuma upaya ”berdansa dengan 
>ayat”. Nomani punya segepok contoh jenaka ihwal 
>”dansa” seperti itu. Salah satunya pengalaman 
>mendengar ceramah Syekh Yusuf Estes di West 
>Virginia University tentang ”istri yang tidak 
>patuh” dengan menyitir Surat 4:34 yang dia tulis di Washingtonpost.com.
>
>Penceramah muslim Amerika itu menyarankan, 
>pertama, ”Peringatkan mereka.” Kedua, 
>”Tinggalkan tempat tidur.” Dan akhirnya, 
>”Gulunglah kertas koran dan pukul mereka.” 
>Setelah menyimak ceramah itu, Nomani langsung 
>menegur Estes dan bertanya apakah ia pernah 
>menggulung koran dan memukulkan pada istrinya. 
>Estes menjawab, ”Saya menikahi seorang perempuan 
>Texas. Kamu tahu apa yang akan dilakukannya bila saya memukulnya?”
>
>Tak cuma di Amerika, di Indonesia pun pelaku 
>kekerasan dalam rumah tangga bisa-bisa masuk 
>bui. Tentu saja bukan karena itu Laleh 
>menerjemahkan idhrib berbeda dengan yang lain.
>
>Sapto Pradityo (Chicago Tribune, Washingtonpost.com, SublimeQuran.org)
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
>http://mail.yahoo.com
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>** Mohon dengan sangat untuk tidak memforward 
>messages di mailing list ajisaja ini, terutama 
>messages yang merupakan diskusi internal AJI 
>sebagai organisasi. Forward message hanya 
>diperkenankan dengan mendapat persetujuan dari 
>sidang mailing list ini. Juga, untuk TIDAK 
>MENGIRIMKAN ATTACHMENT apapun.Terimakasih**
>Yahoo! Groups Links
>
>
>



         

Kirim email ke