Salam,
Saya berpikir sama sebenarnya bahwa Denny Indrayana memang agak kaku dan
tidak focus dalam debat itu. Tetapi saya juga berpandangan lain bahwa topik
minggu ini yang menghadirkan Yusril Ihza yang memang jago debat Denny yang
punya semangat, sesungguhnya telah mengadirkan sebuah pembelajaran bagi kita.
pertama; apakah kita hanya menilai debat itu hanya berkisar pada sengit atau
tidak diskusi tersebut, ataukah substansi yang dibicarakan dalam debat itu?.
kedua; saya pikir baguslah kalau ada pejabat negara yang terkena berbagai kasus
untuk mempertanggung jawabkan/ setidaknya menjelaskan secara langsung duduk
masalahnya melewati diskusi seperti itu.
Terlepas dari lemahnya gaya argumentasi Bang Denny dalam mengupas
keterlibatan Yusril dan law firmnya dalam pencairan dana di Bank PNB tersebut,
publik saya kira sudah mempunyai kesimpulan-kesimpulan tersendiri mengenai
bagaimana keterlibatan Yusril. Walaupun argumentasi Yusril bagus sekali pada
debat itu.
Sekali lagi saya tidak menilai seru apa tidak debatnya tapi substansi dari
pembicaraan itu saya kira sudah jelas.
Salam
Lorent
"M. Ainun Ridho" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bang S. Sinaga,
Benar, 'lawan' Denny Idrayana biasanya paling tinggi level Kajati...
Ibarat tinju, seperti kelas bulu vs kelas berat...
Soal presenter, memang, mustinya Bu Bos R. Silalahi yang turun...
Salam,
Ridho
(Penggemar Topik Minggu Ini, Kupas Tuntas, Today Dialogue, dan semacamnya)
--- In [email protected], "santun_sinaga" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Lucu sekali melihat acara TOPIK Minggu ini di SCTV rabu malam lalu.
> Banyak yang salah. Mulai dari topic yang dipilih hingga
> pembicaranya. Lihat saja topiknya, "reshuffle jilid II : siapa
> terpental". Lihat pembicaranya : Yusril Ihza Mahendra (Guru Besar
> Tata Negara UI/Mensesneg) dan Denny Indrayana (staf pengajar tata
> Negara UGM). Ketika dialog dimulai, Denny coba menyebrang habis
> Yusril. Lewat kasus BNP Paribas sewaktu dia menjadi Menkeh. Yusril
> menjawab gampang saja. Serangan denny terlihat tak ada apa-apanya
> bagi Yusril. Tapi denny terus nyerocos nggak menentu. Dia memberikan
> data-data tentang keterlibatan law firm Yusril dalam sejumlah
> perkara. Eh, data itu dibantah dengan gampang oleh Yusril, denny
> Cuma diam saja. Dialog itu jelas tak imbang. Karena denny bukan
> imbangnya Yusril. Denny itu orang kemaren sore yang menjadi "ahli
> hokum tata Negara". Sedangkan Yusril itu setara dengan Jimly
> ashidiqie, Ismail suny, prof. harun al rasyid dll. Denny Cuma
> terkenal gara-gara dia "berhasil" menyerang habis Bagir Manan
> sewaktu Mahkamah agung (MA) diserang habis lewat isu kasus suap
> menyuap probosutedjo. Sebelumnya dia hanya tukang tulis artikel di
> Koran-koran. Itupun Cuma Koran local. Kok tiba-tiba dipilih menjadi
> pembicara mengimbangi Yusril? Ini yang aneh.
>
> Sialnya lagi, melihat presenter SCTV yang ternyata bloon juga. Dia
> sama sekali tak mengerti apa yang dibincangkan. Cuma manut-manut
> saja. Tidak mampu mengendalikan Denny yang nyerocos nggak jelas.
> Tidak mampu menepis tangkisan Yusril dengan argumentasi khas
> presenter Liputan 6. Ini jelas kemunduran bagi SCTV. Isu yang
> dipilih sebenarnya menarik. Tapi pembicara yang dipilih sama sekali
> tidak berbobot. Bagi yang ngerti hokum, pasti akan menertawakan gaya
> denny yang mencoba popular dengan terus berusaha menyerang Yusril.
> Jadi, SCTV mesti lebih selektif dalam memilih nara sumber. Masa
> seorang menteri diimbangi pakar hokum kemaren sore yang lahir karena
> memang sebuah sensasi. Gimana tuh SCTV?
---------------------------------
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know.
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.