(berbagi cerita) Temanku Perempuan mjd Kades
   
  Kemarin pagi (Rabu,25 April 2007) aku dapat kiriman sms dari temanku di 
Surabaya isinya begini:
   
  “Alhamdulillah telah muncul pimpinan perempuan di desa 
Campursari,Ponorogo,sahabat kita Yeni jadi Kepala Desa setempat.Demi 
meningkatkan peran politik perempuan”
   
  Aku membaca sms itu berulang-ulang karena takut salah baca.”Ya ampun Yeni 
yang juga aku kenal beberapa bulan lalu itu sekarang sudah menjadi Kepala 
Desa”pikirku.Perempuan muda itu (berusia +/- 28 tahun lha) sudah menjadi Kepala 
Desa sekarang?Wah hebat banget...
   
  Saat bertemu beberapa bulan yang lalu dia sudah bercerita kepadaku tentang 
usahanya melakukan pemberdayaan ibu-ibu pedesaan dgn mengadakan diskusi 
rutin,mengadakan latihan rebana dgn syair-syair untuk perempuan,nerbitin 
buletin yang sangat sederhana karena hanya difotocopy saja,mencoba membuat 
perpustakaan desa,dan melakukan kegiatan advokasi gender budgeting dgn 
mengadvokasi dana anggaran alokasi desa kepada perangkat desa agar lebih 
memperhatikan kepentingan kaum perempuan.
   
  Lalu sore kemarin aku menelpon temanku di Surabaya itu dan Yeni.Kata temanku 
“Iya Yeni menang di Pilkades kemarin sore,buruan gih telpon dia kasih selamat 
dia pasti senang terima telpon darimu...”.Lalu telpon kumatikan lalu aku 
menelpon Yeni.Begini percakapannya:
   
  “Hallo ini Yeni ya.Denger kabar kalo kamu kepilih jadi Kades ya.Selamat 
ya...”Kataku
   
  “Iya mbak,aku menang dengan perolehan suara kurang lebih 950 dari 1100 
pemilih.Sekarang aku jadi Kades deh mbak.Besok Insya Allah 
pelantikannya”Jawabnya
   
  “Wah banyak juga ya pendukungmu...Hebat...Tapi gimana tantanganmu kan kamu 
seorang perempuan belum menikah lagi...Apa nggak pada iri sainganmu?”Tanyaku
   
  “Ya itulah mbak tadinya isu gender kalo aku perempuan sempat jadi gelisah 
para warga apalagi aku belum menikah lagi.Untungnya para alim ulama dan kyai 
didaerahku mendukungku.Mereka bilang dulu di jaman Rasulullah ada juga wilayah 
yang dipimpin oleh perempuan tetapi daerah itu terbukti sejahtera karena 
kepimpinan perempuan.Jadi ya karena nasehat alim ulama dan para kyai itu 
jadinya masyarakat pun mendukungku”Jelasnya
   
  “Ok, sekali lagi selamat bertugas dan memikul tanggungjawab itu ya.Aku cuma 
bisa ngirim do’a semoga kepimpinanmu kelak akan mensejahterahkan masyarakat 
khususnya kaum perempuan seperti yang kamu cita-citakan”Kataku
   
  “Makasih ya mbak untuk ucapan selamat dan do’anya.Sering-sering telpon aku ya 
mbak.Makasih ya”Jawabnya
   
  “Ya udah sekian dulu ya Yen salam untuk Orangtuamu dan keluargamu”Kataku 
mengakhiri pembicaraan.
   
  Ternyata nasib telah mengantarnya duduk dikursi kepala desa sekarang.Tentunya 
banyak harapan kaum perempuan kepadanya.Biarpun jabatan Kepala Desa masihlah 
dianggap rendah jika dibandingkan dengan menjadi menteri atau anggota DPR tapi 
aku salut atas usahanya.Biar bagaimanapun jabatan itu strategis walaupun hanya 
berlingkup satu desa saja.Percaya kan sekarang?Kalo perempuan mungkin dipilih 
oleh masyarakat desa?
   
  Selamat Yeni,semoga cita-citamu bahwa pemerintah lebih memperhatikan nasib 
perempuan tercapai dengan usahamu menjadi Kepala Desa.Semoga langkahmu 
menginspirasi perempuan-perempuan muda lainya di Indonesia.
   
  Salam hangat,
   
  Dinda
   
  

Kunjungi blog aku di:
http://titiana-adinda.blogspot.com/
       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke